BANYUMASEKSPRES.ID, Leg kedua babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026 menyuguhkan berbagai cerita menarik dari empat klub di wilayah Banyumas Raya.
Persibas Banyumas meraih kemenangan besar, sementara Persibangga Purbalingga harus bertahan mati-matian.
Persak Kebumen berhasil melaju dengan kemenangan meyakinkan, sedangkan Wijayakusuma FC harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal.
Pertandingan ini tidak hanya menampilkan kegigihan dan strategi yang matang namun juga menekankan pada pentingnya penyelesaian akhir dan disiplin dalam bertahan.
Di Stadion Satria Purwokerto, Rabu (28/1/2026), Persibas Banyumas mencatatkan kemenangan telak dengan skor 5-0 atas Persikaba Blora.
Hasil ini memastikan Laskar Bawor melangkah ke babak delapan besar dan bersiap menghadapi Persak Kebumen.
Sejak menit pertama, anak asuh Agus Yuniardi langsung bermain menekan, sesuai strategi yang diterapkan pelatih tersebut.
Permainan agresif dengan eksploitasi sayap membuat pertahanan Persikaba terus tertekan hingga akhirnya jebol pada menit ke-22 lewat tandukan kapten tim, Rachmat Latif, yang memanfaatkan tendangan sudut.
Stadion Satria bergemuruh saat gol pembuka tercipta, menjadi pertanda keran gol bagi Persibas telah dibuka.
Kelebihan diperbesar pada menit ke-36 melalui sontekan Ahmad Ramdin Tuassalamony setelah bek lawan gagal menghalau bola dengan baik.
Skor berubah menjadi 2-0 dan semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain tuan rumah.
Menjelang turun minum, Rizky Imam Kurniawan berhasil memperlebar jarak lewat eksekusi tendangan bebas di menit tambahan waktu babak pertama, menutup paruh pertama dengan keunggulan 3-0.
Pada babak kedua, dominasi Persibas kian terasa. Riski Novriansyah mencatatkan brace melalui dua sundulan di menit ke-57 dan 79, sehingga memperkuat kemenangan dengan skor akhir 5-0 hingga laga usai.
Pelatih Agus Yuniardi memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain atas kerja keras dan semangat juang mereka.
Ia juga menyoroti perbaikan penyelesaian akhir yang mulai membuahkan hasil dalam pertandingan ini.
“Pertama yang jelas syukur Alhamdulillah setelah selesai pertandingan, kita dapat meraih penuh dan dipastikan lolos babak berikutnya,” ungkap Agus penuh rasa syukur.
Agus menjelaskan bahwa evaluasi mengenai finishing dan variasi serangan terus diasah selama latihan.
“Kalau tim tamu menumpuk pemain di tengah, saya sudah punya kontra strategi,” tambahnya sembari memastikan bahwa tim siap menghadapi jadwal padat dengan rotasi pemain sebagai kunci menjaga kondisi fisik mereka.
Berbeda cerita datang dari Persibangga Purbalingga yang harus berjuang keras saat bermain imbang tanpa gol melawan Persitema Temanggung di Stadion Bhumi Phala.
Meski hanya bermain dengan sembilan pemain, hasil imbang tersebut cukup untuk membawa Laskar Soedirman lolos ke babak delapan besar berkat keunggulan agregat gol.
Persibangga tampil berani sejak awal meskipun bermain di kandang lawan. Namun, situasi semakin sulit ketika permainan keras tak terhindarkan di babak kedua.
Andre menerima kartu merah setelah akumulasi kartu kuning dan tekanan semakin meningkat ketika Rizqi Fauzan juga harus keluar lapangan karena kartu merah akibat protes berlebihan terhadap wasit.
Dengan sembilan pemain tersisa, Persibangga memilih bertahan total untuk mempertahankan skor hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil tersebut memastikan mereka melaju ke fase selanjutnya setelah unggul secara head to head dari leg pertama di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga dimana mereka menang tipis 1-0.
Pelatih kepala Imran Amirullah mengungkapkan rasa lega atas keberhasilan tim mencapai target meskipun harus dibayar mahal dengan kartu merah dua pemain andalannya.
“Yang terpenting Persibangga lolos,” ujar Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif yang turut merayakan kesuksesan ini bersama pendukung setia tim.
Sementara itu, Persak Kebumen menunjukkan performa gemilang dengan mengalahkan Slawi United 3-1 di Stadion Sarwo Edhie Wibowo Purworejo.
Kemenangan ini meneguhkan posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat di fase selanjutnya.
Persak memulai pertandingan dengan percaya diri walaupun sempat kesulitan membongkar pertahanan Slawi United.
Kebuntuan pecah pada menit ke-42 berkat gol Aan P dari situasi tendangan sudut yang membuat mereka memimpin hingga turun minum.
Pertandingan semakin sengit ketika Akbar menyamakan kedudukan bagi Slawi United pada menit ke-55 akibat kekeliruan lini belakang Persak dalam mengantisipasi serangan balik cepat lawan.
Namun demikian, Erwin F kembali membawa keunggulan bagi timnya melalui gol spektakuler dari dalam kotak penalti pada menit ke-66 yang sekaligus menjadi momentum kebangkitan bagi Pasukan Biru.
Menjelang akhir pertandingan Wisnu Nugroho mengunci kemenangan timnya lewat eksekusi penalti setelah terjadi pelanggaran serius terhadap salah satu rekannya di area terlarang lawan sehingga skor akhir tercatat sebagai kemenangan meyakinkan yakni 3–1.
Nasib kurang bersahabat justru dialami oleh Wijayakusuma FC ketika bermain imbang tanpa gol melawan Persebi Boyolali padahal tampil agresif sejak awal demi mengejar defisit dua gol dari leg pertama lalu gagal meraih tiket lolos karena kalah agregat.
Meskipun beberapa peluang emas tercipta termasuk tendangan Gilang Pace membentur mistar gawang saat itu serta sundulan Andi Odang nyaris menyasar tepat sasaran namun tetap saja dominasi serangan pihak tuan rumah tidak mampu membuahkan hasil maksimal. (res/tya/put/jul/bay/stch/dda)
















