Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jiso BLACKPINK Dituduh Curi Koleksi Baju Judassime usai Tampil di Met Gala

Dituduh Curi Koleksi Baju JudassimeDituduh Curi Koleksi Baju Judassime
Jisoo BLACKPINK

BANYUMASEKSPRES.ID, Met Gala 2026 menjadi sorotan dunia fashion, namun debut Jisoo dari grup K-Pop terkenal BLACKPINK di acara bergengsi ini tidak berjalan mulus.

Dengan tema ‘Fashion is Art’, penyanyi berusia 31 tahun tersebut tampil menawan dalam gaun peplum berhiaskan payet dan motif bunga yang dirancang oleh rumah mode Dior.

Penampilannya semakin sempurna dengan tambahan choker, anting berlian, dan empat cincin elegan yang mencuri perhatian banyak orang di karpet merah.

Dalam wawancara di lokasi, Jisoo mengungkapkan bahwa ia memerlukan waktu sekitar 4 hingga 5 jam untuk mempersiapkan penampilan glamornya tersebut.

Namun, di balik kemewahan Met Gala, jebolan reality show ini harus menghadapi tuduhan serius dari seorang desainer.

Benjamin Voortmans, desainer asal Antwerp, Belgia dan pemilik brand Judassime, secara terbuka menuduh Jisoo telah mencuri beberapa karya koleksinya.

Tuduhan ini muncul setelah Voortmans mengungkapkan bahwa enam bulan lalu, Judassime telah mengirimkan sejumlah koleksi fashionnya kepada Jisoo dan timnya di Korea Selatan untuk pemotretan cover album BLACKPINK.

Namun sayangnya, Voortmans belum mendapatkan kabar mengenai penggunaan koleksi tersebut dan merasa kecewa karena pemotretan itu terus menerus ditunda.

Voortmans menjelaskan bahwa ia tidak mempermasalahkan jika koleksi baju tersebut tidak jadi digunakan oleh Jisoo.

Namun, ia sangat berharap untuk mendapatkan kepastian mengenai kapan barang-barang miliknya akan dikembalikan.

“Karena biasanya, aku hanya ‘meminjamkan’ koleksiku selama satu hingga dua minggu, maksimal sebulan. Tapi ketika aku meminta agar baju itu dikembalikan, pihak Jisoo BLACKPINK tidak memberikan respons,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Desainer asal Belgia itu juga menambahkan bahwa saat ini terdapat tiga baju dari koleksi terakhirnya yang masih berada di tangan tim Jisoo.

Mengingat nilai koleksi tersebut yang cukup mahal dan berharga bagi brand-nya, Judassime pun telah mengirimkan invoice dan kontrak sebagai bentuk formalitas, namun tim Jisoo tidak memberikan tanggapan apa pun.

“Aku sudah tidak peduli apakah Jisoo BLACKPINK mau memakai koleksiku atau tidak untuk pemotretan album. Satu-satunya hal yang aku inginkan saat ini adalah tolong kembalikan semua koleksiku,” jelas Voortmans tegas.

Situasi ini semakin rumit ketika sejumlah desainer lain mulai berbagi pengalaman mereka yang serupa melalui platform media sosial.

Salah satu desainer bahkan menceritakan bagaimana tim Jisoo BLACKPINK menghubunginya untuk meminta outfit latex dari Los Angeles agar dapat dikirimkan ke Korea Selatan untuk pemotretan yang sama.

Desainer tersebut mengaku bahwa biasanya ia selalu ‘menyewakan’ koleksinya kepada klien dengan perjanjian yang jelas.

Namun dalam kasus ini, tim Jisoo justru terang-terangan meminta agar semua pakaian itu diberikan secara gratis.

Tim Jisoo meyakinkan sang desainer bahwa dia akan mendapatkan keuntungan besar karena karyanya akan dipromosikan secara gratis melalui penampilan idolanya di panggung internasional.

Keberanian tim Jisoo untuk meminta barang-barang tanpa biaya menimbulkan pertanyaan mengenai etika dalam dunia fashion serta perlunya kesepakatan yang lebih baik antara artis terkenal dan desainer independen.

Hingga berita ini diturunkan, baik Jisoo maupun timnya belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan yang diarahkan kepada mereka oleh Benjamin Voortmans dan desainer lainnya.

Kejadian ini menciptakan ketegangan dalam industri fashion serta menyoroti tantangan yang dihadapi oleh desainer independen ketika bekerja dengan selebriti besar. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
15 Bus Pengantar Haji Wajib Lolos Ramp Check

Pemkab Purbalingga Wajibkan Ramp Check 15 Bus Jemaah Haji 2026

Berita Selanjutnya
Relokasi PKL Bung Karno Dikebut

Pemkab Banyumas Siapkan Relokasi PKL Jalan Bung Karno ke Kolam Retensi