Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Satlantas Cilacap Keluarkan 1.400 Surat Tilang ETLE, Pelanggaran Helm Terbanyak

14 Hari Terbitkan 1.400 Surat Tilang Elektronik14 Hari Terbitkan 1.400 Surat Tilang Elektronik
LAIK JALAN : Petugas melakukan pemeriksaan kelaikan angkutan jelang lebaran, yang menjadi salah satu kegiatan dalam Operasi Keselamatan Candi 2026 di Cilacap

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas, Satlantas Polresta Cilacap telah melaksanakan Operasi Keselamatan Candi selama 14 hari.

Selama periode ini, aparat kepolisian mencatat ribuan pelanggaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap.

Operasi ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk mencegah potensi kecelakaan serta meningkatkan kualitas keselamatan berkendara di jalan raya.

Kasatlantas Polresta Cilacap, Kompol Arpan, melalui KBO Lantas Iptu Yudi Zakaria mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi tersebut, pihaknya berhasil menerbitkan sebanyak 1.400 surat konfirmasi tilang elektronik (ETLE).

Selain itu, petugas juga melakukan 630 penindakan tilang secara manual serta memberikan sekitar 1.500 teguran kepada para pelanggar.

“Selama 14 hari operasi, kami mengedepankan penindakan secara elektronik melalui ETLE, disertai tilang manual dan teguran sebagai bentuk edukasi. Ini bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan berkendara masyarakat,” jelas Iptu Yudi Zakaria pada Rabu (18/2).

Salah satu fokus utama dalam Operasi Keselamatan Candi adalah mengidentifikasi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, pelanggaran paling banyak ditemukan adalah pengendara yang tidak menggunakan helm, melanggar marka dan rambu lalu lintas, serta tidak memakai sabuk pengaman.

Penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis juga menjadi catatan penting bagi petugas.

“Kami berharap dengan adanya tindakan tegas ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas untuk keselamatan bersama,” tambahnya.

Namun, Iptu Yudi Zakaria menekankan bahwa tujuan dari Operasi Keselamatan Candi tidak hanya sebatas penindakan.

Pendekatan preemtif dan preventif juga diterapkan melalui sosialisasi serta imbauan keselamatan di berbagai titik keramaian seperti sekolah dan komunitas masyarakat.

“Muara dari kegiatan ini jelas untuk keselamatan. Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi demi melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” lanjutnya.

Menyusul pelaksanaan operasi ini, data statistik menunjukkan penurunan angka kecelakaan yang signifikan.

Selama periode operasi berlangsung tercatat terjadi enam kejadian kecelakaan lalu lintas, menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencapai delapan kejadian.

Lebih menggembirakan lagi, tingkat fatalitas dalam kecelakaan juga menunjukkan penurunan yang berarti.

“Pada pelaksanaan operasi kali ini, angka kecelakaan turun menjadi enam kejadian dan seluruhnya hanya mengakibatkan luka ringan. Tidak ada korban meninggal dunia,” jelas Iptu Yudi Zakaria.

Kepolisian setempat berharap tren positif ini dapat terus berlanjut meskipun Operasi Keselamatan Candi telah resmi berakhir.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas demi menciptakan situasi yang aman, tertib, dan lancar di jalan raya apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri mendatang,” pungkasnya.

Dalam konteks lebih luas, kegiatan seperti Operasi Keselamatan Candi menjadi sangat penting terutama di daerah dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Kabupaten Cilacap.

Peningkatan kesadaran akan pentingnya berkendara dengan aman tidak hanya berdampak positif pada keselamatan individu tetapi juga pada keselamatan publik secara umum.

Pihak kepolisian juga berencana untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi ini agar ke depannya dapat menghasilkan strategi yang lebih efektif dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Dengan pendekatan berbasis data dan pengalaman lapangan, diharapkan program-program berikutnya dapat lebih menyasar permasalahan spesifik yang ada di masyarakat. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Film Pocong Merah

Film Pocong Merah Siap Tayang, Simak Sinopsis dan 3 Bintang Utama

Berita Selanjutnya
100 Rumah Dapat BSPS

100 Rumah di Purbalingga Dapat Bantuan BSPS 2 Miliar dari Kementerian PKP