BANYUMASEKSPRES.ID, Aktris Rachel Amanda baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan membagikan momen unik yang menggambarkan aktivitasnya sebagai seorang tukang.
Dalam video yang diunggah di media sosial, ia menunjukkan keterampilannya dalam melakukan pekerjaan praktikal di rumah bersama suaminya, Narawastu Indrapraja.
Segmen yang dinamakan #AMandor ini menjadi sorotan banyak orang karena menampilkan sisi berbeda dari kehidupan sehari-hari seorang aktris.
Rachel Amanda menjelaskan bahwa ketertarikan dan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan praktikal ini bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba.
“Kebetulan memang pekerjaan praktikal saya lebih pintar, dan lebih apa ya kebetulan tangannya lebih jago untuk merakit-rakit sesuatu gitu,” ungkapnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Rachel tidak hanya memiliki bakat di dunia akting, tetapi juga keterampilan dalam hal-hal teknis yang sering kali dianggap remeh oleh banyak orang.
Dalam wawancaranya, Rachel mengungkapkan bahwa aktivitas menukang tersebut terasa seperti bagian dari identitas dirinya ketika berada di rumah.
“Jadi kayaknya itu ranahku gitu sebagai orang yang di rumah,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa dia merasa nyaman dan berdaya saat menjalani aktivitas tersebut, yang mungkin bisa menginspirasi perempuan lain untuk mengeksplorasi kemampuan mereka di luar peran tradisional.
Rachel Amanda tidak hanya terbatas pada satu jenis pekerjaan di rumah. Ia mengaku sering melakukan banyak hal sekaligus alias multitasking, suatu kemampuan yang umum dimiliki perempuan modern.
“Oh ya pasti itu mah. Maksudnya memang di satu sisi mungkin kadang-kadang ada ekspektasi, tapi mungkin ya karena dari ekspektasi itu kadang-kadang jadi perempuan tuh kita naluriahnya tuh jadi ‘ah bentar ya, ini kayaknya yang ini juga harus gue urusin’ gitu,” ujarnya.
Pernyataan ini mencerminkan realitas perempuan zaman sekarang yang sering kali harus menyeimbangkan berbagai tanggung jawab.
Namun, meskipun Rachel menikmati aktivitas tersebut dan bangga dengan kemampuannya, ia juga menyadari pentingnya untuk menjaga batasan dalam melakukan segala sesuatu.
Ia menekankan bahwa meskipun multitasking dapat menjadi hal positif, tetap harus dilakukan dengan bijak dan dalam batasan yang aman.
“Tapi mungkin dalam skala tertentu masih sehat gitu. Tapi kalau sudah membahayakan fisik, sudah membahayakan, di film ini ya nyawa mungkin taruhannya, ya itu kan sudah jangan ya gitu, jangan menormalisasikan perempuan bekerja seperti itu,” tegasnya.
Melalui pernyataan tersebut, Rachel Amanda mengajak publik untuk berpikir kritis mengenai ekspektasi terhadap perempuan dalam masyarakat modern.
Kesehatan fisik dan mental seharusnya menjadi prioritas utama, apalagi bagi mereka yang memiliki karier di industri hiburan yang seringkali menuntut banyak dari mereka.
Rachel adalah contoh nyata dari seorang perempuan yang tidak hanya berusaha memenuhi ekspektasi sosial tetapi juga berjuang untuk menemukan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.
Dengan berbagi pengalamannya melalui segmen #AMandor ini, ia berharap dapat memberikan inspirasi kepada perempuan lain agar berani mengeksplorasi kemampuan mereka tanpa merasa tertekan oleh norma-norma masyarakat. (*/dda)
















