BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kabupaten Kebumen diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terkait ancaman bencana angin kencang yang telah melanda wilayah tersebut.
Cuaca ekstrem ini tidak hanya berpotensi merusak infrastruktur, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan jiwa.
Hal ini disampaikan oleh Heri Purwoto, Kepala Bidang Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, pada hari Sabtu (9/6).
“Kami menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Salah satunya cuaca ekstrem berupa angin kencang yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ungkap Heri Purwoto.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi oleh masyarakat Kebumen saat ini.
Angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah memicu sejumlah bencana di berbagai titik di Kabupaten Kebumen.
Pada tanggal 6 Juni, misalnya, angin kencang menyebabkan kerusakan pada sebuah rumah di Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren.
Rumah milik Samirah, seorang warga berusia 78 tahun dari Dukuh Jeblog RT 3 RW 1, mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan angin.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun pemilik rumah nyaris menjadi korban karena usianya yang sudah lanjut,” tambah Heri dengan nada empati.
Meskipun tidak ada yang terluka secara fisik, kerugian material akibat kerusakan rumah tersebut cukup besar dan menjadi beban bagi pemiliknya.
Pada hari yang sama, bencana serupa juga terjadi di Dukuh Wadas RT 03 RW 03, Desa Grogolbeningsari, Kecamatan Petanahan.
Di lokasi ini, sebuah pohon tumbang akibat kekuatan angin yang sangat kencang melintang di jalan dan mengganggu akses warga setempat.
“Kondisi saat ini telah tertangani dan akses jalan kembali normal,” kata Heri menjelaskan upaya penanganan yang dilakukan pihak BPBD untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Situasi seperti ini tentunya menimbulkan rasa cemas di kalangan warga Kebumen.
Dengan semakin seringnya bencana alam terjadi dalam bentuk cuaca ekstrem seperti angin kencang, penting bagi setiap individu untuk memahami bagaimana cara melindungi diri dan keluarga mereka dari bahaya yang mungkin timbul.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD mengingatkan semua pihak untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti imbauan resmi dari badan terkait.
Selain itu, warga juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi bangunan rumah mereka agar lebih tahan terhadap kemungkinan terjangan angin kencang.
Heri Purwoto menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana sangat penting dilakukan.
“Kami terus berupaya memberikan informasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang cara menghadapi bencana alam,” jelasnya.
Edukasi ini mencakup pengetahuan dasar tentang cara evakuasi ketika terjadi bencana serta langkah-langkah preventif yang bisa dilakukan sebelum bencana datang.
Masyarakat juga diajak untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh BPBD maupun organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana alam, diharapkan masyarakat bisa lebih siap dan tanggap saat bencana benar-benar terjadi. (cah/stch/dda)
















