Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tiga Kebakaran Rumah Terjadi dalam Sehari di Banyumas, Kerugian Capai Ratusan Juta

Sehari Tiga Rumah TerbakarSehari Tiga Rumah Terbakar
BERJIBAKU: Petugas Damkar Banyumas memadamkan kebakaran rumah yang terjadi di salah satu lokasi kejadian, di Kembaran, Banyumas, Jumat (19/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pada Jumat, 19 Juni, UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas menghadapi tantangan besar setelah terjadi tiga insiden kebakaran rumah yang berlangsung dalam waktu singkat di berbagai lokasi.

Dalam rentang waktu hanya beberapa jam, petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar di Kecamatan Kebasen, Cilongok, dan Kembaran.

Beruntung, semua insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi total kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 08.20 WIB di rumah milik Darmi (63) yang berlokasi di Desa Adisana RT 04 RW 10, Kecamatan Kebasen.

Saat kejadian berlangsung, rumah dalam keadaan kosong sehingga api tidak segera terdeteksi oleh penghuni.

Menurut dugaan awal, kobaran api berasal dari kompor yang masih menyala setelah digunakan untuk merebus air dan lupa dimatikan.

Api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar bangunan rumah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material diperkirakan mencapai hampir Rp100 juta.

Warga setempat sempat berusaha memberikan pertolongan sebelum petugas tiba dan berhasil menjinakkan api.

Insiden kebakaran kedua muncul sekitar pukul 10.00 WIB di Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok.

Kali ini kebakaran terjadi pada dapur rumah milik Tarisah dan kembali dipicu oleh aktivitas memasak menggunakan tungku tradisional.

Pemilik rumah sedang merebus air saat batang klaras kelapa yang berada di atas tungku jatuh dan tersambar api, mengakibatkan kebakaran pada area dapur.

Warga sekitar segera bergerak cepat dengan menggunakan peralatan seadanya untuk melakukan pemadaman awal.

Kesigapan mereka berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke bagian lain dari rumah.

Akibat kejadian ini, hanya bagian dapur yang mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp3 juta. Beruntung sekali lagi, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Tak lama berselang, selang satu setengah jam kemudian, kebakaran kembali melanda di Desa Kramat RT 01 RW 02, Kecamatan Kembaran.

Rumah milik Jemi dilaporkan terbakar habis akibat api dari tungku pawon yang digunakan untuk memasak nasi.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, menyebutkan bahwa laporan mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 12.30 WIB.

Regu 2 Pos Damkar Kembaran langsung diberangkatkan dua menit setelah laporan masuk untuk menangani situasi darurat tersebut.

“Saat petugas tiba di lokasi kejadian, api sudah membesar sehingga kami harus segera melakukan pemadaman dan pendinginan agar tidak merembet ke bangunan lain,” ungkap Andaru Budilaksono.

Ia menjelaskan bahwa api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang digunakan untuk memasak nasi.

Situasi semakin panik ketika pemilik rumah berteriak meminta bantuan warga setelah melihat kobaran api semakin membesar.

Walaupun warga sempat melakukan penanganan awal untuk mencegah api semakin meluas, sayangnya api telah terlanjur membesar sehingga sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan lagi.

Sekali lagi, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini, namun rumah milik Jemi mengalami kerusakan total dengan kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas menambahkan bahwa ketiga kejadian kebakaran dalam satu hari tersebut didominasi oleh aktivitas memasak di dapur rumah masing-masing pemiliknya.

Oleh karena itu ia mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat menggunakan api dalam kegiatan sehari-hari.

“Ia menegaskan pentingnya memastikan bahwa kompor maupun tungku dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan,” kata Andaru Budilaksono dengan tegas.

Kelalaian kecil seperti lupa mematikan kompor atau tungku saat akan meninggalkan dapur dapat berakibat fatal dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

“Pastikan kompor maupun tungku benar-benar aman sebelum ditinggalkan,” pungkasnya sebagai pesan terakhir kepada warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan alat-alat memasak berbasis api.

Dalam analisis lebih lanjut terhadap fenomena ini, penting untuk dicatat bahwa kesadaran masyarakat terkait keselamatan saat menggunakan alat masak berbasis api sangatlah krusial.

Dengan meningkatnya jumlah kebakaran rumah akibat kelalaian saat memasak seperti yang terjadi baru-baru ini di Banyumas, masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang tepat dalam penggunaan alat masak. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
14 Warga GGI Lapor Polisi

14 Warga Perumahan Griya Golf Indah Cilacap Laporkan Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah

Berita Selanjutnya
Aliansi Kebumen Bersatu Aksi Dukung MBG

Aliansi Kebumen Bersatu Gelar Aksi Damai Dukung Program Makan Bergizi Gratis Prabowo