BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kebakaran yang menghanguskan rumah milik Wandi di Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, terjadi pada Minggu dini hari, 28 Juni.
Insiden ini diduga bermula dari bara api tungku kayu di dapur yang tidak sepenuhnya padam setelah digunakan untuk memasak.
Menurut penjelasan Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, sebelum kebakaran terjadi, pemilik rumah telah menyelesaikan proses memasak lepet sebagai persiapan untuk acara syukuran.
Setelah merasa yakin bahwa api telah padam, Wandi meninggalkan tungku kayu dan beristirahat.
“Namun, diduga masih ada bara api yang tersisa sehingga memicu kebakaran di bagian dapur saat penghuni rumah sedang tidur,” ungkap Gatot pada Senin, 29 Juni.
Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah yang terbangun karena merasakan panas.
Ketika ia menuju dapur, ia melihat api sudah membesar dan mulai membakar bagian belakang rumah.
Anak pemilik rumah segera keluar sambil berteriak meminta pertolongan dari warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, para tetangga dan masyarakat setempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Situasi semakin mendesak sehingga mereka melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Satpol PP Kecamatan Cipari.
Laporan itu kemudian diteruskan ke Pos Damkar Sidareja untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Gatot menjelaskan bahwa petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan penanganan awal terhadap kebakaran tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” tegasnya menenangkan warga setempat yang khawatir akan keselamatan penghuninya.
Namun, meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah.
Bagian belakang rumah permanen berukuran 8 x 10 meter mengalami kerusakan signifikan akibat kobaran api.
Selain itu, barang-barang berharga juga terpengaruh oleh musibah ini. Api menghanguskan uang tunai sekitar Rp 4 juta, satu unit televisi, serta sejumlah dokumen penting yang tidak dapat diselamatkan.
“Total kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 55,75 juta,” ujar Gatot memberikan gambaran mengenai dampak finansial dari insiden tersebut.
Kerugian ini tentunya menjadi beban berat bagi Wandi dan keluarganya yang mungkin sedang bersiap merayakan syukuran.
Kebakaran seperti ini merupakan pengingat penting bagi masyarakat tentang bahaya yang bisa ditimbulkan dari sumber api yang tidak diperiksa dengan teliti setelah digunakan.
Gatot pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memastikan bahwa api dari tungku maupun sumber lainnya benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Pencegahan adalah kunci untuk menghindari terjadinya kebakaran yang merugikan.
Kejadian ini bukanlah sesuatu yang pertama kali terjadi di daerah tersebut dan menunjukkan perlunya kesadaran lebih tinggi mengenai keselamatan di lingkungan rumah tangga.
Banyak orang terkadang menganggap sepele sisa bara api atau puntung rokok yang dibuang sembarangan, padahal kedua hal ini bisa menjadi penyebab utama kebakaran jika tidak ditangani dengan benar. (jul/stch/dda)
















