Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Banjarnegara Genjot Wisata Lewat Kolaborasi Agen Travel Nasional

Kolaborasi Lintas Daerah Bidik Wisatawan NasionalKolaborasi Lintas Daerah Bidik Wisatawan Nasional
SEREMONIAL: Serah terima cindera mata dalam perayaan HUT ke-8 PINUS

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam upaya untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Banjarnegara, pemerintah daerah setempat tidak lagi bergantung pada promosi tradisional semata.

Mereka mulai membuka ruang untuk pertemuan langsung antara pelaku wisata lokal dan jaringan industri pariwisata nasional, sebuah langkah yang dianggap strategis untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata di wilayah ini.

Momentum penting ini tampak jelas dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-8 Pariwisata Nusantara (PINUS), yang diadakan di Pendopo Dipayudha pada Selasa malam, 14 April 2026.

Acara ini dihadiri oleh ratusan pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Kalimantan, dan Bali, yang semuanya berkumpul dalam satu forum untuk berbagi ide dan membangun kolaborasi.

Ketua PINUS, Budi Utomo, menekankan bahwa kekuatan utama dari forum ini terletak pada jejaring yang dimiliki oleh para anggotanya.

Menurutnya, “Sekira 75 persen dari 1.100 anggota kami adalah agen travel. Mereka ini yang nanti bisa langsung menjual paket wisata Banjarnegara ke pasar yang lebih luas.”

Ini menunjukkan bahwa potensi besar dari paket wisata Banjarnegara dapat dijual secara efektif melalui jaringan yang sudah ada.

Budi Utomo juga menilai bahwa kolaborasi lintas daerah menjadi kunci dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Banjarnegara.

Dengan adanya jaringan yang kuat, promosi wisata tidak hanya akan berhenti pada tingkat lokal tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Hal ini menjadi sangat penting dalam konteks persaingan industri pariwisata saat ini.

Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya sektor pariwisata bagi ekonomi masyarakat setempat.

Dia menegaskan bahwa pariwisata bukan sekadar sektor hiburan belaka, tetapi juga merupakan penggerak ekonomi masyarakat di Banjarnegara.

“Banjarnegara ini unik. Tanpa tol, tanpa jalur kereta api, tapi kita tetap masuk 10 besar kunjungan wisata,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan potensi besar yang dimiliki oleh daerah ini meskipun dengan infrastruktur transportasi yang terbatas.

Wakhid Jumali juga menyoroti bahwa salah satu daya tarik utama pariwisata di Banjarnegara adalah Dataran Tinggi Dieng, terutama kawasan candi yang menyimpan sejarah dan budaya yang kaya.

Namun dia menegaskan bahwa Banjarnegara tidak hanya bergantung pada Dieng sebagai satu-satunya destinasi wisata unggulan.

Terdapat sejumlah destinasi lain yang juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dipromosikan lebih lanjut.

Beberapa tempat lain yang mulai didorong sebagai tujuan wisata adalah arung jeram di Sungai Serayu serta wisata alam di Telaga Merdada dan Telaga Dringo.

Keberadaan berbagai destinasi tersebut menunjukkan keberagaman potensi pariwisata di Banjarnegara, dan tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Salah satu sesi kunci dalam kegiatan perayaan HUT ke-8 PINUS adalah table top meeting, yaitu pertemuan langsung antara pelaku wisata lokal dengan agen perjalanan dari luar daerah.

Dalam sesi ini, paket-paket wisata dinegosiasikan dan ditawarkan secara langsung kepada agen perjalanan.

Format seperti ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan promosi satu arah yang sering kali kurang memberikan hasil optimal.

Dalam forum tersebut, pelaku wisata tidak hanya memperkenalkan destinasi mereka tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun kerja sama konkret dengan agen perjalanan luar daerah.

Pertemuan tersebut memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk saling memahami kebutuhan dan potensi masing-masing, sehingga dapat menciptakan sinergi positif dalam pengembangan pariwisata.

Melihat antusiasme para peserta acara tersebut, terlihat jelas bahwa ada harapan besar bagi masa depan pariwisata di Banjarnegara.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah serta kolaborasi antara pelaku industri lokal dan nasional, diyakini bahwa potensi pariwisata di wilayah ini akan semakin meningkat. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Teman Setia Anak Anak di Minggu Pagi

Doraemon dan Kartun 90-an yang Membentuk Masa Kecil Generasi Milenial

Berita Selanjutnya
Dokter Spesialis Turun ke Desa

Program "Sehat Bareng Biyunge” di Kebumen Hadirkan Dokter Spesialis ke Desa