Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Perlinsos Digital Perpanjang Pendaftaran Bansos 2026, Cek Solusi Gagal Daftar
Elena Rybakina Berpeluang Geser Aryna Sabalenka dari No. 1 WTA di US Open 2026

Elena Rybakina Berpeluang Geser Aryna Sabalenka dari No. 1 WTA di US Open 2026

Rybakina Kejar Takhta WTARybakina Kejar Takhta WTA
Elena Rybakina.

BANYUMASEKSPRES.ID, NEW YORK – Persaingan memperebutkan posisi nomor 1 dunia WTA semakin menarik menjelang US Open 2026.

Elena Rybakina memiliki peluang besar untuk mengambil alih posisi puncak dari Aryna Sabalenka pada turnamen Grand Slam terakhir tahun ini.

Petenis Kazakhstan tersebut hanya membutuhkan pencapaian hingga semifinal untuk membuka peluang menggeser Sabalenka dari posisi teratas peringkat dunia.

Persaingan keduanya menjadi salah satu cerita utama yang patut diperhatikan sepanjang US Open 2026.

Saat ini, Rybakina dan Sabalenka hanya terpaut 434 poin. Kondisi tersebut membuat perolehan poin di US Open menjadi sangat penting bagi kedua petenis.

Sabalenka datang ke New York sebagai juara bertahan dua edisi terakhir. Karena itu, petenis Belarus tersebut harus mempertahankan 2.000 poin yang diperolehnya dari gelar US Open sebelumnya.

Sementara itu, beban Rybakina relatif lebih ringan. Tahun lalu, ia hanya mencapai babak 16 besar sehingga hanya perlu mempertahankan 240 poin.

Perbedaan jumlah poin yang harus dipertahankan tersebut membuat peluang Rybakina untuk merebut takhta WTA semakin terbuka.

Menariknya, Rybakina bahkan masih berpeluang menjadi petenis nomor 1 dunia meski gagal mencapai semifinal.

Syaratnya, Sabalenka, Coco Gauff, dan Jessica Pegula tidak keluar sebagai juara US Open 2026.

Rybakina mengaku tidak terlalu aktif menghitung perolehan poin dalam persaingan peringkat dunia.

Namun, ia tetap mengetahui gambaran mengenai persyaratan yang harus dipenuhi untuk merebut posisi teratas.

“Saya tidak mengecek situasi poin peringkat, tetapi sebagian besar saya tahu dari media, harus mencapai sejauh mana, dan bagaimana pemain lain harus bermain,” kata Rybakina seperti dikutip Ubitennis.

Ambisi Rybakina merebut posisi nomor 1 WTA tidak akan mudah. Selain menghadapi lawan-lawan tangguh di US Open 2026, petenis berusia tersebut juga masih berusaha memulihkan kondisi fisiknya.

Rybakina mengalami cedera tumit ketika menghadapi Iga Swiatek pada perempat final Cincinnati Open, 21 Agustus. Cedera tersebut membuatnya memilih mundur dari pertandingan.

Setelah mengalami cedera, Rybakina mengaku sempat kesulitan berjalan selama beberapa hari.

Ia kemudian menjalani pemeriksaan dan berkonsultasi dengan sejumlah dokter sebelum kembali menjalani latihan.

“Saya tidak bermain selama tepat satu pekan dan berkonsultasi dengan beberapa dokter. Saya menjalani pemulihan, perlahan mulai kembali ke lapangan dan banyak berlatih di gym,” ujarnya.

Rybakina berharap proses pemulihan berjalan sesuai rencana sehingga dirinya bisa tampil maksimal di New York.

Ia juga mengaku cukup percaya diri dengan keputusan timnya dalam menentukan program latihan dan pemulihan.

“Saya merasa hanya butuh beberapa hari lagi dan seharusnya sudah sangat baik,” katanya.

Jika kondisi fisiknya pulih, Rybakina memiliki kesempatan besar untuk memberikan tekanan kepada Sabalenka sepanjang turnamen.

Di sisi lain, Sabalenka memiliki target yang tidak kalah besar. Petenis Belarus itu bukan hanya berusaha mempertahankan posisi nomor 1 dunia, tetapi juga memburu sejarah di US Open.

Sabalenka mengincar gelar juara US Open untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Jika berhasil mewujudkannya, ia akan menyamai pencapaian dua legenda tenis putri, Serena Williams dan Chris Evert, yang pernah memenangkan tiga gelar US Open berturut-turut.

Peluang tersebut membuat motivasi Sabalenka semakin besar. Ia menyebut Williams dan Evert sebagai sosok yang selama ini dikaguminya.

“Mereka termasuk yang terbaik, mereka adalah legenda. Saya tumbuh dengan menyaksikan mereka dan mengagumi cara mereka mendominasi sirkuit,” kata Sabalenka.

Namun, performa Sabalenka menjelang US Open 2026 belum sepenuhnya meyakinkan.

Ia belum kembali meraih gelar juara sejak memenangkan Miami Open pada Maret lalu.

Sabalenka menyadari bahwa penampilannya belakangan ini belum berada pada level terbaik.

Meski demikian, ia tidak ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan.

“Ini bukan periode terbaik. Saya tidak ingin mencari alasan atau terlalu banyak membicarakannya. Saya harus menghadapi beberapa hal. Namun, tantangan sulit seperti ini justru akan membuat saya kembali lebih kuat,” tegasnya.

Dengan jarak hanya 434 poin, persaingan Elena Rybakina dan Aryna Sabalenka di US Open 2026 dipastikan menjadi salah satu duel menarik yang memengaruhi peringkat WTA.

Rybakina datang dengan peluang untuk merebut takhta dunia, sedangkan Sabalenka harus mempertahankan posisi sekaligus mengejar sejarah dengan membidik gelar US Open ketiga secara beruntun.

Kondisi fisik Rybakina dan konsistensi Sabalenka akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang keluar sebagai penguasa tenis putri dunia setelah turnamen di New York. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Perlinsos Digital

Perlinsos Digital Perpanjang Pendaftaran Bansos 2026, Cek Solusi Gagal Daftar