BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Program bus sekolah yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjarnegara masih terus beroperasi, meskipun pelaksanaan layanan ini belum sepenuhnya optimal akibat keterbatasan anggaran yang ada.
Hingga saat ini, layanan bus sekolah baru mampu melayani satu rute dengan jadwal keberangkatan yang sangat terbatas.
Menurut Raul, staf Seksi Angkutan Jalan Dishub Banjarnegara, layanan bus sekolah ini telah dimulai sejak tahun lalu.
Namun, karena kendala biaya operasional yang terbatas, bus hanya dapat beroperasi dua hari dalam seminggu.
“Operasional masih terbatas. Dalam satu minggu, kami hanya bisa berangkat dua kali, yaitu setiap Senin dan Rabu, dengan jadwal berangkat pagi dan pulang sore. Kami juga sering menyesuaikan dengan kondisi siswa di sekolah, sehingga komunikasi dengan pihak sekolah sangat penting,” ungkap Raul.
Layanan bus sekolah ini memiliki rute keberangkatan dari Banjarnegara menuju Terminal Mandiraja, Pucang, Jenggawul, Linggasari, dan Wanadadi sebelum akhirnya kembali ke kantor Dishub.
Sedangkan untuk rute pulang, bus akan melewati Rakit, Mandiraja, dan kembali ke Banjarnegara.
Sekolah-sekolah yang terlayani merupakan yang berada di sepanjang jalur tersebut.
Secara keseluruhan, terdapat tiga hingga empat sekolah yang saat ini mendapatkan akses layanan bus sekolah ini.
Raul menjelaskan bahwa sebenarnya Dishub memiliki dua armada bus sekolah, yakni satu unit elf dan satu bus ukuran tiga perempat. Namun hingga kini hanya satu armada saja yang dapat dioperasikan.
“Karena keterbatasan anggaran, saat ini baru bus ukuran tiga perempat yang berjalan. Pengoperasian juga dilakukan oleh petugas Dishub sendiri,” tambahnya.
Dalam setiap perjalanan, jumlah penumpang rata-rata mencapai antara 20 hingga 27 siswa.
“Kadang-kadang jumlah penumpang bisa lebih banyak dari kapasitas ideal. Kapasitas bus kami adalah 26 kursi duduk dan empat berdiri. Tapi jika sudah penuh, terpaksa ada siswa yang belum bisa ikut demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” jelas Raul.
Keberadaan bus sekolah ini ternyata memberikan dampak positif bagi pelajar di wilayah Banjarnegara yang minim akses transportasi umum.
Selain mempermudah akses transportasi bagi siswa, layanan ini juga diharapkan dapat mengurangi angka pelajar di bawah umur yang menggunakan kendaraan bermotor sendiri untuk pergi ke sekolah.
Hal ini menjadi perhatian penting mengingat meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
Melihat situasi ini, Dinas Perhubungan Banjarnegara terus melakukan berbagai upaya agar layanan bus sekolah ke depannya dapat lebih optimal.
Salah satu langkah strategis yang sedang dipertimbangkan adalah mendorong agar kedua armada bus yang dimiliki oleh Dishub dapat beroperasi secara bersamaan.
Dengan demikian, diharapkan layanan transportasi bagi siswa tidak hanya lebih efektif tetapi juga lebih aman. (*/stch/dda)
















