BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Purbalingga saat ini dihadapkan pada tantangan besar, yakni meningkatkan perolehan kursi legislatif serta meraih kemenangan dalam Pilkada yang akan datang.
Target ambisius tersebut disampaikan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB yang berlangsung di Braling Grand Hotel pada hari Sabtu, tanggal 18 April 2026.
Dalam acara tersebut, para pengurus partai menggarisbawahi pentingnya konsolidasi dan kaderisasi untuk menghadapi Pemilu 2029, di mana capaian sebelumnya dinilai belum optimal meskipun PKB telah berhasil meraih kursi di tiga level parlemen.
Fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Siti Mukaromah, memaparkan bahwa saat ini perolehan kursi PKB di Purbalingga meliputi satu kursi di DPRD kabupaten, dua kursi di DPRD provinsi, dan satu kursi di DPR RI.
Namun, capaian ini tidak cukup bagi partai yang ingin melakukan lompatan signifikan pada pemilu mendatang.
“Namun perlu ditingkatkan di Pemilu 2029. Target kami adalah 12 kursi untuk DPRD kabupaten dan dua kursi di DPRD Provinsi serta DPR RI,” ujarnya menegaskan komitmen partai tersebut.
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, juga menyoroti potensi besar untuk memenangkan Pilkada jika konsolidasi internal bisa dilakukan dengan baik.
Posisi PKB yang tercatat sebagai peraih suara terbanyak kedua pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 memberikan optimisme tersendiri.
Meskipun demikian, PKB harus mencatat kegagalan dalam mengantarkan pasangan calon yang diusungnya dalam tiga Pilkada terakhir, yakni pada tahun 2015, 2020, dan 2024.
Kegagalan ini menjadi catatan penting yang harus dievaluasi untuk menyusun strategi politik yang lebih efektif ke depan.
Sarif Abdillah menekankan bahwa kolaborasi antara kalangan ulama dan tokoh politik internal PKB menjadi kunci untuk memperkuat basis dukungan dari masyarakat.
Sinergi antara kedua elemen tersebut diharapkan mampu mendongkrak elektabilitas partai menjelang Pilkada yang akan datang.
Hal ini sejalan dengan harapan agar PKB dapat menjadi kekuatan politik yang lebih solid dan terpercaya di mata pemilih.
Ketua DPC PKB Purbalingga, Aman Waliyudin, turut menekankan pentingnya menjaga hubungan erat dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat daerah.
Aman berharap bahwa seluruh elemen NU dapat bersinergi dengan PKB dalam menghadapi Pemilu mendatang.
“Harapannya adalah PKB dan PCNU bisa berjalan bersama. Karena belum semua kader NU masuk sebagai kader dan pengurus PKB,” ungkapnya, menunjukkan betapa pentingnya integrasi antara kedua entitas tersebut demi mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, Ketua Panitia Muscab PKB Purbalingga, Vandi Romadhon, menjelaskan bahwa Muscab kali ini bukan hanya sekadar forum untuk berkumpul tetapi juga sebagai momentum penyusunan kebijakan lima tahunan serta reorganisasi kepengurusan partai.
Forum tersebut menjadi titik awal penentuan arah strategi politik PKB ke depan.
Dalam konteks ini, berbagai program kerja dan rencana aksi strategis akan dirumuskan agar dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing partai.
Adanya dorongan kuat untuk mengoptimalkan konsolidasi internal merupakan langkah strategis yang harus dilakukan oleh PKB agar dapat memperkuat kehadirannya di panggung politik Purbalingga maupun tingkat nasional.
Dengan adanya kerjasama antara kader-kader partai dan organisasi kemasyarakatan seperti NU, harapannya adalah tercipta satu kekuatan politik yang solid dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (tya/stch/dda)
















