Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Makna Puasa Ramadhan di Tengah Gempuran AI dan Algoritma Media Sosial
Film Wuthering Heights Berhasil Menjadi Peringkat Pertama di Box Office Dengan Pendapatan US$150 Juta
Cara Daftar Aplikasi PINTAR BI 2026 untuk Tukar Uang Rusak Secara Online

Film Wuthering Heights Berhasil Menjadi Peringkat Pertama di Box Office Dengan Pendapatan US$150 Juta

Wuthering Heights Kuasai Box Office, Raup US$150 JutaWuthering Heights Kuasai Box Office, Raup US$150 Juta

BANYUMASEKSPRES.ID, Persaingan box office global akhir pekan ini menghadirkan kejutan menarik di industri perfilman dunia. Dengan banyaknya perfilman yang rilis di awal tahun memberikan cerita menarik dengan visual yang sinematik.

Film drama romantis gotik Wuthering Heights sukses memimpin perolehan pendapatan global, mengungguli sejumlah judul besar lainnya.

Di posisi kedua, film animasi produksi Sony Pictures berjudul GOAT menunjukkan performa impresif, khususnya di pasar domestik Amerika Utara.

Sementara itu, beberapa film lain seperti Crime 101 dan Pegasus 3 juga mencatat capaian yang patut diperhatikan, meski dengan hasil berbeda.

Wuthering Heights Tembus US$150 Juta Secara Global

Adaptasi novel klasik karya Emily Bronte ini berhasil melampaui pendapatan global sebesar US$150 juta.

Film yang disutradarai oleh Emerald Fennell tersebut mencatat total pemasukan sekitar US$151,7 juta, dari anggaran produksi yang berada di kisaran US$80 juta.

Film Wuthering Heights Jadi Jawara Box Office dengan Pendapatan Fantastis

Berdasarkan laporan media industri Variety, film ini meraih US$26,3 juta hanya dalam satu akhir pekan dari 76 pasar internasional.

Capaian tersebut memperkuat posisinya sebagai pemimpin box office internasional pekan ini. Selain itu, ada juga top 10 film lokal di Netflix Indonesia yang berhasil tembus pekan pertengahan Februari.

Inggris menjadi kontributor terbesar dengan pemasukan US$22,5 juta. Italia menyusul dengan US$9,4 juta, sementara Australia menyumbang US$8,3 juta.

Secara keseluruhan, pendapatan internasional film ini telah mencapai US$91,7 juta.

Dengan kombinasi pasar domestik dan global yang solid, Wuthering Heights dinilai berhasil memanfaatkan daya tarik cerita klasik yang dikemas dalam sentuhan sinematik modern.

Film GOAT Kuat di Pasar Domestik Amerika Utara

Di sisi lain, film animasi GOAT tampil dominan di pasar Amerika Utara. Dukungan penonton keluarga serta momentum libur panjang menjadi faktor pendorong utama lonjakan pendapatannya.

Meski secara global masih berada di bawah Wuthering Heights, GOAT mencatat performa yang cukup stabil.

Di pasar internasional, film ini meraup US$17 juta dari 51 wilayah, yang menyumbang sekitar 70 persen dari total pendapatan luar negerinya.

Hingga kini, pemasukan internasional GOAT mencapai US$44 juta. Jika digabungkan dengan pendapatan domestik sebesar US$58 juta, total globalnya telah menyentuh angka US$102,3 juta.

Film yang mengangkat kisah seekor kambing dengan mimpi menjadi bintang basket ini mencatat performa terbaik di Inggris dengan US$14,5 juta. Meksiko menyumbang US$3,4 juta dan Prancis sebesar US$3 juta.

Dengan biaya produksi sekitar US$80 juta, capaian ini membuat GOAT berada di jalur aman untuk meraih keuntungan dalam waktu dekat.

Film Crime 101 Tampil di Bawah Ekspektasi

Berbeda dengan dua film teratas, Crime 101 justru menunjukkan performa yang kurang memuaskan.

Thriller perampokan produksi Amazon MGM ini hanya menambah US$6,2 juta dari 75 pasar internasional pada akhir pekan keduanya.

Film yang dibintangi Chris Hemsworth dan Mark Ruffalo tersebut kini mengantongi total pendapatan global sebesar US$46,3 juta. Angka ini masih jauh dari biaya produksinya yang mencapai US$90 juta.

Dengan performa yang melambat di pekan kedua, Crime 101 dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi studio.

Persaingan ketat serta dominasi film lain menjadi tantangan tersendiri bagi film bergenre thriller tersebut.

Film Pegasus 3 Dominasi Pasar Tiongkok

Sementara itu dari Asia, Pegasus 3 mencuri perhatian di pasar domestik Tiongkok. Film komedi ini memanfaatkan momentum libur Tahun Baru Imlek untuk menarik penonton dalam jumlah besar.

Diperkirakan, pendapatan domestiknya telah melampaui US$200 juta. Capaian tersebut menjadikannya salah satu film lokal terlaris dalam periode liburan tersebut.

Salah satu faktor pendorong kesuksesan Pegasus 3 adalah kontribusi format layar IMAX. Sepanjang akhir pekan, format ini menyumbang US$21,7 juta terhadap total pendapatan film.

Keberhasilan tersebut menempatkannya sebagai salah satu hit berbahasa Mandarin terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Film ini mengikuti jejak kesuksesan Ne Zha 2 yang sebelumnya mencatat rekor serupa.

Tren Box Office Global Semakin Dinamis

Performa Wuthering Heights, GOAT, hingga Pegasus 3 menunjukkan bahwa pasar film global semakin dinamis dan beragam.

Genre drama klasik, animasi keluarga, hingga komedi lokal mampu bersaing di panggung internasional.

Data akhir pekan ini juga menegaskan pentingnya strategi rilis global, momentum liburan, serta kekuatan pasar domestik dalam menentukan kesuksesan film.

Dengan berbagai capaian tersebut, persaingan box office global diprediksi akan semakin ketat dalam beberapa pekan mendatang.(*/nds)

Berita Sebelumnya
Keutamaan Ramadhan sebagai "Filter Hati" di Tengah Banjir Informasi Digital

Makna Puasa Ramadhan di Tengah Gempuran AI dan Algoritma Media Sosial

Berita Selanjutnya
Penukaran uang

Cara Daftar Aplikasi PINTAR BI 2026 untuk Tukar Uang Rusak Secara Online