BANYUMASEKSPRES.ID, Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tambahan sebesar Rp400.000 resmi cair secara bertahap mulai Juli 2025. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini sudah bisa melakukan pengecekan pencairan melalui saluran resmi.
Tambahan bansos ini merupakan bagian dari kebijakan penebalan bantuan oleh pemerintah untuk periode Juni dan Juli 2025. Tercatat sekitar 18,3 juta KPM yang telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berhak memperoleh bantuan ini.
Penyaluran dilakukan melalui bank-bank milik negara (Himbara) seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN serta PT Pos Indonesia. Mekanisme pencairan mengikuti data KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) milik penerima manfaat.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, pencairan bansos tambahan ini sudah dimulai sejak 18 Juni 2025 dan terus berlanjut secara bertahap hingga awal Juli. Proses distribusi dilakukan berdasarkan wilayah, kesiapan sistem, serta validasi data penerima.
Dalam sistem aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation), bansos tambahan ini telah muncul dalam menu View DTSEN. Artinya, data penerima yang tertera di sistem sudah mulai aktif dan masuk tahap pencairan.
Menurut laporan terbaru, beberapa bank seperti Mandiri sudah menyalurkan kepada sekitar 9% dari total penerima. Penyaluran melalui bank lainnya dan PT Pos akan menyusul seiring proses verifikasi data berjalan.
Kemensos menegaskan bahwa bansos ini bersifat tambahan dan terpisah dari bantuan reguler BPNT yang sebesar Rp600.000 per triwulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima untuk periode Juni–Juli 2025 dapat mencapai Rp1 juta bagi setiap KPM.
“Penyaluran bansos BPNT 2025 senilai Rp400 ribu resmi dimulai hari ini. Diharapkan kepada seluruh penerima manfaat agar segera melakukan pengecekan melalui kanal resmi,” terang pernyataan resmi dari pihak Kemensos.
Penerima manfaat diimbau untuk segera mengecek status bantuan guna mempercepat proses pencairan dan menghindari antrean. Bantuan ini digunakan untuk pembelian bahan pangan pokok seperti beras, telur, tempe, dan minyak goreng.
Agar lebih mudah, berikut ini cara mengecek status bansos BPNT tambahan Rp400 ribu:
- Melalui situs cek bansos Kemensos
- Cek aplikasi SIKS-NG (oleh petugas desa/kelurahan)
- Melalui Mobile Banking Himbara atau ATM
- Kunjungi Kantor Pos atau agen e-Warong
Penting untuk diingat, bansos BPNT tidak dicairkan dalam bentuk tunai penuh. Dana tersebut akan masuk ke dalam saldo KKS dan hanya dapat dipergunakan untuk membeli kebutuhan pangan di agen e-Warong terdekat.
Apabila bantuan belum diterima, masyarakat diimbau segera menghubungi pendamping PKH atau mendatangi kantor desa untuk proses verifikasi ulang. Jangan menunggu terlalu lama karena bantuan memiliki tenggat pencairan.
“Pastikan data KTP dan KKS aktif dan sesuai agar pencairan berjalan lancar,” imbau petugas dari salah satu kantor pos yang ikut dalam penyaluran bansos.
Pemerintah berharap bantuan tambahan ini bisa membantu menstabilkan daya beli dan ketahanan pangan rumah tangga penerima. Terlebih di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis dan harga bahan pokok yang fluktuatif.
Penyaluran bansos melalui dua kanal distribusi besar, yaitu Bank Himbara dan Pos Indonesia, memberikan fleksibilitas kepada penerima. Masyarakat hanya perlu memastikan data mereka valid dan aktif di sistem DTKS.
Kemensos terus mengoptimalkan pembaruan data dan sinkronisasi antara dinas sosial daerah, bank penyalur, serta pendamping lapangan agar distribusi bansos semakin tepat sasaran dan tepat waktu.
Jika Anda termasuk penerima manfaat, segera lakukan pengecekan dan jangan tunda proses pencairan. Gunakan dana dengan bijak sesuai kebutuhan pokok keluarga.
Hingga awal Juli ini, pencairan terus berlangsung dan dipastikan akan menjangkau seluruh penerima sesuai dengan jadwal wilayah masing-masing. Perhatikan jadwal dari desa atau kelurahan Anda, agar tidak terlewat.
Untuk informasi resmi dan bantuan teknis, masyarakat dianjurkan hanya mengakses saluran resmi Kemensos dan tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
Pencairan Bansos BPNT tambahan Juli 2025 menjadi bukti lanjutan komitmen pemerintah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat rentan di tengah pemulihan ekonomi nasional. (Okt)
















