BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya menjaga keselamatan penumpang selama arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M, pemerintah Kabupaten Banyumas kini memperkenalkan tambahan pemeriksaan kesehatan bagi sopir dan kru bus.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengujian kadar karbon monoksida (CO) dalam tubuh sopir.
Langkah ini bertujuan memastikan bahwa kondisi kesehatan pengemudi tetap terjaga, sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan aman saat mengangkut penumpang.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, Anton Ari Wibowo, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan untuk sopir dan kru bus akan dilaksanakan selama dua hari, dimulai dari Kamis (12/3).
Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi terkait dan dibiayai melalui anggaran dari pemerintah provinsi.
Dalam pernyataannya, Anton menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan kali ini lebih komprehensif dibandingkan dengan pemeriksaan yang dilakukan pada musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.
“Dibandingkan pemeriksaan kesehatan sopir dan kru bus musim Nataru 2026, pemeriksaan kali ini ditambah dengan tes kadar CO pada sopir,” ujarnya saat ditemui oleh awak media pada Kamis (12/3).
Inisiatif ini menunjukkan upaya serius dari pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan transportasi publik, terutama menjelang momen mudik yang sering kali diwarnai kepadatan lalu lintas.
Proses pemeriksaan kesehatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dokkes Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) Banyumas, serta Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas.
Selain itu, Puskesmas Purwokerto Selatan dan Puskesmas Purwokerto Barat juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan dapat memastikan bahwa semua aspek dari pemeriksaan berjalan dengan optimal.
Di tengah peningkatan kesadaran akan bahaya paparan karbon monoksida, Anton menjelaskan pentingnya melakukan tes kadar CO bagi sopir.
Terutama bagi mereka yang merupakan perokok aktif atau yang sering terpapar asap rokok di lingkungan kerjanya.
“Tes tersebut dilakukan melalui tiupan napas menggunakan alat smokerlyzer,” jelasnya.
Alat ini berfungsi untuk mengukur konsentrasi karbon monoksida dalam pernapasan serta sirkulasi darah seseorang.
Dalam pelaksanaannya, tes kadar CO tidak menggantikan tes kesehatan lainnya seperti tekanan darah, gula darah, maupun analisis urine.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap mempertahankan standar kesehatan yang tinggi untuk para pengemudi bus demi keselamatan penumpang.
“Tes kadar CO tidak mengganti tes lainnya,” tuturnya.
Anton menambahkan bahwa target pemeriksaan kesehatan tersebut adalah sekitar 150 sopir dan kru bus selama dua hari hingga Jumat (13/3).
Hasil dari pemeriksaan nantinya akan dikategorikan ke dalam tiga status kesehatan.
Kategori tersebut terdiri dari laik untuk bertugas, laik dengan catatan, serta tidak laik untuk melanjutkan tugas sebagai sopir atau kru bus.
Jika ditemukan adanya sopir atau kru bus yang dinyatakan tidak laik berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, informasi ini akan diteruskan kepada perusahaan otobus tempat mereka bekerja.
“Jika ada yang tidak laik, hasil pemeriksaannya akan kita teruskan ke perusahaan otobus,” ungkap Anton.
Dengan demikian, pihak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin keselamatan perjalanan penumpang.
Proses evaluasi hasil pemeriksaan kesehatan direncanakan akan dilaporkan pada hari berikutnya setelah pelaksanaan kegiatan.
“Hasil pemeriksaan kesehatan dilaporkan besok (Jumat),” imbuh Anton menekankan pentingnya transparansi dalam proses ini.
Dengan adanya langkah-langkah proaktif seperti tambahan tes kadar CO ini, diharapkan para pengemudi bus dapat bekerja dalam kondisi terbaik mereka saat menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran.
Ini bukan hanya soal memenuhi regulasi kesehatan semata tetapi juga tentang memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berencana melakukan perjalanan jauh bersama keluarga.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini, kesadaran akan pentingnya kesehatan pengemudi perlu ditanamkan tidak hanya pada pihak berwenang tetapi juga kepada masyarakat luas.
Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan diri sendiri serta orang lain ketika berada di jalan raya. (yda/stch/dda)
















