Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Antisipasi Bencana Tanah Bergerak, BPBD Purbalingga Pasang EWS di Desa Maribaya

Bpbd pasang ews di desa maribayaBpbd pasang ews di desa maribaya
Kabid PK BPBD Purbalingga, Yulianto saat mengecek lokasi tanah bergerak di Desa Maribaya, Senin 21 Juli 2025 siang.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengambil langkah serius dalam mengantisipasi potensi bencana tanah bergerak yang pernah melanda Desa Maribaya, Karanganyar pada Mei 2025.

Memasuki bulan Juli ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga berencana memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di desa tersebut.

Yulianto, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Purbalingga, menyampaikan bahwa pemasangan alat EWS ini merupakan inisiatif dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.

“Rencana secepatnya dalam pekan ini alat EWS akan dipasang, yaitu di Dukuh Karangsari, desa setempat. Satu unit EWS akan dipasang agar bisa meminimalkan kejadian tanah bergerak yang mengancam manusia,” jelasnya pada Senin, 21 Juli 2025.

Sistem peringatan dini ini dirancang untuk memberikan sinyal awal mengenai potensi bahaya, khususnya bencana alam. Dengan pemasangan alat ini, harapannya adalah mampu meminimalkan dampak yang dapat merambah ke wilayah lain.

“Kami sosialisasikan EWS kepada warga agar tercipta koordinasi. Minimal dengan kondisi tanah yang bergerak cukup signifikan, langkah-langkah kesiapsiagaan bisa diutamakan,” tambah Yulianto.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan masyarakat memahami fungsi dan manfaat dari sistem tersebut, sehingga mereka dapat bersikap lebih waspada dan siap siaga.

Sebanyak 11 rumah di area tersebut sudah diimbau untuk direlokasi karena tanah di lokasi terus mengalami penurunan. Keberadaan EWS diharapkan dapat memberikan peringatan dini ketika ada indikasi bencana serupa terjadi kembali.

Pada akhir Mei 2024 lalu, bencana tanah bergerak sempat mempengaruhi kehidupan 13 kepala keluarga di desa tersebut. Setelah kejadian itu, bantuan mulai berdatangan dari berbagai pihak termasuk para dermawan dan Tim Penggerak PKK setempat.

Masyarakat Desa Maribaya kini berada dalam masa transisi menuju kesiapan yang lebih baik menghadapi ancaman bencana secara berkelanjutan.

Langkah-langkah preventif dengan menggunakan teknologi seperti EWS menjadi sangat penting guna melindungi keselamatan warga dan mengurangi potensi kerugian materiil serta non-materiil.

Dengan adanya EWS ini, tidak hanya sekadar mendeteksi pergerakan tanah namun juga menciptakan kesadaran kolektif warga dalam memahami tanda-tanda alam yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi kehidupan mereka sehari-hari.

Fokus utama dari pemasangan sistem ini adalah menciptakan lingkungan yang aman dan tanggap terhadap perubahan geologis yang dapat menimbulkan bahaya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merespon dengan cepat dan tepat ketika peringatan dini dikeluarkan.

Dalam hal ini, pemerintah daerah melalui BPBD berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas monitoring serta mitigasi bencana sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka terhadap penduduk lokal. Upaya ini juga sejalan dengan misi nasional dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai macam risiko bencana alam.

Setiap perangkat teknologi seperti EWS harus didukung oleh sumber daya manusia yang terlatih dan sistem koordinasi yang baik antara instansi terkait serta masyarakat setempat.

Oleh karena itu selain pemasangan alat fisik diperlukan juga pelatihan rutin bagi petugas terkait maupun sukarelawan lokal agar mereka mampu mengoperasikan sistem secara efektif saat dibutuhkan.

Kesiagaan terhadap bencana bukan hanya tugas pemerintah semata namun juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kerja sama antara pemerintah daerah BPBD serta komunitas lokal menjadi kunci sukses dalam membangun ketahanan wilayah terhadap ancaman geologis semacam tanah bergerak atau longsor. (amr/stch)

Berita Sebelumnya
Delapan parpol terima bankeu

Delapan Parpol di Cilacap Terima Bankeu Total 2,6 Miliar

Berita Selanjutnya
Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% dan mencatatkan level tertinggi dalam lima pekan terakhir

Harga Emas Naik Tertinggi dalam 5 Pekan Akibat Melemahnya Dolar AS