BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi senior Dewi Gita dipercaya menggarap lagu tema atau soundtrack film horor Lastri: Arwah Kembang Desa yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026.
Namun, di balik terpilihnya Dewi Gita sebagai pencipta lagu, ternyata ada cerita menarik yang melibatkan sang suami, Armand Maulana.
Dalam sebuah kesempatan, Dewi Gita mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya bukan sosok pertama yang dihubungi oleh pihak produksi film.
Produser film, Audy Bella, justru awalnya ingin meminta Armand Maulana menciptakan lagu soundtrack untuk film tersebut.
Dengan nada bercanda, Dewi Gita mengaku sempat merasa lucu karena sahabat lamanya itu lebih dahulu mencari Armand Maulana dibanding dirinya.
Menurut Dewi Gita, meski hubungan persahabatan mereka telah terjalin cukup lama, Audy Bella tetap memilih menghubungi Armand lebih dulu untuk menggarap soundtrack film horor tersebut.
“Awalnya dia cari suami saya, Armand Maulana, bukan cari Dewi Gita. Padahal kami sudah bersahabat lama,” ujar Dewi Gita sambil tertawa.
Dewi Gita kemudian menjelaskan bahwa Audy Bella menginginkan lagu yang memiliki nuansa tradisional agar sesuai dengan atmosfer film Lastri: Arwah Kembang Desa.
Namun menurut Dewi Gita, karakter musikal Armand Maulana selama ini tidak terlalu dekat dengan unsur musik tradisional.
Bahkan, ia juga menyebut sang suami belum pernah secara khusus membuat lagu untuk kebutuhan sebuah film, meskipun beberapa lagunya pernah digunakan sebagai soundtrack.
Meski demikian, Dewi Gita tetap menyampaikan permintaan tersebut kepada Armand Maulana sebelum mengambil keputusan.
Setelah berdiskusi dengan sang suami, Dewi Gita akhirnya menghubungi kembali Audy Bella dan menawarkan diri untuk mencoba membuat lagu soundtrack tersebut.
Ia meminta pihak produksi mendengarkan hasil karyanya terlebih dahulu.
Jika dirasa sesuai dengan karakter film, lagu tersebut bisa digunakan. Sebaliknya, jika tidak cocok, ia tidak mempermasalahkannya.
Kepercayaan diri tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah pihak produksi menyukai lagu yang ia ciptakan.
Agar lagu yang dibuat benar-benar selaras dengan cerita, Dewi Gita meminta sinopsis lengkap film Lastri: Arwah Kembang Desa.
Setelah membaca keseluruhan cerita, ia mengaku sangat tersentuh oleh kisah tokoh utama bernama Lastri.
Dari situlah ia mulai menerjemahkan emosi, kesedihan, dan perjalanan karakter tersebut ke dalam lirik serta melodi lagu.
Menurutnya, soundtrack yang baik bukan sekadar lagu pengiring, melainkan mampu memperkuat emosi yang ingin disampaikan film kepada penonton.
Dewi Gita mengungkapkan bahwa proses penciptaan soundtrack tersebut tidak berlangsung singkat.
Ia membutuhkan waktu lebih dari dua bulan untuk menemukan konsep musik yang dianggap benar-benar mewakili karakter Lastri.
Ia mengaku terus mencari “roh” lagu agar setiap nada dan lirik mampu menggambarkan suasana yang dihadirkan dalam film horor tersebut.
Setelah konsep dirasa matang, Dewi Gita kemudian melanjutkan proses produksi bersama partner musiknya yang berada di London, Zevan Susanto.
Meski berada di negara berbeda, Dewi Gita dan Zevan Susanto tetap mampu menyelesaikan aransemen musik secara kolaboratif.
Keduanya menyusun komposisi lagu dari jarak jauh hingga menghasilkan soundtrack yang akhirnya dikirimkan kepada tim produksi film.
Menurut Dewi Gita, respons dari pihak produksi sangat positif. Lagu yang dikirim langsung mendapat persetujuan tanpa banyak revisi.
“Setelah aku kirim, katanya tim produksi langsung suka. Alhamdulillah, baru setelah itu kami membicarakan hal lainnya,” ungkap Dewi Gita.
Film Lastri: Arwah Kembang Desa sendiri menjadi salah satu film horor Indonesia yang dinantikan pada pertengahan 2026.
Kehadiran soundtrack yang digarap Dewi Gita diharapkan mampu memperkuat nuansa emosional sekaligus atmosfer mencekam yang menjadi daya tarik utama film tersebut saat tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026. (*/stch/dda)














