BANYUMASEKSPRES.ID, WONOSOBO – Dataran Tinggi Dieng resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional melalui keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 172.K/GL.01/MEM.G/2025.
Penetapan ini dilakukan setelah surat keputusan yang ditandatangani oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada 7 Mei 2025 di Jakarta. Pengumuman resmi ini disambut dengan sukacita oleh masyarakat Dieng dan para pecinta alam dari berbagai penjuru Indonesia.
Geopark Nasional adalah kawasan yang memiliki situs warisan geologi dan bentang alam yang bernilai tinggi, serta kaya akan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya.
Status ini mengakui pentingnya kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian alam dan peningkatan kualitas pariwisata berbasis alam.
Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kemendagri RI, Dr. Bernhard E. Rondonuwu, menyampaikan bahwa penetapan ini menegaskan bahwa Dieng bukan hanya sekadar destinasi wisata pegunungan biasa, melainkan sebuah kawasan strategis nasional yang memiliki potensi luar biasa dalam aspek geologi, ekologi, dan budaya.
“Pengakuan ini sangat penting, karena Dieng kini diakui sebagai kawasan dengan potensi geologi dan budaya yang tak ternilai. Ini bukan hanya tentang pariwisata, tetapi juga tentang pelestarian dan pengembangan wilayah secara berkelanjutan,” ujar Dr. Bernhard.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti, turut merayakan momen bersejarah ini dengan mengirimkan ucapan selamat melalui akun media sosial pribadinya.
Melalui akun X (@susipudjiastuti), Susi menyampaikan rasa syukur atas penetapan ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian dan keindahan alam Dieng.
“Selamat! Dieng sekarang menjadi Geopark Nasional dan harus terus dijaga kelestarian serta keindahannya. Mari kita jaga alam kita untuk generasi mendatang,” tulis Susi dalam unggahan tersebut.
Ucapan selamat dari Susi Pudjiastuti menambah semarak perayaan penetapan Dieng sebagai Geopark Nasional.
Sebagai seorang tokoh yang dikenal peduli terhadap isu lingkungan dan pariwisata berkelanjutan, dukungan Susi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam Dieng.
Dengan status Geopark Nasional, kawasan Dieng diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan lokal dan internasional yang tertarik untuk menjelajahi keajaiban alam dan kekayaan budaya yang dimilikinya.
Ini juga memberikan peluang besar untuk mengembangkan pariwisata yang lebih berkelanjutan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Dieng dikenal dengan kekayaan alam yang luar biasa, termasuk 23 situs warisan geologi (geosite) yang menarik untuk dieksplorasi. Beberapa geosite terkenal di kawasan ini antara lain Telaga Warna, Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Telaga Dringo, dan Sumur Jalatunda, yang semuanya merupakan bukti keindahan dan keajaiban alam yang ada di Dataran Tinggi Dieng.
Status Geopark Nasional ini tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, tetapi juga dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam.
Pemerintah dan masyarakat Dieng diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga kelestarian dan keindahan kawasan ini agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Dengan pengakuan ini, Dieng kini menjadi bagian dari jaringan geopark yang diakui secara internasional, membuka peluang lebih besar untuk menjalin kerjasama dan memperkenalkan kekayaan alam serta budaya Indonesia ke dunia internasional. (*stch)
















