BANYUMASEKSPRES.ID, Grup musik Idgitaf semakin melambung namanya di kancah musik internasional, berkat lagu hit mereka yang berjudul “Sedia Aku Sebelum Hujan.”
Lagu tersebut telah viral di berbagai negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Australia.
Di balik kesuksesan yang diraih oleh Idgitaf, vokalisnya Brigitta Sriulina Beru Meliala, yang lebih dikenal dengan panggilan Gita, mengungkapkan bahwa ia merasakan beban yang cukup besar.
Gita menceritakan perjalanan mereka yang menarik, terutama saat terpilih untuk masuk ke dalam program Spotify RADAR pada tahun 2022.
Menurutnya, kesempatan tersebut datang dengan tekanan yang tidak sedikit.
“Jadi, Idgitaf itu masuk ke RADAR kembali pada 2022. Dan itu sebenarnya datang dengan banyak tekanan karena kurasa aku hanya perlu membuat lebih banyak musik bagus yang disebarkan secara digital maupun luring,” ungkap Gita.
Tekanan untuk terus berkarya dan menghasilkan musik berkualitas bukanlah hal yang mudah.
Namun, Gita merasa sangat terbantu dengan berbagai fitur digital yang disediakan oleh Spotify untuk mendukung promosi musisi lokal agar dapat menjangkau pasar global.
“Kurasa Spotify banyak membantuku untuk berada di RADAR itu karena ada banyak alat, ada banyak fitur yang membantu musisi untuk mempromosikan musik mereka,” tambahnya.
Keberhasilan lagu berbahasa Indonesia ini tidak hanya mengukuhkan posisi Idgitaf di industri musik dalam negeri tetapi juga membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” berhasil menarik perhatian pendengar di Benua Kangguru dan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Gita merasa sangat bangga atas pencapaian ini, mengingat bahwa musik Indonesia kini mulai dipandang sebagai sesuatu yang unik dan menarik di mata dunia.
“Sedia Aku Sebelum Hujan sampai ke Malaysia, Singapura, bahkan Australia, karena banyak fitur di Spotify sangat membantu,” ujarnya dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan.
Ia melanjutkan dengan pernyataan yang menegaskan keunikan musik Indonesia saat ini: “Kurasa musik kita saat ini sangat unik, sangat eksploratif, dan sangat luar biasa (out of the box). Bahkan sebagai orang Indonesia sendiri, aku pun terkejut.”
Keberhasilan Idgitaf tentu saja tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi tim yang solid.
Mereka terus berupaya untuk menciptakan karya-karya baru yang segar dan inovatif.
Dalam dunia musik yang semakin kompetitif ini, kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan platform digital menjadi kunci bagi para musisi agar tetap relevan dan dikenal luas.
Gita juga mengungkapkan pentingnya dukungan dari penggemar dan komunitas musik dalam perjalanan karir mereka.
Ia menyadari bahwa tanpa adanya dukungan dari pendengar setia serta keterlibatan aktif dalam berbagai acara musik baik secara daring maupun luring, pencapaian ini mungkin tidak akan terwujud.
Idgitaf merupakan contoh nyata bagaimana teknologi dapat mengubah lanskap industri musik.
Dengan memanfaatkan platform streaming seperti Spotify, mereka bisa menjangkau audiens global tanpa batasan geografis. (*/stch/dda)














