BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Heri Yanto Pramono, seorang warga berusia 35 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Hutan Nambo Girang, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis, 25 Juni.
Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari.
Menurut Koordinator SAR Gabungan Maryadi, operasi pencarian dimulai dengan pembagian tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
“Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi dua SRU,” ungkapnya pada Jumat, 26 Juni.
SRU 1 bertugas melakukan penyisiran darat ke arah barat daya dari lokasi terakhir di mana korban diketahui, sedangkan SRU 2 menyisir area di sisi barat hingga ke arah selatan.
Sekitar pukul 10.30 WIB pada hari pencarian ketiga tersebut, seorang warga yang berada di wilayah Dusun Cikadu, Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu menemukan Heri dalam keadaan selamat.
“Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Polsek Cimanggu dan pihak keluarga untuk melakukan pendekatan agar korban bersedia kembali bersama keluarganya,” lanjut Maryadi.
Dengan ditemukannya Heri dalam keadaan selamat, tujuan utama dari operasi pencarian telah tercapai.
Operasi SAR secara resmi ditutup setelah semua proses pencarian dinyatakan selesai.
Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini pun dikembalikan ke satuan masing-masing.
Maryadi juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kerjasama yang baik antara tim SAR dan masyarakat setempat selama proses pencarian berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah membantu selama proses pencarian,” pungkasnya.
Kehilangan seseorang di area hutan memang merupakan situasi yang sangat menegangkan dan berisiko tinggi.
Proses pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan mencerminkan dedikasi mereka dalam menyelamatkan jiwa manusia.
Dalam kasus ini, ketekunan dan koordinasi antar tim menjadi kunci keberhasilan dalam menemukan Heri.
Hutan Nambo Girang sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan hutan yang memiliki medan yang cukup berat dan tantangan tersendiri bagi para petugas SAR.
Berbagai faktor seperti cuaca yang tidak menentu dan kerumitan medan membuat upaya pencarian semakin menantang.
Di saat-saat krusial seperti ini, keberanian dan keahlian para petugas sangat diuji.
Kisah penemuan Heri juga menarik perhatian masyarakat sekitar yang turut memberikan dukungan moral dan fisik kepada tim SAR.
Keterlibatan masyarakat lokal sangat penting dalam situasi seperti ini karena mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang lokasi hutan dan jalur-jalur alternatif yang mungkin tidak diketahui oleh tim luar.
Pencarian orang hilang di hutan bukanlah hal baru di Indonesia. Setiap tahun, ada sejumlah laporan mengenai kehilangan individu di kawasan hutan akibat berbagai alasan seperti tersesat saat mencari jamur atau berburu.
Kejadian semacam ini sering kali memicu diskusi mengenai pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang keselamatan saat berada di alam terbuka serta perlunya peralatan komunikasi yang memadai ketika menjelajahi area terpencil.
Melihat kembali pada kejadian ini, kita dapat melihat bahwa keberhasilan Tim SAR Gabungan tidak hanya terletak pada strategi penyisiran semata tetapi juga pada kolaborasi yang erat antara pihak kepolisian, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat.
Keberadaan Tim SAR Gabungan di wilayah tersebut bukan hanya sekedar untuk mencari orang hilang tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk meningkatkan rasa aman saat beraktivitas di alam terbuka.
Dengan pelatihan dan pengalaman yang mumpuni, mereka selalu siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan kejadian tak terduga. (jul/stch/dda)
















