Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dari Purwokerto ke Dunia, Aflaha Prasetyo Diterima di University of Toronto dan 9 Kampus Lain

Impikan di Kanada, Bangga Lolos di TorontoImpikan di Kanada, Bangga Lolos di Toronto
TOP: Aflaha Prasetyo saat mengikuti kegiatan belajar di SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Selasa (7/4/2026). Ia diterima di 10 universitas luar negeri

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Di ruang kelas SMA Al Irsyad Al Islamiyyah Boarding School (AABS) Purwokerto, pada Selasa, 7 April 2026, seorang siswa bernama Aflaha Prasetyo tampak seperti rekan-rekannya, menjalani rutinitas belajar dengan tenang.

Namun, di balik penampilannya yang biasa saja, tersimpan prestasi yang luar biasa dan menginspirasi banyak orang.

Aflaha, siswa berusia 17 tahun ini, baru saja menerima kabar menggembirakan bahwa ia diterima di sepuluh universitas luar negeri sekaligus.

Bagi Aflaha, keberhasilan ini bukanlah hasil yang datang begitu saja. Ia telah mempersiapkan langkah-langkah strategis sejak pertengahan kelas 11.

Pada saat itu, ia mulai serius meneliti berbagai jurusan dan universitas dengan reputasi global yang baik.

“Persiapannya sebenarnya dari pertengahan kelas 11. Mulai cari-cari informasi jurusan dan kampus yang risetnya bagus dan reputasinya juga bagus secara global,” ungkapnya.

Untuk mencapai tujuannya, Aflaha melakukan persiapan menyeluruh. Ia mengasah kemampuan bahasa Inggris melalui ujian IELTS yang sangat penting bagi mahasiswa internasional serta menyusun dokumen penting seperti personal statement dan motivation letter.

Selain itu, ia berusaha menjaga nilai akademiknya tetap stabil agar transkrip akhir terlihat baik.

“Di samping itu juga saya mempertahankan nilai supaya nanti di transkrip akhir tetap bagus,” katanya menambahkan tentang fokusnya dalam studi.

Dari sepuluh kampus yang menerima dirinya di negara-negara seperti Kanada, Australia, dan Selandia Baru, ada satu universitas yang menjadi impian sekaligus kebanggaan Aflaha: University of Toronto.

“Yang diimpikan sebenarnya di Kanada karena reputasinya sangat bagus. University of Toronto itu masuk top 29 QS World di dunia. Itu yang paling saya bangga bisa keterima di situ,” ungkapnya dengan antusiasme.

Meski sudah mendapatkan banyak surat penerimaan dari universitas terkemuka tersebut, Aflaha belum mengambil keputusan akhir mengenai universitas mana yang akan dipilihnya.

Ia masih menunggu hasil dari sejumlah kampus lain sambil mempertimbangkan pilihan terbaik untuk masa depannya.

Dalam hal ini, jurusan yang dipilihnya adalah bidang neuroscience dan teknik karena ia percaya bahwa pengalaman belajar di luar negeri akan membuka cara pandang yang lebih luas.

“Kalau studi di luar itu kan bisa membuka wawasan dan sudut pandang yang lebih luas. Harapannya nanti ilmu yang didapat bisa diterapkan kembali di Indonesia,” jelasnya.

Proses pendaftaran ke universitas internasional memang tidak mudah dan sering kali membutuhkan biaya yang cukup besar.

Namun, Aflaha mengungkapkan bahwa peluang untuk mendapatkan beasiswa tetap ada meskipun biasanya hanya bersifat parsial.

“Sebagian besar tetap bayar, tapi biasanya ada scholarship partial. Kalau mau yang full mungkin bisa daftar ke Garuda,” ujarnya menjelaskan tentang kemungkinan pendanaan pendidikan.

Dukungan penuh dari keluarga juga menjadi kekuatan bagi Aflaha dalam menjalani proses ini.

Orang tuanya yang tinggal di Karawang selalu memberikan semangat sejak awal perjalanan pendidikannya.

“Alhamdulillah orang tua sangat senang karena dari awal mereka juga mendukung penuh,” ucapnya dengan rasa syukur atas dukungan keluarga.

Kepala sekolah SMA Al Irsyad Al Islamiyyah Boarding School (AABS), Sudrajat, turut memberikan pendapat mengenai pencapaian luar biasa siswa-siswinya termasuk Aflaha Prasetyo.

Ia menilai bahwa keberhasilan ini mencerminkan tren positif di lingkungan sekolah mereka, di mana semakin banyak siswa mampu diterima di universitas-universitas unggulan dunia.

“Anak-anak kami yang berminat ke luar negeri bisa diterima di kampus-kampus unggulan dunia seperti Amerika, Kanada, Australia, dan New Zealand. Ada yang diterima di tiga, delapan bahkan sepuluh kampus,” katanya menjelaskan semangat belajar para siswa.

Menurut Sudrajat, keberhasilan tersebut didorong oleh motivasi kuat siswa dalam belajar, kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni serta kemandirian mereka dalam proses belajar mandiri.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembinaan karakter sebagai bagian integral dari proses pendidikan mereka.

“Yang membuat kami bangga adalah mereka juga sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Dan Aflaha ini sudah menyetorkan hafalannya 30 juz. Ini menjadi modal yang bagus untuk hidup di negeri orang,” tambah Sudrajat.

Ia menjelaskan lebih lanjut tentang upaya sekolah dalam mempersiapkan siswanya untuk studi luar negeri dengan program pembinaan khusus sejak kelas 10.

Program tersebut meliputi pengenalan kampus-kampus terkemuka di dunia serta pemilihan jurusan sesuai dengan minat masing-masing siswa hingga pendampingan intensif selama proses pendaftaran.

Dengan pencapaian gemilang ini, Aflaha Prasetyo tidak hanya menjadi inspirasi bagi teman-teman sekelasnya tetapi juga bagi generasi muda lainnya yang bercita-cita tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang internasional. (dms/stch/dda)

Berita Sebelumnya
PCNU Siap Kirimkan Tim Terpadu

PCNU Kebumen Tawarkan Rehabilitasi Agama untuk Korban Pencabulan Anak di Karanggayam

Berita Selanjutnya
Mahkota Putra Sediakan Perlengkapan Rumah Tangga

Kado Spesial dan Perlengkapan Rumah Tangga Terjangkau di Mahkota Putra Purwokerto