Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Efektif Kurangi Macet, Jalan Vihara Purwokerto Kini Satu Arah dari MT Haryono ke Katamso

Jalan Vihara Tetap Satu ArahJalan Vihara Tetap Satu Arah
INVENTARISIR: Dishub Banyumas menginventarisir Jalan Vihara. Dengan panjang tidak sampai 300 meter, jalan ini memiliki lebar jalan yang berbeda di sisi timur dan barat

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Setelah penertiban pedagang yang berlangsung satu bulan lalu, arus lalu lintas di Jalan Vihara kini diberlakukan dengan sistem satu arah.

Kebijakan ini diambil sebagai hasil evaluasi menyeluruh terkait kondisi jalan oleh Dinas Perhubungan Banyumas.

Penertiban pedagang tersebut telah berhasil memindahkan mereka ke dalam Pasar Wage, sehingga ruang di jalan pun kembali optimal dan dapat dimanfaatkan demi kelancaran kendaraan yang melintas.

Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas, Sugeng Pujiono, SH, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi jalan.

Proses pengukuran dilakukan untuk memastikan kelayakan jalur tersebut dalam menghadapi arus lalu lintas.

Inventarisasi ini melibatkan pengukuran panjang dan lebar jalan, serta pengecekan rambu dan marka yang ada.

Berdasarkan hasil evaluasi ini, Jalan Vihara dinyatakan layak untuk diterapkan sistem satu arah.

“Masih berlaku satu arah dari Jalan MT. Haryono menuju ke Jalan Brigjen Katamso,” ungkap Sugeng saat ditemui awak media pada Senin (20/4).

Penetapan arah satu ini dinilai paling efektif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Sugeng juga menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisi fisik Jalan Vihara. Dengan panjang mencapai 274 meter, sebagian besar dari ruas jalan ini memiliki lebar yang terbatas.

Dari total panjang tersebut, sebanyak 205 meter memiliki lebar sekitar lima meter, sementara sisanya sepanjang 69 meter memiliki lebar hingga 12,5 meter.

Kondisi jalan yang sempit menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengaturan lalu lintas di area itu.

“Jalan yang sempit tidak memungkinkan untuk dua arah secara optimal,” tambah Sugeng.

Meski sudah ada pengaturan arus lalu lintas yang jelas, Sugeng mengakui bahwa rambu-rambu lalu lintas di jalan tersebut perlu diperhatikan lebih lanjut.

Saat ini terdapat dua titik rambu lalu lintas yang terpasang di bagian barat dan timur jalan. Namun, ia mencatat bahwa marka jalan belum terlihat jelas sepanjang ruas tersebut.

“Belum ada rencana pemarkaan. Mungkin dulu ada tapi memudar,” terang dia.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pengembangan dan peningkatan infrastruktur ke depan.

Selain pengaturan arus lalu lintas itu sendiri, pengawasan juga terus dilakukan untuk memastikan ketertiban dan kelancaran mobilitas di Jalan Vihara.

Petugas dari Seksi Manajemen Lalu Lintas rutin berjaga-jaga untuk menjaga ketertiban arus kendaraan.

Pengawasan ini difokuskan pada akhir pekan ketika aktivitas masyarakat cenderung meningkat.

Dengan adanya penjagaan yang ketat, diharapkan pelanggaran arus lalu lintas dapat diminimalisir.

“Selain piket ATCS (Automatic Traffic Control System), ada petugas yang berjaga di Jalan Vihara pada akhir pekan,” pungkas Sugeng.

Sugeng menambahkan bahwa pengawasan masih berlangsung pada shift malam hingga pagi hari. Petugas berjaga mulai pukul 24.00 hingga 06.00 WIB setiap harinya.

Kehadiran petugas pada malam hari ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan mencegah potensi kemacetan yang mungkin terjadi akibat jumlah kendaraan yang meningkat saat malam hari.

Dengan kebijakan baru ini, harapan masyarakat pun semakin tinggi agar kondisi lalu lintas di wilayah Purwokerto dapat terus membaik.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan berkala terhadap infrastruktur jalan serta rambu-rambu lalu lintas agar selalu dalam kondisi baik dan mudah terlihat oleh pengguna jalan. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Haaland Enggan Minta Maaf

Haaland Santai Meski Ditegur, Pilih Tak Minta Maaf Usai Laga Manchester City vs Arsenal

Berita Selanjutnya
Lia Mahfuroh Ajak Perempuan Purbalingga Mandiri Ekonomi dan Kuat Spiritual

Perempuan Mandiri dan UMKM Naik Kelas, Pesan Lia Mahfuroh di Hari Kartini 2026