BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp195 juta kepada 26 penderes yang mengalami kecelakaan kerja akibat terjatuh dari pohon kelapa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka maupun memberikan dukungan kepada keluarga penderes yang meninggal dunia.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendopo Si Panji, Senin (20/7/2026).
Dana bantuan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas Tahun 2026 sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para penderes yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sadewo menyampaikan bahwa profesi penderes memiliki risiko kerja yang sangat tinggi karena setiap hari harus memanjat pohon kelapa dengan ketinggian puluhan meter.
Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu memberikan perhatian khusus kepada para pekerja yang mengalami musibah saat menjalankan pekerjaannya.
“Saya berharap bantuan sosial ini dapat meringankan beban biaya pengobatan dan biaya pemakaman yang ditanggung oleh para penderes dan keluarganya,” ujar Sadewo.
Selain memberikan bantuan sosial, Pemkab Banyumas juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi angka kecelakaan kerja yang selama ini kerap dialami penderes.
Salah satu program yang akan dilakukan adalah mengganti pohon kelapa dalam secara bertahap dengan kelapa genjah, yaitu varietas kelapa yang memiliki tinggi lebih rendah sehingga lebih aman dipanjat.
Menurut Sadewo, hasil perhitungan dan uji coba menunjukkan bahwa penggunaan kelapa genjah tidak hanya meningkatkan keselamatan pekerja, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas penderes.
Ia menjelaskan bahwa seorang penderes yang memanen kelapa dalam pada kondisi cuaca normal hanya mampu menyadap sekitar 25 pohon per hari.
Sementara itu, apabila menggunakan kelapa genjah, jumlah pohon yang dapat dipanen bisa mencapai 100 pohon per hari karena tinggi pohonnya hanya sekitar tiga meter.
“Mudah-mudahan nanti bisa diganti bertahap semuanya. Sudah kita hitung kalau penderes yang sehat menderes kelapa dalam satu hari, cuacanya tidak hujan pagi sore itu maksimal 25 pohon. Kalau kelapa genjah sudah kita hitung dan uji coba bisa 100 pohon, dan tingginya tidak sampai 3 meter,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Banyumas, Joko Siswoyo, menjelaskan bahwa bantuan sosial diberikan kepada penderes yang mengalami luka-luka maupun kepada ahli waris penderes yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
Ia menambahkan bahwa seluruh penerima bantuan merupakan penderes yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pemerintah daerah memberikan bantuan melalui APBD sebagai bentuk perlindungan sosial.
“Bantuan bersumber dari APBD Kabupaten Banyumas Tahun 2026 dan belum tercover BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi korban.
Penderes yang mengalami luka akibat terjatuh dari pohon kelapa menerima bantuan sebesar Rp10 juta per orang, sedangkan ahli waris penderes yang meninggal dunia memperoleh bantuan sebesar Rp5 juta.
Secara keseluruhan terdapat 26 penerima bantuan yang berasal dari 11 kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Rinciannya meliputi Kecamatan Ajibarang sebanyak dua orang, Cilongok lima orang, Kemranjen dua orang, Pekuncen satu orang, Purwojati satu orang, Rawalo satu orang, Somagede tiga orang, Sumbang satu orang, Sumpiuh tujuh orang, Tambak satu orang, dan Wangon dua orang.
Program bantuan sosial ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan tingkat risiko tinggi.
Selain bantuan ketika musibah terjadi, pemerintah juga berupaya menekan angka kecelakaan melalui program budidaya kelapa genjah yang lebih aman dan produktif.
Ke depan, Pemkab Banyumas berharap semakin banyak penderes yang memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga risiko ekonomi akibat kecelakaan kerja dapat diminimalkan.
Di sisi lain, pengembangan kelapa genjah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para penderes di Kabupaten Banyumas. (res/stch/dda)
















