BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pada Selasa (21/10), hujan deras tidak hanya melanda Kabupaten Purbalingga tetapi juga menerjang wilayah Banyumas dan Banjarnegara, memicu banjir dan tanah longsor.
Guyuran hujan yang intens menyebabkan air sungai serta saluran drainase meluap, menutup akses jalan dan merendam rumah-rumah warga.
Kondisi ini menambah deretan peringatan akan bahaya cuaca ekstrem yang mesti diwaspadai oleh masyarakat setempat.
Di Kabupaten Banyumas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya sembilan titik banjir yang tersebar di berbagai lokasi.
Genangan terparah terjadi di Kelurahan Karangpucung, Kranji, Arcawinangun, dan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan.
Selain itu, Desa Karangrau di Kecamatan Sokaraja dan Desa Karanganyar di Kecamatan Patikraja juga mengalami kondisi serupa.
Abdul Ladjis selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas menjelaskan bahwa banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang tak bisa ditampung oleh sistem drainase yang ada.
“Banjir di Karangrau, Sokaraja, salah satunya karena lekukan sungai dan penyempitan aliran air. Saat debit tinggi, airnya meluap ke permukiman,” ungkap Abdul Ladjis pada Rabu (22/10).
Ketinggian genangan air rata-rata mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Meski demikian, genangan ini tidak berlangsung lama.
Hanya dua rumah warga yang terdampak lebih serius namun tetap dalam skala ringan tanpa korban jiwa atau luka-luka.
“Hanya dua rumah yang agak terdampak, itu pun tidak lama. Jadi skalanya ringan dan tidak ada korban jiwa maupun luka,” jelasnya lagi.
Menghadapi situasi ini, BPBD Banyumas segera menerjunkan personel gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta relawan untuk membersihkan saluran air dan mendata dampak banjir tersebut.
“Kami tetap siaga karena hujan deras masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Abdul Ladjis mengingatkan sambil menekankan pentingnya kewaspadaan khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rendah serta bantaran sungai.
Sementara itu di Kabupaten Banjarnegara, Sungai Parakan meluap hingga menggenangi jalan desa dan permukiman di Dusun Siwaru RT 02 RW 01 dan RT 02 RW 07.
Ketinggian air mencapai sekitar satu meter merendam setidaknya lima rumah dengan total 21 jiwa terkena dampak langsung dari kejadian tersebut.
“Air datang cepat setelah hujan deras tanpa jeda. Kami langsung evakuasi warga yang rumahnya di dekat sungai,” ujar Darto seorang warga Siwaru menggambarkan situasi mendesak yang terjadi.
Aji Piluroso sebagai Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara membenarkan kondisi tersebut seraya menegaskan langkah-langkah penanganan telah dilakukan secara cepat.
“Kami sudah terjunkan tim untuk menangani luapan Sungai Parakan. Air mulai surut sejak dini hari tapi kami tetap siaga karena cuaca masih ekstrem,” katanya sembari memastikan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah kecamatan dan desa demi memperkuat mitigasi bencana di kawasan rawan.
Cuaca ekstrem ini menjadi tanda bagi masyarakat Banjarnegara untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya mereka yang tinggal di sekitar tebing bantaran sungai serta kawasan rawan longsor.
“Musim baru dimulai dan ini sudah jadi peringatan bagi kita semua,” ujar Aji Piluroso singkat namun penuh makna agar kesadaran masyarakat akan ancaman bencana alam semakin meningkat.
Petugas BPBD Banyumas telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi banjir salah satunya di Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas pada malam kejadian tersebut guna memastikan langkah-langkah tanggap darurat berjalan sesuai prosedur.
Ketika melihat kembali fenomena cuaca ekstrem ini penting bagi setiap elemen masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada pihak berwenang dalam mengatasi bencana tetapi juga turut aktif dalam menjaga lingkungan sekitar.
Berbagai upaya mitigasi seperti membersihkan saluran air secara berkala dapat menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam mencegah potensi bencana di masa mendatang. (jeb/jud/dda)
















