BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Meski masih menyisakan satu pertandingan di fase grup Liga 4, tim sepak bola Persak Kebumen sudah dipastikan tersingkir dari kompetisi ini.
Setelah dua kekalahan beruntun yang dialami dalam dua pertandingan sebelumnya, harapan untuk melangkah ke putaran berikutnya sirna.
Dalam laga pertamanya, Persak kalah dengan skor 0-2 dari Persigar Garut, dan kemudian mengalami kekalahan lebih telak dengan skor 2-5 saat berhadapan dengan Persinga Ngawi.
Hasil buruk tersebut membuat tim asuhan pelatih Gatot Barnowo ini tidak memiliki peluang lagi untuk masuk ke babak 16 besar putaran nasional, meskipun masih ada satu laga tersisa melawan Wamena United.
Kekalahan tersebut sangat mengecewakan bagi seluruh pendukung dan masyarakat Kabupaten Kebumen.
Harapan untuk lolos ke Liga 3 pada musim 2026/2027 mendatang kini menjadi semakin tipis.
Melihat catatan tersebut, manajemen Persak Kebumen merasa perlu untuk menyampaikan permohonan maaf kepada semua pendukung yang telah memberikan dukungan penuh selama ini.
“Kami menyadari bahwa hasil ini tidak sesuai dengan harapan. Kami meminta maaf kepada seluruh pendukung dan masyarakat Kabupaten Kebumen,” ungkap manajer tim, Arif Budiman.
Meski demikian, manajemen mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan tim dapat lolos ke Liga 3.
Kehadiran pelatih kawakan seperti Gatot Barnowo serta sejumlah pemain berpengalaman sempat memberi harapan besar bagi masyarakat Kebumen.
Sejak awal kompetisi, Persak diyakini dapat melaju jauh berkat performa yang cukup baik di fase regional sebelumnya.
Tim berhasil melewati fase tersebut dan maju ke putaran nasional, mencapai pencapaian sebagai salah satu dari 16 besar.
Namun sayangnya, impian untuk berlaga di Liga 3 harus pupus di tangan tim lawan yang lebih siap.
Arif Budiman menjelaskan bahwa terdapat banyak faktor yang berkontribusi terhadap kegagalan tim menembus babak delapan besar.
Dari sudut pandang teknis, cedera yang dialami oleh beberapa pemain inti menjadi penyebab utama minimnya performa optimal tim.
“Pemain pengganti ternyata belum mampu sepenuhnya menggantikan peran pemain utama yang cedera,” ujar Arif menyesali situasi tersebut.
Kendati demikian, Arif berharap apa yang terjadi di musim ini dapat dijadikan pelajaran berharga untuk menghadapi musim depan pada tahun 2026/2027.
Ia menyoroti pentingnya memiliki kendala kandang sebagai salah satu faktor mendasar dalam meningkatkan performa tim.
“Musim depan, kami berharap Persak bisa bermain di kandang sendiri, Stadion Chandradimuka,” ujarnya sambil menunjukkan harapannya agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat segera menyelesaikan proses renovasi stadion agar layak digunakan untuk menggelar pertandingan resmi PSSI.
Renovasi Stadion Chandradimuka memang sedang berlangsung dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini.
Stadion kebanggaan warga Kebumen tersebut diharapkan dapat menjadi tempat yang representatif bagi skuad Persak untuk bersaing dalam kompetisi liga yang lebih tinggi.
Ekspektasi tinggi terhadap tim kebanggaan daerah ini tidak terlepas dari antusiasme masyarakat setempat terhadap sepak bola sebagai salah satu cabang olahraga yang paling digemari di Indonesia.
Sepanjang musim ini, para pendukung setia selalu hadir memberikan dukungan moral kepada para pemain di setiap pertandingan, meskipun hasil yang didapat kadang tidak sesuai harapan.
Penting untuk dicatat bahwa perjalanan sebuah tim sepak bola tidak selalu mulus.
Setiap klub pasti mengalami pasang surut dalam performanya seiring berjalannya waktu dan terjadinya berbagai faktor luar yang memengaruhi kondisi fisik dan mental para pemain.
Di saat-saat sulit seperti sekarang ini, dukungan dari penggemar menjadi sangat krusial dalam membangkitkan semangat juang para pemain agar tetap optimis menghadapi tantangan berikutnya.
Dengan pengalaman pahit yang dialami selama musim ini, manajemen Persak Kebumen berkomitmen untuk memperbaiki segala aspek yang kurang memadai agar kesalahan serupa tidak terulang di masa mendatang. (cah/stch/dda)















