Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Gangguan Pernapasan Buat Calon Haji Asal Banjarnegara Gagal Terbang ke Tanah Suci

Satu Calon Jemaah Haji Batal BerangkatSatu Calon Jemaah Haji Batal Berangkat
START: Suasana saat pemberangkatan calon jemaah haji Banjarnegara kloter ke 71, Kamis (14/5/2026) lalu

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam sebuah kejadian yang menyentuh hati, satu di antara 1.403 calon jemaah haji asal Banjarnegara harus batal berangkat ke Tanah Suci.

Keputusan ini diambil setelah jemaah tersebut mengalami gangguan kesehatan yang serius menjelang keberangkatan.

Saat ini, jemaah tersebut sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Surakarta Solo dan dijadwalkan untuk dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto untuk penanganan lebih lanjut.

Etti Sofiyatul Muyasaroh, Kasi Bina dan Pelayanan Haji dan Umrah dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banjarnegara, menjelaskan bahwa pada awalnya jumlah total calon jemaah haji dari wilayah setempat tercatat sebanyak 1.052 orang.

Namun, seiring waktu, sejumlah jemaah memutuskan untuk menunda keberangkatan mereka karena alasan kesehatan atau bahkan karena meninggal dunia.

“Dari total tersebut, hanya 1.043 jemaah yang seharusnya berangkat. Namun berkurang satu orang lagi karena sakit, sehingga saat ini hanya ada 1.042 jemaah kami yang sudah terbang ke Tanah Suci,” ungkap Etti pada Selasa (19/5/2026).

Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya faktor kesehatan dalam persiapan jamaah haji yang ingin menjalankan ibadah suci ini.

Calon jemaah yang saat ini dalam perawatan medis sempat dinyatakan lolos dalam pemeriksaan kesehatan di embarkasi.

Namun, ketika berada di asrama haji menjelang keberangkatan, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun drastis.

Cuaca dingin dan riwayat penyakit asma yang dimilikinya diduga menjadi pemicu kambuhnya kondisi kesehatan yang memburuk.

“Beliau sempat kedinginan, kemudian batuk-batuk dan sempat mengalami henti nafas sebentar, sehingga akhirnya kami rujuk ke RSUD Surakarta,” jelas Etti dengan nada prihatin.

Situasi ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi oleh para calon jemaah haji dalam menjaga kesehatan mereka sebelum melaksanakan ibadah haji.

Meskipun situasi awalnya cukup membahayakan, kabar terbaru mengenai kondisi jemaah tersebut menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam kesehatannya.

Saat terakhir dijenguk oleh tim medis, calon jemaah tersebut sudah dapat duduk dan makan secara mandiri meskipun masih memerlukan bantuan oksigen untuk membantu proses pernapasannya.

“Kalau terakhir kami kesana kondisinya sebenarnya sudah sehat, sudah bisa duduk dan makan sendiri juga, hanya saja memang saturasinya masih naik turun sehingga saat ini masih dibantu oksigen,” ucap Etti dengan harapan agar jemaah tersebut segera pulih sepenuhnya.

Pengalaman ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persiapan untuk menjalankan ibadah haji tidak hanya melibatkan aspek spiritual tetapi juga kesehatan fisik yang harus menjadi prioritas utama.

Kesehatan yang baik adalah syarat mutlak agar para calon jemaah haji dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar tanpa ada halangan.

Pihak Kemenhaj Kabupaten Banjarnegara terus memantau perkembangan kesehatan para calonnya dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga jemaah yang saat ini tidak dapat berangkat. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dandim : Dua Batalyon Bakal Dibangun

TNI Siapkan Dua Yon TP di Kebumen, Lahan 50 Hektare Sudah Mulai Digarap

Berita Selanjutnya
Kasus HIV/AIDS Capai 329 Orang

Banyumas Masuk Tiga Besar Temuan HIV/AIDS di Jateng, Kasus Terbaru Capai 329 Orang