BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pada Rabu (8/4), warga dari empat RT di Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, menunjukkan semangat gotong royong dengan membersihkan ruas Jalan Diponegoro, yang akan menjadi lokasi pembangunan jembatan gantung.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil survei yang dilakukan oleh Tim Kodim 0701 Banyumas dan para konsultan.
Pembersihan dipandang penting agar proses pengukuran lokasi dapat berlangsung dengan lebih optimal.
Kepala Dusun 3 Desa Selanegara, Isbandi, menyatakan bahwa pembersihan lokasi ini merupakan arahan dari konsultan untuk memudahkan pengukuran yang akan dilakukan.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Tim Kodim 0701 Banyumas beserta konsultan telah melakukan survei lokasi.
Dari hasil survei tersebut, terungkap bahwa lebar sungai di bibir atas mencapai 50 meter dengan tinggi dari dasar sungai ke permukaan tanah sekitar 13 meter.
Dalam kondisi banjir, ketinggian air sungai bisa mencapai hingga 10 meter dengan siklus tahunan, sementara saat normal hanya sekitar 1 meter.
Selama ini, akses menuju titik pembangunan jembatan gantung terhalang oleh rumpun bambu yang rimbun.
Hal ini menjadi salah satu kendala utama sebelum warga melakukan pembersihan.
Sejak kegiatan kerja bakti dimulai, warga tampak bergerak cepat untuk membersihkan area tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas setelah tim survei dari Kodim dan konsultan menyampaikan rencana pembangunan kepada mereka.
Pembersihan rumpun bambu di ruas Jalan Diponegoro sebenarnya sudah dimulai sehari sebelumnya.
Warga bahu-membahu menyiapkan akses demi mendukung percepatan pembangunan jembatan gantung yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Isbandi juga menambahkan bahwa sisi barat dan timur sungai padat penduduk, sehingga keberadaan jembatan gantung nantinya sangat penting untuk lalu lintas warga.
Rencana pembangunan jembatan gantung ini muncul sebagai solusi menggantikan jembatan sasak bambu yang selama ini digunakan masyarakat setempat.
Kondisi jembatan tersebut dinilai sudah tidak lagi aman karena mudah lapuk. Dengan adanya jembatan baru ini, diharapkan akses menuju berbagai fasilitas penting akan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.
Fasilitas-fasilitas tersebut meliputi sekolah, puskesmas (pustu), masjid, pasar, serta area persawahan dan kantor pemerintahan desa.
Bahkan lebih jauh lagi, pembangunan jembatan gantung ini juga diharapkan mampu menunjang pengembangan potensi wisata Kedung Kampak yang selama ini ada di daerah tersebut.
Akses yang lebih baik diyakini akan meningkatkan mobilitas tidak hanya bagi warga sekitar tetapi juga bagi para pengunjung yang ingin menikmati daya tarik wisata alam di Kedung Kampak.
Dalam konteks pariwisata lokal, peningkatan infrastruktur seperti jembatan gantung adalah langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi setempat melalui sektor pariwisata.
Isbandi menjelaskan bahwa lokasi awal pembangunan jembatan sasak bambu semula berada di titik Jalan Diponegoro.
Namun, setelah mempertimbangkan kendala bentangan sungai serta aspek teknis lainnya, posisi rencana jembatan kini bergeser ke titik yang lebih memungkinkan untuk dibangun.
Perubahan lokasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek pembangunan jembatan gantung tersebut.
Kepala Desa Selanegara, Imam Susanto, pun berharap agar pembangunan jembatan gantung segera terealisasi di desa mereka.
“Mudah-mudahan jembatan gantung segera terealisasi di desa kami,” ungkapnya penuh harapan.
Kegiatan pembersihan ini bukan hanya mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Desa Selanegara tetapi juga menunjukkan kepedulian mereka terhadap pembangunan infrastruktur yang berdampak positif bagi kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya partisipasi aktif warga dalam proses awal pembangunan ini, harapan akan terciptanya akses yang lebih baik semakin menguat. (fij/stch/dda)
















