BANYUMASEKSPRES.ID, Keputusan steward pada balapan Formula 1 GP Belgia 2026 menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan usai balapan berakhir.
Dua insiden yang sama-sama melibatkan kontak antarmobil menghasilkan keputusan berbeda.
Lewis Hamilton dijatuhi penalti lima detik setelah bersenggolan dengan George Russell, sementara Charles Leclerc tidak menerima hukuman meski terlibat insiden dengan Oscar Piastri.
Perbedaan keputusan tersebut memunculkan perdebatan di kalangan penggemar Formula 1.
Banyak yang mempertanyakan mengapa dua insiden yang terlihat hampir serupa justru menghasilkan sanksi yang berbeda.
Koresponden Formula 1 BBC, Andrew Benson, menjelaskan bahwa keputusan steward tidak hanya didasarkan pada adanya kontak antarmobil, tetapi juga mempertimbangkan posisi kedua mobil, hak atas racing line, hingga peluang melakukan manuver menyalip sesuai pedoman balap FIA.
Pada insiden yang melibatkan Lewis Hamilton dan George Russell di lap pertama, steward menilai mobil Mercedes milik Hamilton sudah berada cukup sejajar dengan Ferrari saat memasuki tikungan.
Dalam kondisi tersebut, Russell dianggap memiliki hak untuk memperoleh ruang balap yang memadai.
Namun, saat memasuki tikungan, mobil Hamilton kehilangan traksi sehingga sedikit melebar.
Meskipun pembalap juara dunia tujuh kali itu berusaha mengendalikan mobilnya, kontak tetap tidak dapat dihindari.
Benturan tersebut menyebabkan mobil Russell mengalami kerusakan dan tidak dapat melanjutkan balapan.
Berdasarkan hasil investigasi, steward menyimpulkan Hamilton menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Sesuai regulasi, hukuman standar untuk pelanggaran seperti itu adalah penalti waktu 10 detik.
Akan tetapi, steward memberikan keringanan dengan mengurangi hukuman menjadi lima detik.
Keputusan tersebut diambil karena Hamilton dinilai tidak melakukan manuver agresif secara sengaja, sementara insiden juga terjadi pada lap pertama, yang dalam beberapa kasus memang mendapatkan toleransi lebih besar mengingat padatnya posisi mobil di awal balapan.
Berbeda dengan kasus Hamilton, insiden antara Charles Leclerc dan Oscar Piastri dinilai memiliki karakteristik yang berbeda.
Steward menyebut mobil McLaren milik Piastri memang sempat memiliki overlap dengan Ferrari, tetapi posisi as roda depannya belum cukup sejajar untuk dianggap telah berhasil melakukan manuver menyalip.
Dalam aturan Formula 1, pembalap yang bertahan tidak memiliki kewajiban penuh memberikan ruang apabila mobil lawan belum mencapai posisi tertentu saat memasuki tikungan. Karena itulah Leclerc tidak dianggap melakukan pelanggaran yang mengharuskannya menerima penalti.
Meski demikian, keputusan tersebut tetap menuai kritik. Sejumlah pengamat dan penggemar menilai Leclerc bergerak terlalu dekat ke racing line sehingga memicu kontak dengan Piastri.
Bos McLaren, Andrea Stella, turut memberikan pandangannya terkait insiden tersebut.
Menurutnya, pembalap yang mempertahankan posisi di sisi dalam tikungan seharusnya tetap memberikan ruang yang cukup kepada lawannya guna menghindari benturan.
Ia menilai penerapan ruang balap yang lebih baik akan meningkatkan keselamatan pembalap sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang dapat memengaruhi jalannya balapan.
Kontroversi di GP Belgia 2026 kembali memperlihatkan bahwa keputusan steward dalam Formula 1 tidak hanya bergantung pada hasil akhir sebuah insiden, melainkan juga didasarkan pada berbagai aspek teknis yang telah diatur dalam pedoman balap FIA.
Faktor seperti posisi mobil saat memasuki tikungan, tingkat overlap, hak atas racing line, hingga situasi balapan menjadi pertimbangan utama sebelum steward menjatuhkan sanksi kepada pembalap.
Karena itu, dua insiden yang tampak serupa belum tentu menghasilkan hukuman yang sama.
Setiap kejadian dianalisis secara terpisah menggunakan data telemetri, rekaman video dari berbagai sudut, serta informasi teknis lainnya sebelum keputusan resmi diumumkan.
Kasus Hamilton dan Leclerc di Formula 1 GP Belgia 2026 menjadi contoh bagaimana detail kecil, seperti posisi roda depan dan hak atas jalur balap, dapat menentukan apakah seorang pembalap dijatuhi penalti atau justru dinyatakan bebas dari pelanggaran. (*/stch/dda)














