Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tiket Transportasi Piala Dunia FIFA 2026 Melonjak, Kereta ke MetLife Stadium Tembus Jutaan

Tiket Transportasi Piala Dunia 2026 MelonjakTiket Transportasi Piala Dunia 2026 Melonjak
Ilustrasi kereta api di Amerika Serikat

BANYUMASEKSPRES.ID, WASHINGTON – Dalam mempersiapkan perhelatan akbar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat (AS), harga tiket transportasi menuju pertandingan mengalami lonjakan yang sangat signifikan, terutama untuk rute kereta api yang menuju kawasan New Jersey.

Hal ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama para calon penonton yang ingin menyaksikan pertandingan langsung di stadion.

Tarif perjalanan yang sebelumnya terjangkau, kini melonjak drastis hingga meroket mencapai jutaan rupiah.

Sebagai contoh, tiket kereta pulang-pergi menuju MetLife Stadium saat ini dipatok sebesar US$ 150, yang setara dengan sekitar Rp 2,55 juta jika mengacu pada kurs Rp 17 ribu per dolar AS.

Lonjakan harga ini cukup mencolok, yakni hampir 12 kali lipat dari tarif normal yang hanya berkisar sekira US$ 12,90 atau setara Rp 219 ribu untuk perjalanan sepanjang 14 kilometer.

Melihat kondisi ini, wajar jika banyak penonton merasa khawatir tentang aksesibilitas transportasi selama perhelatan Piala Dunia.

Lonjakan harga tiket kereta ini tidak terlepas dari biaya operasional tinggi yang harus ditanggung oleh penyelenggara transportasi.

Selain itu, operator transportasi setempat memperkirakan bahwa sekitar 40 ribu penonton akan menggunakan angkutan umum pada setiap pertandingan.

Ini menunjukkan betapa tingginya antusiasme masyarakat terhadap event olahraga terbesar di dunia ini.

Presiden dan CEO NJ Transit, Kris Kolluri, menjelaskan bahwa kenaikan tarif tersebut bukanlah bentuk penetapan harga secara berlebihan, melainkan merupakan upaya untuk menutup biaya operasional yang membengkak selama event berlangsung.

Ia menegaskan bahwa “Ini bukan praktik penentuan harga yang tidak wajar. Kami benar-benar mencoba untuk menutup biaya kami.”

Pernyataan ini memberikan gambaran jelas tentang tantangan finansial yang dihadapi oleh penyelenggara transportasi dalam mendukung mobilitas penonton.

Secara keseluruhan, biaya transportasi untuk mengakomodasi mobilitas penonton diperkirakan mencapai angka fantastis yakni US$ 62 juta atau sekitar Rp 1,05 triliun.

Namun sayangnya, dukungan dana eksternal hanya mencakup sekitar US$ 14 juta atau setara dengan Rp 238 miliar.

Dengan kata lain, sisanya harus ditutupi melalui penyesuaian tarif kepada pengguna jasa transportasi.

Tidak hanya kereta api yang mengalami peningkatan harga tiket secara signifikan.

Alternatif transportasi lainnya juga menunjukkan tren serupa. Misalnya saja layanan bus pulang-pergi dibanderol dengan harga sekitar US$ 80 atau setara dengan Rp 1,36 juta.

Begitu pula biaya parkir kendaraan pribadi yang dapat mencapai angka hingga US$ 225 atau sekitar Rp 3,8 juta.

Hal ini menunjukkan bahwa semua aspek transportasi memang terpengaruh oleh tingginya permintaan seiring dengan mendekatnya acara akbar tersebut.

Stadion MetLife sendiri menjadi salah satu lokasi utama dalam perhelatan Piala Dunia mendatang dan dipastikan akan menjadi tuan rumah berbagai pertandingan penting, termasuk partai final.

Tingginya minat dari para penonton membuat kebutuhan akan layanan transportasi meningkat secara signifikan dan berdampak langsung pada kenaikan biaya layanan.

Dengan situasi seperti ini, banyak pihak berharap agar ada solusi jangka panjang terkait masalah aksesibilitas transportasi bagi para penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BBM Nonsubsidi Melonjak Serentak

Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Antrean SPBU di Banjarnegara Mengular

Berita Selanjutnya
PKB Ditarget 12 Kursi DPRD

DPC PKB Purbalingga Targetkan 12 Kursi DPRD di Pemilu 2029