BANYUMASEKSPRES.ID, Arsenal kini berada dalam posisi yang menguntungkan menjelang leg kedua perempat final Liga Champions yang akan mempertemukan mereka dengan Sporting CP.
Meskipun kemenangan tipis di leg pertama di Lisbon memberikan harapan, ancaman skorsing akibat kartu kuning menjadi perhatian serius bagi tim asuhan Mikel Arteta.
Kemenangan dengan skor 2-1 pada laga sebelumnya, ditandai dengan gol telat dari Kai Havertz, menjadi modal penting bagi Arsenal dalam usaha mereka untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa ini.
Hasil tersebut bukan hanya menandai kebangkitan Arsenal setelah mengalami dua kekalahan beruntun di kompetisi domestik, tetapi juga menjaga peluang mereka sebagai kandidat kuat untuk meraih gelar Liga Champions musim ini.
Namun, meski keunggulan tipis telah diraih, Arsenal menyadari bahwa posisi mereka belum sepenuhnya aman.
Sporting CP, sebagai lawan yang tangguh, masih memiliki potensi untuk memberikan tekanan besar pada laga yang akan digelar di Emirates Stadium.
Oleh karena itu, Arsenal dituntut untuk tampil konsisten dan fokus demi memastikan tiket menuju semifinal.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menekankan pentingnya fokus dan disiplin dalam permainan timnya.
Dalam pernyataannya, Arteta menyatakan, “Kami berada di posisi yang bagus, tetapi ini belum selesai. Kami harus tetap fokus dan bermain dengan disiplin.”
Ia juga mengingatkan para pemainnya tentang perlunya menghindari kesalahan yang dapat merugikan tim.
Di samping itu, ancaman skorsing bagi beberapa pemain juga menjadi isu yang perlu diperhatikan.
Dua gelandang Arsenal, Martin Zubimendi dan Christian Norgaard, berada dalam risiko akumulasi kartu kuning.
Menurut regulasi UEFA, pemain yang menerima tiga kartu kuning tanpa kartu merah akan terkena larangan bermain pada pertandingan berikutnya. Setiap tambahan kartu kuning juga berpotensi menambah sanksi.
Jika Zubimendi atau Norgaard kembali menerima kartu kuning pada laga nanti, keduanya akan absen pada leg pertama semifinal jika Arsenal berhasil lolos.
Norgaard sendiri lebih sering berperan sebagai pemain pelapis dan tidak tampil pada leg pertama melawan Sporting CP meskipun ia sudah mengoleksi kartu dari fase grup sebelumnya melawan Slavia Praha dan Club Brugge.
Sementara itu, Zubimendi pernah menjalani skorsing akibat akumulasi kartu sebelum pertandingan ini. Saat ini ia hanya berjarak satu kartu kuning dari potensi hukuman berikutnya.
Di sisi lain, Declan Rice dipastikan aman dari ancaman skorsing ini. Ia berhasil menghindari kartu pada leg pertama sehingga posisinya relatif lebih nyaman menjelang pertandingan krusial ini.
Beberapa pemain lainnya seperti Riccardo Calafiori, Gabriel, Myles Lewis-Skelly, Noni Madueke, Gabriel Martinelli, William Saliba, Ben White hingga Kai Havertz juga bebas dari ancaman skorsing karena Arsenal tidak menerima kartu kuning pada leg pertama.
Pertandingan penentu antara Arsenal dan Sporting CP dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/4) pukul 02.00 WIB di Emirates Stadium.
Laga ini akan menjadi momen krusial bagi Arsenal dalam upaya mereka untuk melanjutkan perjalanan di Liga Champions dan meraih ambisi mereka sebagai salah satu tim terbaik Eropa saat ini.
Mengingat performa tim dalam beberapa laga terakhir serta ketidakpastian akibat risiko skorsing bagi beberapa pemain kunci, Arteta harus memastikan semua aspek permainan terkoordinasi dengan baik agar tidak ada kesalahan fatal yang dapat mengganggu peluang timnya untuk melangkah ke babak selanjutnya.
Sebagai tim yang memiliki sejarah panjang dalam kompetisi Eropa, Arsenal tentu berharap bisa memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri untuk menutup peluang Sporting CP sekaligus menjaga semangat juang para penggemar yang selalu setia mendukung tim kesayangan mereka.
Dengan segala tantangan yang ada serta tekad untuk meraih sukses di pentas Eropa ini, Arsenal harus tampil maksimal agar tidak mengecewakan harapan seluruh pendukungnya. (/stch/dda)
















