BANYUMASEKSPRES.ID, Persaingan di pasar mobil listrik Indonesia kian ketat seiring derasnya penetrasi produsen otomotif global, terutama dari Tiongkok.
Di tengah tren kendaraan ramah lingkungan yang terus meningkat, berbagai brand berlomba mengukuhkan posisinya, termasuk Chery, yang kian percaya diri di segmen kendaraan listrik (EV).
Head of Brand PT Chery Sales Indonesia (CSI), Rifki Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya saat ini berhasil memimpin pasar mobil listrik di segmen SUV.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), periode Januari hingga April 2025 mencatat dominasi Chery di segmen tersebut.
“Yang sudah kita ketahui berdasarkan data Gaikindo Januari hingga April 2025, Chery masih memimpin pasar EV di segmen SUV, karenanya kami tidak ada rencana pemangkasan harga jual produk saat ini,” kata Rifki dengan percaya diri.
Meski mengakui bahwa dinamika pasar kendaraan listrik sangat kompetitif, Rifki menegaskan bahwa fokus utama Chery bukan pada persaingan harga, melainkan pada pemenuhan ekspektasi pelanggan.
Ia menyebut permintaan terhadap produk EV mereka masih tinggi, dan pihaknya lebih memilih memperkuat kualitas serta layanan purna jual.
“Kita siapkan program untuk konsumen yang mau upgrade garansi baterai seumur hidup, gratis wall charging beserta pemasangannya,” ungkap Rifki, merinci strategi Chery dalam meningkatkan kepuasan konsumen.
Chery juga aktif menggelar berbagai kampanye seperti go green fun, sebuah program yang tidak hanya mendekatkan brand dengan konsumen, tetapi juga mengedukasi publik tentang pentingnya transisi ke kendaraan berbasis listrik.
Menanggapi tekanan harga dari kompetitor, termasuk sesama produsen asal Tiongkok, Rifki menyatakan bahwa Chery tidak akan mengikuti langkah pemotongan harga.
Sebaliknya, mereka akan terus menyesuaikan produk agar lebih relevan dengan kebutuhan konsumen lokal, baik dari segi fitur maupun layanan.
“Mencari peluang pasar yang lain dengan tujuan selalu ingin membuat konsumen Indonesia senang dan bahagia menjadi bagian dari keluarga Chery,” tegas Rifki.
Strategi ekspansi jaringan penjualan juga menjadi fokus utama Chery dalam memperkuat penetrasi di pasar otomotif nasional.
Saat ini, mereka telah mengoperasikan lebih dari 54 dealer resmi di berbagai wilayah Indonesia, dengan target mencapai 80 dealer hingga akhir 2025.
Jangkauan yang luas ini memungkinkan konsumen lebih mudah mengakses layanan dan produk kendaraan listrik Chery, termasuk model andalan mereka, Omoda E5.
Dengan kompetitor seperti BYD, Wuling, hingga Hyundai yang terus meluncurkan model-model baru dan memperluas pasar, langkah Chery yang berfokus pada kualitas, jaringan distribusi, dan kepuasan konsumen menjadi langkah strategis dalam menghadapi persaingan ketat mobil listrik di Indonesia.
Tren kendaraan listrik di Indonesia sendiri terus berkembang seiring kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan elektrifikasi transportasi.
Dengan potensi pasar yang besar dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, Chery melihat peluang jangka panjang yang signifikan di Tanah Air.
Konsistensi dalam menjaga kualitas produk serta pendekatan pelayanan yang menyeluruh diyakini menjadi kunci untuk mempertahankan posisi teratas di pasar SUV listrik Indonesia yang semakin kompetitif. (*/stch)
















