Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BRI Salurkan Dana TJSL 350 Juta untuk Pembangunan Ruang Kelas di Banjarnegara

BRI Perkuat Akses Pendidikan di BanjarnegaraBRI Perkuat Akses Pendidikan di Banjarnegara
FOTO BERSAMA: Serah terima bantuan program BRI TJSL pembangunan ruang kelas di Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar menjadi salah satu prioritas utama yang terus didorong melalui dukungan fasilitas yang memadai.

Dalam konteks ini, bantuan penting datang dari sektor perbankan, khususnya dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pada kesempatan kali ini, BRI menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan untuk pembangunan ruang belajar di sejumlah lembaga pendidikan yang berada di wilayah Banjarnegara.

Bantuan dari BRI ini ditujukan untuk mendukung pembangunan gedung RA Islamiyah 01 Rakit dan ruang kelas di MI Gelang, dengan total nilai anggaran mencapai sekitar Rp350 juta.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang secara bertahap dilaksanakan oleh BRI di daerah tersebut.

Pemimpin Cabang BRI BO Banjarnegara, Raditya Fatahillah Prayitno, mengungkapkan bahwa penyaluran dana ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan.

Sebelumnya, BRI juga telah melakukan pembangunan aula untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) setempat dengan anggaran sekitar Rp250 juta.

“Ini masih satu rangkaian program TJSL. Harapannya, fasilitas yang lebih baik bisa memberi dampak langsung pada kenyamanan belajar siswa,” ujar Raditya dalam keterangannya pada Selasa (14/4/2026).

Ia menekankan pentingnya kualitas sarana pendidikan, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap proses belajar.

Dengan adanya ruang kelas yang lebih layak dan nyaman, Raditya berharap dapat mendorong peningkatan prestasi siswa di Banjarnegara.

“Kalau fasilitasnya baik, inputnya juga baik. Mudah-mudahan outputnya juga ikut baik. Anak-anak bisa lebih nyaman belajar dan berkembang,” tambahnya.

Jiwa kepedulian BRI terhadap pendidikan tidak hanya berhenti sampai di sini.

Dalam komitmennya untuk terus menyalurkan program sosial serupa setiap tahun, perusahaan pelat merah ini berjanji untuk menyisihkan sebagian keuntungan mereka demi kepentingan masyarakat.

“Di mana kami berada, kami ingin memberi kontribusi positif. Program TJSL ini akan terus berjalan,” tegas Raditya dengan semangat.

Selain fokus pada bantuan sosial dalam bidang pendidikan, BRI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap akses permodalan masyarakat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga saat ini, total penyaluran KUR di Banjarnegara sudah mencapai angka yang mencengangkan yaitu Rp1,34 triliun, dengan puluhan ribu warga menjadi penerima manfaat dari program tersebut.

“Harapannya keberadaan kami tidak hanya di sektor perbankan saja, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Raditya lebih lanjut.

Dukungan BRI dalam bidang pendidikan dan ekonomi ini mencerminkan keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat layanan pendidikan sekaligus mendorong pembangunan daerah dari tingkat paling dasar.

Melihat kembali ke belakang, kita dapat memahami bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan memerlukan kerjasama antara berbagai pihak.

Tidak hanya pemerintah dan lembaga pendidikan itu sendiri, tetapi juga sektor swasta seperti perbankan yang berperan penting dalam memberikan dukungan finansial dan sarana prasarana pendidikan.

Bantuan dari BRI ini bukan hanya sekadar sumbangan fisik berupa gedung atau ruang belajar semata, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda di Banjarnegara.

Tentu saja, harapan besar muncul dari para orang tua dan masyarakat umum mengenai hasil jangka panjang dari program-program semacam ini.

Apakah dengan adanya ruang kelas baru dan fasilitas pendukung lainnya, anak-anak akan mampu berprestasi lebih baik? Apakah mereka akan merasa lebih termotivasi untuk belajar? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang seringkali muncul dalam benak para orang tua serta anggota masyarakat ketika melihat upaya-upaya perbaikan seperti ini dilakukan.

Selain itu, dampak positif lain dari inisiatif semacam ini adalah peningkatan minat anak-anak untuk bersekolah secara rutin.

Dengan fasilitas yang lebih memadai, anak-anak cenderung merasa lebih nyaman berada di lingkungan sekolah dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Oleh karena itu, harapan akan terciptanya suasana belajar yang kondusif sangatlah realistis jika disertai dengan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait.

Melihat realitas saat ini di mana tantangan bagi dunia pendidikan semakin kompleks akibat pandemi dan kondisi sosial-ekonomi yang tidak menentu, program-program seperti TJSL BRI menjadi semakin relevan dan krusial.

Sektor pendidikan membutuhkan perhatian lebih agar dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas baik secara akademis maupun karakter moral.

Secara keseluruhan, program dukungan sosial dari BRI mencerminkan kepedulian nyata perusahaan terhadap kondisi masyarakat sekitar serta kesadaran bahwa investasi dalam pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. (Ads/jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
242.280 Peserta PBI JKN Aktif Lagi

242 Ribu Peserta PBI JKN Direaktivasi, Mensos Prioritaskan Pasien Penyakit Berat

Berita Selanjutnya
Diduga Tarik Bayaran Foto Bareng

Heboh! Pinkan Mambo Diduga Pungut Bayaran dari Fans yang Minta Foto Bareng