BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pembinaan sepak bola usia dini kembali menjadi perhatian setelah mantan pelatih Tim Nasional Indonesia, Indra Sjafri, menyampaikan bahwa desa-desa di Indonesia masih menjadi sumber utama lahirnya pemain sepak bola berbakat.
Menurutnya, banyak pesepak bola nasional yang berasal dari daerah karena memiliki karakter kuat, kemampuan fisik yang baik, serta semangat juang tinggi.
Hal tersebut disampaikan saat Indra Sjafri melakukan pertemuan dengan Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Sabtu (11/7/2026), untuk membahas strategi pengembangan sepak bola usia dini di Kabupaten Banjarnegara.
Dalam kesempatan tersebut, Indra Sjafri menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki anak-anak desa harus didukung melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kemampuan alami yang dimiliki anak-anak di pedesaan akan berkembang secara maksimal apabila mendapatkan akses terhadap kompetisi, pelatih yang berkualitas, serta pendidikan karakter yang baik sejak usia dini.
Ia menjelaskan bahwa banyak pemain sepak bola Indonesia yang berhasil menembus level nasional bahkan internasional berasal dari desa.
Kondisi lingkungan yang mendukung aktivitas fisik membuat anak-anak memiliki kemampuan gerak yang lebih baik.
Jika potensi tersebut dipadukan dengan sistem pembinaan yang terarah, maka peluang melahirkan pemain profesional akan semakin besar.
Indra Sjafri juga menilai Kabupaten Banjarnegara memiliki rekam jejak yang baik dalam menghasilkan pesepak bola berbakat.
Daerah ini pernah melahirkan nama-nama seperti Syahrian Abimanyu dan Rio Fahmi yang sukses memperkuat Timnas Indonesia serta ikut mempersembahkan medali emas SEA Games.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Banjarnegara memiliki potensi besar untuk terus melahirkan generasi pemain berkualitas.
Karena itu, Indra mendorong pemerintah daerah bersama Askab PSSI dan sekolah sepak bola (SSB) agar terus meningkatkan kualitas pembinaan.
Salah satu langkah yang dianggap paling efektif adalah menghadirkan kompetisi berjenjang yang berlangsung secara rutin sehingga para pemain muda memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah mental kompetitif.
Menurutnya, pembinaan sepak bola tidak cukup hanya mengandalkan latihan.
Kompetisi yang terjadwal dengan baik menjadi bagian penting dalam proses pembentukan pemain karena dapat meningkatkan kemampuan teknik, taktik, mental, serta kedisiplinan.
Selain itu, kualitas pelatih juga harus terus ditingkatkan agar metode pembinaan mengikuti perkembangan sepak bola modern.
Indra Sjafri juga memberikan motivasi kepada anak-anak desa agar tidak merasa minder meskipun berasal dari daerah.
Ia menegaskan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi tinggi di dunia sepak bola.
Dirinya mengaku juga berasal dari desa dan berhasil mencapai level tertinggi sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan hanya bisa diraih melalui kerja keras, disiplin, konsistensi dalam berlatih, serta bimbingan pelatih yang kompeten.
Dengan semangat tersebut, anak-anak Banjarnegara maupun daerah lain memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemain profesional hingga memperkuat Timnas Indonesia pada masa mendatang.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan sepak bola dari tingkat akar rumput.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara akan menggelar Liga Tarkam Bupati Cup yang mulai berlangsung pada Minggu (12/7/2026).
Kompetisi antardesa tersebut diproyeksikan menjadi salah satu turnamen sepak bola terbesar di Jawa Tengah sekaligus menjadi wadah pencarian bakat pemain muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.
Melalui penyelenggaraan Liga Tarkam Bupati Cup, pemerintah berharap semakin banyak pemain potensial yang dapat terpantau oleh pelatih maupun pencari bakat.
Kompetisi ini juga diharapkan menjadi sarana meningkatkan kualitas sepak bola daerah sekaligus memperkuat budaya olahraga di tengah masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah daerah, Askab PSSI, sekolah sepak bola, serta berbagai kompetisi usia dini yang berkesinambungan, Banjarnegara memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah penghasil pemain sepak bola berkualitas di Indonesia.
Kehadiran Liga Tarkam Bupati Cup diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi baru pesepak bola nasional yang mampu bersaing di level internasional. (jud/stch/dda)
















