BANYUMASEKSPRES.ID, Gelombang film horor Indonesia kembali memanas pada Februari 2026. Sejumlah judul baru siap menghantui layar lebar dan memanjakan para pencinta sinema Tanah Air.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Pocong Merah, film horor terbaru karya sineas Hendra Lee yang dijadwalkan tayang mulai 19 Februari 2026 di bioskop Indonesia.
Film Pocong Merah diproduksi oleh Checklist Cinema dan mengusung kisah yang berakar pada legenda kelam. Cerita ini berangkat dari sosok perempuan bernama Katiyem, seorang dukun santet yang hidupnya dipenuhi stigma dan ketakutan warga sekitar.
Setelah mengalami kematian tragis, Katiyem bangkit dalam wujud pocong merah yang membawa dendam tak terselesaikan.
Teror tersebut kemudian menghantui sebuah keluarga yang baru pindah ke Desa Kaliboyong. Desa ini perlahan berubah menjadi ruang penuh ketegangan dan misteri. Dendam Katiyem seakan menjadikan Desa Kaliboyong sebagai pusat kegelapan yang sulit dihindari.
Film horor Pocong Merah tidak hanya menawarkan adegan menyeramkan. Kisah tragis Katiyem juga merefleksikan beratnya pilihan moral yang harus dihadapi manusia.
Dendam yang dipelihara membawa dampak panjang, sementara keberanian untuk melawan kegelapan menjadi kunci utama dalam alur cerita. Dari sisi pemain, film ini menghadirkan sejumlah nama yang siap menghidupkan konflik di layar.
Adinda Halona dipercaya memerankan Nadia, sosok kakak yang tegar dan menjadi pusat perlawanan terhadap teror pocong merah. Nadia digambarkan sebagai figur penyelamat keluarga yang tidak menyerah pada ancaman supranatural.
Ahmad Pule berperan sebagai Joko. Karakter ini menjadi garis pertahanan terakhir dalam menghadapi kutukan abadi yang menghantui keluarganya. Ia juga harus menghadapi konflik emosional ketika berhadapan dengan kakaknya sendiri, membuat tensi cerita semakin kuat.
Yogi Werner tampil sebagai Aryo, antagonis utama sekaligus dalang ritual kebangkitan pocong merah. Aryo digambarkan memiliki obsesi mendalam untuk menghidupkan kembali sang ibu. Ambisi tersebut justru memicu rangkaian peristiwa mengerikan yang sulit dikendalikan.
Dalam proses produksinya, Hendra Lee menekankan pendekatan visual yang kuat. Ia memilih lokasi syuting dengan nuansa mistis di wilayah Banyumas dan sekitarnya demi membangun atmosfer horor yang autentik dan menegangkan.
Beberapa lokasi kunci yang digunakan antara lain Curug Cipendok di Banyumas. Air terjun yang indah ini menjadi latar salah satu adegan penting dalam film, menciptakan kontras antara keindahan alam dan ketegangan cerita.
Selain itu, tim produksi juga memanfaatkan Hutan Pinus Sawangan di Ajibarang. Hutan dengan suasana sunyi dan gelap tersebut menghadirkan atmosfer mencekam yang memperkuat nuansa teror dalam Pocong Merah.
“Selain itu, berbagai titik lain di kawasan Banyumas juga dimanfaatkan untuk memperkuat dunia Desa Kaliboyong yang menjadi sarang dendam Katiyem dan teror Pocong Merah,” kata Hendra Lee.
Pocong Merah sekaligus menandai debut layar lebar Hendra Lee sebagai sutradara. Sebelumnya, ia telah lama berkiprah di berbagai posisi teknis dan kreatif dalam industri film maupun televisi.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam meracik film horor Indonesia yang sarat makna. Ia membawa filosofi bahwa film yang baik harus memiliki rasa, isi, kunci, dan pelajaran yang sampai ke penonton.
Tema dendam, pilihan moral, serta keberanian melawan kegelapan yang diangkat dalam Pocong Merah terasa relevan hingga kini.
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada barisan pemain yang relatif segar. Kehadiran wajah-wajah baru diharapkan mampu mendorong regenerasi keaktoran dalam industri film nasional, khususnya di genre horor Indonesia yang terus berkembang.
Selain Adinda Halona, Ahmad Pule, dan Yogi Werner, film ini juga menghadirkan Putri Nabilla Aurora. Aktris yang akrab disapa Billa Aurora tersebut merupakan talenta muda asal Pekanbaru, Riau.
Meski baru berusia 17 tahun, performanya disebut mampu menghidupkan karakter dengan emosi dan dinamika yang ekstrem dalam Pocong Merah. Energi muda yang ia bawa memberi warna berbeda pada alur cerita yang penuh ketegangan dan konflik batin.
Dengan kombinasi legenda lokal, lokasi syuting bernuansa mistis, serta jajaran pemain muda berbakat, film Pocong Merah siap menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinantikan pada Februari 2026.
Film ini tidak hanya mengandalkan sosok pocong merah sebagai sumber teror, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang dendam dan keberanian menghadapi kegelapan. (vip)
















