BANYUMASEKSPRES.ID, Menjelang Lebaran 2026, kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru kembali meningkat. Tradisi berbagi uang kepada keluarga, anak-anak, hingga pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) membuat layanan penukaran uang menjadi salah satu yang paling dicari setiap Ramadan.
Untuk memudahkan masyarakat, Bank Indonesia (BI) menghadirkan layanan penukaran uang baru di berbagai titik strategis jalur mudik. Layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh uang pecahan baru dengan lebih mudah dan cepat.
Tidak hanya di kantor bank, tahun ini BI juga membuka layanan penukaran di lokasi mobilitas tinggi seperti bandara dan rest area. Langkah ini dilakukan agar pemudik tetap bisa menukarkan uang meskipun sedang dalam perjalanan pulang kampung.
Program ini merupakan bagian dari layanan bertajuk SERAMBI Peduli Mudik yang disiapkan Bank Indonesia menjelang Idul Fitri 2026.
Bank Indonesia menyediakan fasilitas penukaran uang baru di sejumlah titik penting jalur mudik di seluruh Indonesia. Lokasi yang dipilih meliputi tempat-tempat dengan aktivitas perjalanan yang tinggi.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Muh Anwar Bashori, mengatakan bahwa layanan ini disediakan di 55 lokasi strategis. Titik layanan tersebut tersebar di berbagai tempat seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, hingga rest area di jalur tol.
Menurutnya, penambahan lokasi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang Lebaran. Banyak masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil untuk berbagai keperluan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Layanan penukaran uang baru tambahan melalui program SERAMBI Peduli Mudik dilaksanakan selama dua hari. Program ini ditujukan khusus bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Bank Indonesia menetapkan jadwal penukaran tambahan tersebut pada 16 hingga 17 Maret 2026. Dalam periode ini, masyarakat dapat menukarkan uang baru di berbagai titik yang telah disiapkan.
Total kuota layanan tambahan yang disediakan mencapai sekitar 11.900 paket penukaran. Setiap paket berisi sejumlah pecahan uang yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran.
Minat masyarakat terhadap layanan penukaran uang baru tahun ini tercatat meningkat signifikan. Data Bank Indonesia menunjukkan adanya lonjakan jumlah penukar dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga 13 Maret 2026, jumlah masyarakat yang telah menukarkan uang melalui layanan resmi mencapai 1.076.282 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 85,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya jumlah masyarakat yang menukarkan uang melalui layanan resmi tercatat sebanyak 580.496 orang. Lonjakan ini menunjukkan tingginya kebutuhan uang pecahan kecil menjelang Lebaran.
Tingginya permintaan tersebut juga menjadi salah satu alasan Bank Indonesia memperluas layanan penukaran uang tahun ini.
Untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia meningkatkan jumlah titik layanan penukaran uang. Perluasan layanan ini dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.
Pada tahun sebelumnya, layanan penukaran uang tersedia di sekitar 5.202 titik layanan. Namun pada tahun ini jumlahnya meningkat signifikan menjadi 9.294 titik layanan.
Dengan penambahan tersebut, akses masyarakat terhadap layanan penukaran uang baru menjadi semakin luas. Masyarakat kini dapat menemukan layanan penukaran lebih dekat dengan lokasi aktivitas mereka.
Menurut Muh Anwar Bashori, tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap uang pecahan kecil masih sangat besar. Hal ini berkaitan erat dengan tradisi yang selalu hadir saat Lebaran.
Uang pecahan kecil biasanya digunakan untuk tradisi berbagi kepada anak-anak atau keluarga saat hari raya. Selain itu, banyak masyarakat juga menyiapkan uang baru untuk kebutuhan THR dan transaksi selama Ramadan.
Tidak hanya untuk tradisi, aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri juga turut meningkatkan kebutuhan uang tunai. Hal ini membuat layanan penukaran uang baru selalu ramai setiap tahunnya.
Karena itu, Bank Indonesia berupaya memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup dengan berbagai pecahan yang dibutuhkan masyarakat.
Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang hanya melalui layanan resmi yang disediakan oleh BI atau perbankan. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan keaslian uang yang diterima.
Penukaran uang di luar layanan resmi, terutama melalui praktik jual beli uang di pinggir jalan, memiliki berbagai risiko. Salah satunya adalah kemungkinan mendapatkan uang palsu atau jumlah uang yang tidak sesuai.
Dengan memanfaatkan layanan resmi, masyarakat dapat memastikan bahwa uang yang diterima asli, jumlahnya tepat, serta proses penukarannya dilakukan secara transparan dan aman menjelang Lebaran 2026. (mdr)
















