Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Erosi Sungai Ijo Banyumas Mengancam Jalan dan Irigasi, BBWSSO Pasang Bronjong Darurat

Tebing Sungai Ijo Dipasang BronjongTebing Sungai Ijo Dipasang Bronjong
BRONJONG: Pemerintah Desa Buniayu koordinasi dengan penyedia jasa pembangunan bronjong untuk menangani tebing sungai erosi, Senin (20/4)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Erosi yang terjadi di tebing Sungai Ijo, tepatnya di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) telah meluncurkan langkah strategis dengan melakukan pemasangan bronjong di lokasi yang rawan longsor.

Tindakan ini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, mengingat titik erosi tersebut terletak di area strategis yang berpotensi merusak infrastruktur desa.

Kepala Dusun 4 Desa Buniayu, Supriyanto, menjelaskan bahwa pekerjaan penanganan erosi telah dimulai sejak Sabtu (18/4).

Tahapan awal dari proyek ini difokuskan pada pembersihan area sekitar agar proses pengerjaan dapat berlangsung dengan lancar.

“Kami membersihkan rumpun bambu di sekitar lokasi agar akses untuk alat berat dapat dibuka,” ungkap Supriyanto.

Langkah ini dianggap krusial untuk memudahkan pemasangan bronjong yang direncanakan.

Lebih lanjut, Supriyanto mengungkapkan rincian teknis mengenai pemasangan bronjong tersebut.

“Tebing erosi akan dipasang bronjong sepanjang 50 meter dan tinggi 4 meter,” jelasnya pada Senin (20/4) saat berada di lokasi pengerjaan.

Pemasangan bronjong ini diharapkan mampu menahan pergerakan tanah yang terjadi di tepi sungai.

Selama masa pengerjaan berlangsung, akses jalan desa terpaksa ditutup sementara waktu.

Penutupan jalan ini diperlukan karena lokasi tersebut digunakan sebagai tempat penempatan material batu yang dibutuhkan untuk proyek.

Warga desa pun diminta untuk menggunakan jalur alternatif selama proses pengerjaan berlangsung demi kelancaran dan keselamatan.

Penanganan erosi ini dinilai sangat penting lantaran menyangkut dua aset vital desa yang tidak bisa dianggap remeh.

Pertama adalah badan jalan desa, yang tidak hanya berfungsi untuk aktivitas warga sehari-hari tetapi juga sebagai akses utama bagi para petani.

Selain itu, saluran irigasi yang berada di kawasan tersebut juga memainkan peranan penting dalam pengairan lahan pertanian.

Total terdapat sekitar 105 hektare sawah yang bergantung pada aliran air dari saluran irigasi tersebut, termasuk juga dari petani yang berasal dari Desa Prembun.

“Alhamdulillah, tebing erosi bisa ditangani. Jika tidak, jalan dan saluran irigasi akan longsor,” ujar Supriyanto penuh syukur.

Ia menekankan betapa mendesaknya penanganan ini dilakukan untuk mencegah kerugian lebih besar bagi masyarakat desa.

Titik erosi diketahui terletak di area tikungan sungai, sebuah kondisi yang meningkatkan potensi longsor secara signifikan.

Tanpa tindakan cepat dan tepat, risiko meluasnya kerusakan sangat mungkin terjadi.

Sebelumnya, pemerintah desa telah mengambil dua langkah penanganan darurat menggunakan anggaran penanggulangan bencana pada tahun 2025 lalu.

Namun, baru tahun ini penanganan permanen dapat direalisasikan melalui pemasangan bronjong.

Dengan adanya upaya ini, harapan akan adanya stabilitas pada kondisi tebing sungai semakin meningkat.

Pemasangan bronjong bukan hanya sekadar tindakan sementara tetapi merupakan langkah preventif untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur serta produktivitas pertanian masyarakat setempat.

Penanganan masalah erosi semacam ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan infrastruktur harus ditanamkan kepada setiap individu agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Pentingnya menjaga saluran irigasi juga patut disoroti lebih jauh. Saluran irigasi bukan hanya berfungsi sebagai pengairan sawah tetapi juga menjadi bagian integral dalam ketahanan pangan daerah tersebut.

Dengan memfasilitasi kebutuhan air bagi para petani, saluran irigasi berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
UKM Tari Gita Maheswari Curi Perhatian

Mahasiswa PPGI Kebumen Tampilkan Tari Tradisional Memikat di Wisuda Purna Wiyata

Berita Selanjutnya
Enggan Paksa Diri Overlimit

Jadwal MotoGP Spanyol 2026: Jorge Martin Bidik Hasil Maksimal di Sirkuit Jerez