Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
DPPP Purbalingga Imbau Petani Tanam Palawija di Lahan Kering untuk Cegah Gagal Panen
Satlantas Cilacap Bersihkan Material Tanah di Jalan Ahmad Yani Kroya, Sopir Truk Diminta Taat Aturan

Satlantas Cilacap Bersihkan Material Tanah di Jalan Ahmad Yani Kroya, Sopir Truk Diminta Taat Aturan

Ilustrasi : Perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan raya yang kerap menimbulkan kemacetan, seperti di Jalan Ahmad Yani Kroya.Ilustrasi : Perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan raya yang kerap menimbulkan kemacetan, seperti di Jalan Ahmad Yani Kroya.

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Material tanah yang berserakan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, akhirnya dibersihkan setelah sempat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Material tersebut berasal dari aktivitas pengangkutan proyek pembangunan embung di Desa Sikampuh dan Desa Kedawung yang menyebabkan tanah berceceran di badan jalan hingga menimbulkan debu.

Pembersihan dilakukan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, melalui penyemprotan jalan yang melibatkan Satlantas Polresta Cilacap, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kroya, serta pihak pengembang proyek.

Langkah tersebut diambil untuk mengembalikan kondisi jalan agar bersih, aman, dan nyaman dilalui masyarakat.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Cilacap, Iptu Adim Haryoko, mengatakan sebelum proses pembersihan dilakukan, petugas terlebih dahulu melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek pembangunan embung di Desa Sikampuh dan Desa Kedawung.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan aktivitas proyek berjalan sesuai aturan tanpa membahayakan pengguna jalan.

Selain mengecek kondisi jalan, petugas juga memberikan edukasi kepada para pengemudi truk pengangkut material agar lebih disiplin dalam menjalankan prosedur keselamatan selama proses distribusi material.

“Kami mengingatkan para sopir agar mematuhi aturan lalu lintas dan menutup muatan dengan terpal supaya material tidak berceceran di jalan,” ujar Iptu Adim.

Menurutnya, penggunaan terpal pada bak truk merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah tanah atau material proyek jatuh ke badan jalan.

Material yang tercecer tidak hanya membuat jalan menjadi kotor, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas.

Selain berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir, tanah yang mengering juga dapat berubah menjadi debu ketika dilalui kendaraan.

Kondisi tersebut bisa mengurangi jarak pandang pengguna jalan sekaligus mengganggu kesehatan masyarakat akibat paparan debu.

Satlantas Polresta Cilacap juga melakukan koordinasi dengan pihak pengembang proyek terkait pengaturan rute kendaraan pengangkut material serta lokasi pembuangan tanah.

Langkah ini dilakukan agar aktivitas pembangunan embung tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat maupun pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

“Penyemprotan jalan dilakukan bersama petugas Damkar Kroya dan pihak pengembang untuk membersihkan tanah yang berserakan, serta mengurangi debu di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kroya,” jelasnya.

Proses penyemprotan dilakukan menggunakan armada pemadam kebakaran dengan menyiram seluruh badan jalan yang terdampak material tanah.

Setelah dibersihkan, kondisi jalan kembali lebih aman dan debu yang sebelumnya beterbangan berhasil dikurangi sehingga arus lalu lintas dapat kembali berjalan normal.

Pembangunan embung sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur yang bertujuan meningkatkan ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya untuk mendukung sektor pertanian dan kebutuhan lainnya.

Namun demikian, pelaksanaan proyek tetap harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar, termasuk menjaga kebersihan jalan yang digunakan sebagai jalur distribusi material.

Karena itu, kepolisian mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek agar meningkatkan kepatuhan terhadap aturan keselamatan dan kebersihan.

Pengembang diharapkan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan pengangkut material agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

Iptu Adim berharap seluruh pengemudi truk selalu memastikan muatan tertutup rapat menggunakan terpal sebelum meninggalkan lokasi proyek.

Selain itu, kendaraan juga diimbau tidak membawa muatan melebihi kapasitas agar material tidak mudah tumpah selama perjalanan.

Dengan adanya sinergi antara Satlantas Polresta Cilacap, Damkar Kroya, dan pihak pengembang proyek, diharapkan kegiatan pembangunan embung dapat terus berjalan lancar tanpa mengurangi keselamatan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan.

Kepatuhan terhadap aturan selama proses pengangkutan material menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif bagi pengguna jalan. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Palawija untuk Siasati Lahan Minim Air

DPPP Purbalingga Imbau Petani Tanam Palawija di Lahan Kering untuk Cegah Gagal Panen