BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Proses rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026 telah resmi dimulai di Kabupaten Purbalingga, menandai langkah awal persiapan yang lebih sistematis dan ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pada Kamis (4/12), sebanyak 34 calon PPIH mengikuti seleksi tahap pertama yang berupa Computer Assisted Test (CAT) di Aula PLHUT Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Meskipun jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan total pendaftar yang mencapai 63 orang, hal tersebut mencerminkan seleksi awal yang sangat ketat sehingga hanya peserta dengan kelengkapan dokumen sempurna yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Pengurangan signifikan dari jumlah pendaftar ini disebabkan oleh sistem verifikasi baru yang diterapkan secara ketat oleh Kemenhaj.
Berbeda dengan prosedur manual yang diberlakukan pada tahun-tahun sebelumnya, kini tidak ada toleransi bagi kekurangan dokumen.
Kepala Kantor Kemenhaj Purbalingga, Ani Mufarokhah menegaskan pentingnya ketelitian dalam proses pendaftaran.
“Dulu masih bisa ada perbaikan titik lokasi atau dokumen dari pusat. Sekarang tidak bisa, semua sudah by system. Karena itu sejak awal kami imbau calon petugas berhati-hati dan teliti,” ujarnya kepada Banyumas Ekspres.
Perubahan prosedur ini tidak hanya mencerminkan peningkatan standar dalam seleksi PPIH, tetapi juga bertujuan untuk memastikan bahwa hanya kandidat terbaik dan paling siap yang akan menjalankan tugas penting ini.
Formasi PPIH Arab Saudi dibuka untuk umum dengan pengecualian posisi Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah yang diprioritaskan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Kemenhaj.
Namun, pembimbing ibadah dari luar ASN tetap mendapat kesempatan selama memenuhi rekomendasi dan kompetensi sesuai standar.
Dari 34 peserta yang memenuhi syarat administrasi, mereka terbagi dalam beberapa kategori tugas.
Tercatat 10 orang melamar sebagai Ketua Kloter, sementara 2 orang memilih menjadi Pendamping Ibadah.
Selain itu, ada 12 pelamar untuk layanan konsumsi, 9 orang di bagian layanan akomodasi, dan 1 orang di layanan transportasi untuk PPIH Arab Saudi.
Ani Mufarokhah menjelaskan bahwa hasil tes CAT tahap pertama akan menentukan siapa saja yang akan maju ke seleksi tingkat provinsi.
Dari hasil ini, akan diambil empat orang untuk posisi Ketua Kloter yang kemudian disaring kembali menjadi dua kandidat utama.
Sedangkan untuk pembimbing ibadah, dua kandidat akan dikirim ke tingkat provinsi dan diseleksi menjadi satu.
Pengumuman hasil tes CAT tahap pertama dijadwalkan pada tanggal 5 Desember.
Peserta yang berhasil lolos akan melanjutkan ke tahap selanjutnya berupa CAT dan wawancara di tingkat provinsi pada tanggal 11 Desember 2025.
Seleksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dengan petugas-petugas terlatih dan kompeten.
Dengan metode seleksi berbasis teknologi seperti CAT, transparansi dan efisiensi proses rekrutmen diharapkan meningkat sehingga bisa mendapatkan petugas-petugas terbaik yang siap melayani jamaah haji Indonesia. (alw/dda)
















