BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Kursi pelatih Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan hangat di kalangan penggemar sepak bola nasional.
Dari media sosial hingga forum suporter dan ruang diskusi komunitas, lima nama pelatih asing kini santer disebut sebagai kandidat pelatih pengganti Patrick Kluivert.
Kluivert, yang baru saja dipecat pasca kegagalan Garuda di kualifikasi Piala Dunia 2026, membuka peluang bagi nama-nama baru untuk mengambil alih tongkat kepelatihan.
Nama pertama yang mendapat perhatian besar adalah Jesus Casas. Pelatih asal Spanyol ini baru saja meninggalkan posisinya sebagai pelatih Timnas Irak dan saat ini berstatus tanpa klub.
Rekam jejaknya cukup mengesankan, dengan membawa Irak ke perempat final Piala Asia 2023 dan hampir meloloskan mereka ke kualifikasi Piala Dunia.
Bagi banyak pihak, karakter permainan Timur Tengah yang keras dan pragmatis dianggap cocok bila diterapkan pada gaya bermain Timnas Indonesia saat ini.
Selanjutnya, ada Heimir Hallgrimsson dari Islandia yang kini melatih Republik Irlandia. Nama Hallgrimsson mencuat sejak sukses membawa Islandia menciptakan sejarah di Piala Eropa 2016.
Meski masih terikat kontrak dengan Irlandia hingga Maret 2026, pencapaiannya dalam kualifikasi Piala Dunia menjadi daya tarik tersendiri bagi publik Indonesia.
Saat ini, tim asuhannya berada di posisi ketiga Grup F kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dengan tujuh poin, hanya tertinggal satu poin dari Hungaria.
Dari kawasan Asia Tengah, Timur Kapadze muncul sebagai salah satu calon kuat. Pelatih asal Uzbekistan ini secara terbuka menyatakan siap jika diberi kesempatan memimpin Timnas Indonesia.
Kapadze bukan sosok asing bagi sepak bola nasional, pernah bertemu dengan Timnas U-23 Indonesia dalam ajang level Asia membuatnya cukup memahami karakter pemain muda Indonesia dan gaya bermain khas Asia Tenggara.
Sosok lain yang juga tengah dibicarakan adalah Akira Nishino. Pelatih berpengalaman ini sudah dikenal luas di Asia setelah menangani timnas Jepang dan Thailand.
Dikenal dengan struktur permainan yang disiplin dan sistematis khas Jepang, pendekatan Nishino dinilai bisa memberikan fondasi jangka panjang bagi pembenahan Timnas Indonesia meski sempat menuai pro dan kontra ketika di Thailand.
Dari ranah kompetisi lokal, nama Bojan Hodak turut diperhitungkan dalam bursa spekulasi pelatih Timnas Indonesia.
Sebagai pelatih Persib Bandung saat ini, Hodak dinilai memiliki adaptasi unggul karena sudah mengenal kultur sepak bola Indonesia serta karakter pemain lokal dan membawa Persib back to back juara Liga 1.
Beberapa pihak menilai Hodak adalah opsi realistis karena tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama dengan lingkungan sepak bola nasional.
Sejauh ini, PSSI memastikan bahwa proses seleksi sedang berlangsung meski identitas resmi para kandidat belum diumumkan kepada publik. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan federasi telah mempersempit daftar calon pelatih dari sepuluh menjadi lima nama calon utama.
“PSSI saat ini sedang memproses lima calon pelatih timnas yang memberikan kami kesempatan untuk menggodok itu,” ungkap Yunus kepada wartawan di GBK Arena pada Kamis malam (20/11/2025).
Yunus menegaskan bahwa keputusan untuk menahan informasi tentang nama-nama kandidat bertujuan menjaga kondusivitas proses seleksi agar tidak terganggu oleh tekanan eksternal yang dapat mengganggu proses internal federasi.
“Kami masih menjaga untuk tidak menyampaikan nama-nama tersebut dan belum ada kepastian siapa yang dipilih,” tambahnya dengan tegas.
Keputusan final mengenai penunjukan pelatih akan dibawa ke rapat Komite Eksekutif PSSI untuk diputuskan bersama-sama sesuai prosedur yang berlaku.
Ketua PSSI Erick Thohir juga turut meluruskan dinamika publik terkait hal ini dengan mendetailkan bahwa sebenarnya ada sepuluh kandidat awal namun lima di antaranya memilih mundur karena tidak berminat bergabung.
“Meskipun situasi ini bukan kondisi ideal, kita harus ingat bahwa penunjukan pelatih Timnas tidak bisa dilakukan secara terburu-buru hanya karena tekanan publik,” ujar Erick dalam sebuah podcast baru-baru ini.
Ia menekankan pentingnya proses seleksi yang matang dan sabar meskipun target waktu tetap harus diperhatikan.
Erick juga menjelaskan risiko reputasi jika identitas kandidat diumumkan terlalu dini lalu mereka menolak tawaran tersebut.
“Kalau saya ungkap nama negara atau namanya tetapi tiba-tiba dia enggak mau tentu kita akan malu,” paparnya.
Di tengah pencarian pelatih timnas senior tersebut PSSI memastikan keputusan di level usia muda sudah final dengan menunjuk Nova Arianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20 berdasarkan rekomendasi direktur teknik dan persetujuan seluruh anggota Exco.
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menyebut penunjukan Nova didasarkan pada kemampuannya menjaga disiplin mental serta performa pemain muda secara konsisten. (*/bay/dda)
















