Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ganggu Warga dan Anak-anak, Monyet Ekor Panjang di Banyumas Akhirnya Ditangkap

Monyet Jantan 'Nakal' Dijebak BetinaMonyet Jantan 'Nakal' Dijebak Betina
DITANGKAP: Monyet ekor panjang yang meresahkan warga di Tambak Banyumas akhirnya berhasil ditangkap Damkar Kemranjen dengan strategi unik menggunakan umpan monyet betina

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Belum lama ini, sebuah insiden yang melibatkan monyet ekor panjang terjadi di kawasan permukiman Tambak, Banyumas.

Hewan tersebut diketahui merupakan peliharaan warga setempat, namun lepas dari kandangnya dan berkeliaran di lingkungan sekitar, yang menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Menurut Koordinator dan Komandan Regu Tiga Pos Damkar Kemranjen, Sukadi, monyet berjenis kelamin jantan ini kerap terlihat mengganggu anak-anak yang sedang bermain.

“Menurut laporan, monyet peliharaan itu sering nakal ke anak kecil,” ungkap Sukadi pada Senin (9/3).

Keberadaan monyet tersebut menjadi sumber ketakutan bagi penduduk setempat, terutama orang tua yang memiliki anak kecil.

Ketidakpastian akan perilaku agresif hewan tersebut membuat warga merasa tidak nyaman untuk membiarkan anak-anak mereka bermain di luar rumah.

Dalam situasi ini, laporan dari masyarakat ditindaklanjuti oleh Regu 3 Pos Damkar Kemranjen yang merespons dengan cepat untuk melakukan penangkapan.

Tim petugas tidak hanya menghadapi tantangan dalam menangkap monyet nakal ini, tetapi juga harus memikirkan cara yang aman agar tidak membahayakan warga.

Sejumlah upaya awal untuk menangkap monyet tersebut belum membuahkan hasil.

Monyet jantan itu ternyata cukup cerdik dan berhasil menghindari berbagai perangkap yang dipasang oleh tim Damkar.

“Kami mencoba berbagai metode penangkapan, tetapi hewan itu sangat cepat dan pintar dalam menghindari perangkap,” tambah Sukadi.

Dalam kondisi mendesak tersebut, petugas akhirnya mencari solusi alternatif yang lebih kreatif.

Mereka memutuskan untuk menggunakan seekor monyet betina sebagai umpan untuk menarik perhatian monyet jantan yang meresahkan.

“Kami pancing monyet jantan dengan monyet betina, milik warga juga tapi ini manut,” kata Sukadi menjelaskan strategi yang diterapkan oleh timnya.

Dengan pendekatan yang lebih inovatif ini, petugas berharap dapat mengalihkan perhatian monyet jantan sehingga ia mau mendekati umpan betina tersebut.

Setelah menyiapkan perangkap di pintu kandang monyet betina yang dibiarkan terbuka, petugas juga memasang ikatan tambang sebagai mekanisme penutup agar proses penangkapan dapat berlangsung lebih mudah dan terencana.

Proses penangkapan berlangsung dengan penuh ketegangan saat monyet jantan mulai merespons kehadiran monyet betina.

Monyet jantan terlihat semakin tertarik dan mendekati sang betina tanpa menyadari bahwa ia sedang menuju perangkap yang telah disiapkan oleh petugas.

Dalam momen krusial itu, ketika monyet jantan akhirnya masuk ke dalam kandang, petugas pun segera menarik tambang untuk menutup pintu kandang dengan sigap.

Keberhasilan dalam menangkap monyet nakal itu menjadi kabar baik bagi warga setempat.

Sukadi melaporkan bahwa proses penangkapan berjalan sukses walaupun sempat berlangsung cukup menegangkan.

“Terpantau aman, monyet jantan sudah kembali masuk kandang,” tandas Sukadi dengan penuh rasa puas atas hasil kerja keras timnya.

Kejadian ini bukan hanya menarik perhatian warga sekitar tetapi juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan pihak berwenang dalam menangani masalah satwa liar di area permukiman.

Dalam banyak kasus, hewan peliharaan yang lepas dapat menyebabkan situasi berbahaya bagi masyarakat jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat.

Upaya penangkapan ini juga memberikan pelajaran bagi pemilik hewan peliharaan mengenai pentingnya menjaga keamanan hewan mereka agar tidak lepas dari kandangnya.

Hal ini demi keselamatan hewan itu sendiri serta orang-orang di sekitarnya.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap situasi semacam ini dan segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat hewan berkeliaran secara liar.

Kasus serupa bisa saja terjadi lagi di masa depan jika tidak ada langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh pemilik hewan peliharaan maupun masyarakat secara umum. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Anggaran Program MBG Tak Dipangkas

Menkeu Purbaya Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Meski Harga Minyak Dunia Naik

Berita Selanjutnya
The Magpies Berharap Tuah St James Park

Newcastle United vs Barcelona: Eddie Howe Ajak Suporter Dukung Tim Hadapi Laga Krusial Liga Champions