Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

45 Peserta Ikuti Pelatihan Keuangan Kopdes Merah Putih di Banjarnegara

Pengelolaan Keuangan Jadi Kunci Koperasi DesaPengelolaan Keuangan Jadi Kunci Koperasi Desa
SERIUS: Peserta calon pengurus koperasi saat mengikuti pelatihan pembuatan laporan keuangan oleh Dinas Indagkop UKM Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Penguatan koperasi desa kini berkembang menjadi lebih dari sekadar masalah modal.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyadari pentingnya kemampuan pengelolaan keuangan dalam mendukung keberhasilan koperasi.

Untuk itu, mereka mengadakan pelatihan laporan keuangan bagi calon pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pelatihan ini diikuti oleh 45 peserta yang berlangsung di Gedung PLUT Banjarnegara pada Selasa, 14 April 2026.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkop UKM) Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, menggarisbawahi bahwa pengelolaan koperasi tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Pengurus harus profesional. Artinya disiplin, jujur dalam pencatatan, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap rupiah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa peluang yang dimiliki koperasi desa sangat besar. Dengan adanya basis pasar yang telah ada, tantangannya kini adalah bagaimana cara mengelola koperasi tersebut secara serius dan konsisten.

“Koperasi desa memiliki potensi yang lebih besar jika dikelola dengan baik,” ujar Adi Cahyono.

Ia membandingkan dengan toko modern yang dapat bertahan dengan menerapkan aturan ketat dalam operasionalnya.

Hal ini menunjukkan bahwa dengan manajemen yang tepat, koperasi desa dapat bersaing dan bahkan lebih unggul.

Pelatihan yang diadakan tidak hanya berorientasi pada teori semata. Para peserta juga diajak untuk praktik langsung dalam menyusun laporan keuangan sederhana hingga yang lebih aplikatif.

Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa para calon pengurus memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam pengelolaan keuangan koperasi mereka.

Kegiatan pelatihan ini direncanakan berlangsung dalam beberapa gelombang, melibatkan ratusan peserta dari berbagai wilayah.

Bagi banyak peserta, terutama mereka yang baru pertama kali mengikuti pelatihan seperti Anggit dari Desa Panggisari, materi ini memberikan wawasan baru mengenai pencatatan keuangan yang benar.

“Saya jadi tahu bagaimana membuat laporan keuangan yang rapi. Ini penting kalau nanti mengelola koperasi di desa,” ujarnya penuh antusias.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber Sri Wijayanti Natalia Ningrum juga memberi penekanan pada pentingnya pemahaman akuntansi bagi pengurus koperasi.

Menurutnya, kemampuan akuntansi bukanlah sekadar formalitas belaka tetapi merupakan kunci untuk menjaga kesehatan koperasi itu sendiri.

“Bendahara harus paham betul. Kalau tidak, mudah sekali terjadi kesalahan atau bahkan dibohongi,” ucapnya.

Sri Wijayanti menambahkan bahwa laporan keuangan bukan hanya berfungsi sebagai pencatatan semata tetapi juga sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bagi pengurus koperasi.

Dengan adanya laporan keuangan yang baik dan transparan, diharapkan para pengurus dapat membuat keputusan strategis yang mendukung kemajuan koperasi. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Musim Peralihan Picu Longsor

Bencana Longsor Melanda Cilacap Barat, BPBD Imbau Warga Siaga

Berita Selanjutnya
Personel Dalmas Dilatih Hadapi Eskalasi Massa

Polres Purbalingga Gelar Latihan Dalmas, Antisipasi Unjuk Rasa dan Gangguan Kamtibmas