BANYUMASEKSPRES.ID, Cristiano Ronaldo, megabintang sepak bola asal Portugal, kembali mencuri perhatian dunia dengan kondisi fisiknya yang tetap prima meskipun kini ia telah memasuki usia 41 tahun.
Performanya yang luar biasa seakan tak tergerus oleh waktu menjadi bukti nyata dari dedikasi dan disiplin dalam menjalani gaya hidup sehat.
Banyak penggemar dan pengamat olahraga penasaran dengan rahasia di balik tubuh kekar dan kebugaran luar biasa yang berhasil dijaga oleh Ronaldo.
Salah satu jawaban menarik mengenai rahasia kebugaran Ronaldo datang dari mantan koki pribadinya, Giorgio Barone.
Barone mengungkapkan bahwa salah satu kunci utama untuk menjaga kebugaran Ronaldo adalah dengan menghindari konsumsi susu dalam pola makan sehari-harinya.
Menurut pandangan Barone, Ronaldo percaya bahwa susu bukanlah konsumsi alami bagi manusia dewasa.
“Tidak ada susu. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang minum susu hewan lain. Bahkan hewan pun berhenti minum susu setelah beberapa bulan,” ungkap Barone, yang menilai bahwa kebiasaan ini tidak selaras dengan pola alami tubuh manusia.
Disiplin tinggi dalam menjaga kondisi fisik juga terlihat jelas dalam rutinitas latihan Ronaldo.
Ia menjalani latihan intensif hingga empat jam setiap hari untuk memastikan performanya tetap maksimal di lapangan hijau.
Rutinitas latihan tersebut tidak hanya sekadar berfokus pada peningkatan teknik bermain, tetapi juga dipadukan dengan pola makan ketat yang terdiri dari enam porsi kecil setiap hari.
Dalam menu makanan yang dikonsumsinya, Ronaldo lebih memilih makanan tinggi protein untuk menunjang kebutuhan energi serta pembentukan otot.
Selain itu, proses pemulihan pasca-latihan menjadi hal penting lainnya yang diperhatikan oleh Ronaldo.
Ia rutin melakukan sauna dan terapi mandi es untuk mempercepat proses recovery setelah aktivitas berat, sehingga bisa kembali bugar dan siap bertanding.
Dalam salah satu unggahan di media sosialnya, ia pernah menegaskan bahwa performa tinggi bukanlah sebuah kebetulan semata.
Semua hasil yang diraihnya merupakan buah dari rutinitas yang konsisten dan komitmen terhadap gaya hidup sehat.
Hasil dari segala usaha dan disiplin tersebut sangat terlihat pada komposisi tubuh Ronaldo.
Diketahui bahwa persentase lemak tubuhnya hanya sekitar tujuh persen, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pemain Liga Inggris lainnya yang berkisar antara delapan hingga dua belas persen.
Hal ini menunjukkan betapa seriusnya Ronaldo dalam menjaga kondisi fisiknya agar tetap fit dan kompetitif di level tertinggi.
Barone pun mengungkapkan pola makan harian Ronaldo yang tetap seimbang namun sangat selektif.
Menu sarapan biasanya terdiri dari alpukat, telur, dan kopi tanpa gula, memberikan asupan bergizi untuk memulai hari dengan baik.
Ketika waktunya makan siang tiba, Ronaldo memilih ayam atau ikan sebagai sumber protein utama yang dipadukan dengan sayuran segar untuk mendukung keseimbangan nutrisi tubuhnya.
Ia menghindari karbohidrat olahan seperti roti dan pasta serta lebih memilih sumber karbohidrat alami dari sayuran.
Makan malam bagi Ronaldo cenderung lebih ringan, biasanya terdiri dari ikan atau daging fillet yang disajikan bersama sayuran segar untuk menjaga keseimbangan gizi sepanjang hari.
Beberapa makanan favoritnya meliputi alpukat, ikan segar, ayam, quinoa, dan berbagai jenis buah-buahan segar.
Salah satu hidangan khas Portugal kesukaannya adalah Bacalhau à Brás, sebuah sajian yang terbuat dari ikan cod dengan kentang goreng dan telur.
Menariknya lagi, Cristiano Ronaldo juga secara terbuka menolak untuk mengonsumsi minuman bersoda dalam dietnya sehari-hari.
Momen ikonik terjadi pada ajang Euro 2020 ketika ia menyingkirkan botol Coca-Cola dari meja konferensi pers sebagai bentuk protes terhadap konsumsi minuman tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia bahkan mengajak publik untuk lebih memilih air putih sebagai minuman utama mereka demi kesehatan tubuh yang lebih baik.
Melihat pendekatan kesehatan Cristiano Ronaldo membuat kita bertanya-tanya tentang bagaimana pendapat pemain muda seperti Erling Haaland dalam hal diet mereka.
Berbeda dengan Ronaldo yang menolak susu, striker muda Manchester City itu justru mengonsumsi susu mentah sebagai bagian dari dietnya sendiri.
Giorgio Barone mengaku masih setuju dengan konsumsi organ dalam seperti hati dan jantung karena kaya akan nutrisi penting bagi tubuh manusia; namun ia tetap berpegang pada pendapatnya bahwa susu tidak memiliki tempat dalam pola makan sehat.
Pada akhirnya, kunci utama kesuksesan Cristiano Ronaldo bukan hanya terletak pada apa yang dia makan atau hindari saja; lebih daripada itu adalah konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat yang menjadi faktor penentu utama keberhasilannya di dunia sepak bola profesional.
Di usia 41 tahun – tidak lagi muda untuk ukuran seorang pesepak bola – ia membuktikan bahwa disiplin adalah segala-galanya jika ingin mempertahankan performa di level tertinggi.
Dengan pola makan terkontrol dan latihan rutin yang dijalani secara disiplin, Cristiano Ronaldo berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa umur hanyalah angka jika didukung oleh komitmen terhadap gaya hidup sehat dan aktifitas fisik yang optimal. (*/stch/dda)
















