BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas tengah mematangkan rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari Jalan Bung Karno menuju Kolam Retensi.
Langkah ini diambil seiring dengan upaya untuk memberikan ruang yang lebih teratur dan nyaman bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Para pelaku UMKM pun mengingatkan bahwa lokasi baru tersebut harus tetap mampu menarik perhatian dan minat pembeli agar perekonomian lokal tetap bergerak.
Kiki Nofisnu, Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas, menjelaskan bahwa pihaknya tengah merancang konsep penyediaan tenant bagi PKL yang akan beroperasi di Kolam Retensi.
Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai pedagang mana yang akan menempati lokasi tersebut.
“Dalam hal ini, DPU memang kemarin mengkonsep terkait tenant-tenant yang akan disediakan di Kolam Retensi. Tenant-tenant itu memang kita siapkan, informasinya itu untuk PKL. PKL yang mana itu kita belum tahu,” ungkap Kiki.
Lebih lanjut, Kiki mengungkapkan bahwa ukuran tenant yang direncanakan adalah sekitar 2×2,5 meter dengan menggunakan bahan baja ringan.
Total unit tenant yang diperkirakan akan dibangun berkisar antara 200 hingga 300 unit, yang akan ditempatkan di sisi utara dan selatan Kolam Retensi.
“Kurang lebih 200-300 tenant yang akan ditaruh di Kolam Retensi,” tambahnya.
Proses pembangunan tenant ini direncanakan akan dibiayai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), dan masih dalam tahap pengkajian terkait skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Saat ini, DPU baru menyusun konsep untuk lokasi Kolam Retensi tersebut.
“Rencananya CSR, jadi kita belum tahu. Jadi itu ada keterkaitannya dengan BLUD. Kita hanya membuat konsep,” jelas Kiki.
Sementara itu, Gatot Eko Purwadi selaku Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Banyumas menyebutkan bahwa jumlah PKL yang terdaftar mencapai 565 pedagang.
Dari total tersebut, sebanyak 500 tenant sudah tersedia berkat dukungan CSR, sementara sisa 65 unit akan dicarikan untuk memenuhi kebutuhan seluruh pedagang.
“Sudah dapat 500 tenant (dari CSR), itu pak Bupati yang mencari. Sisa 65 akan dicarikan,” ujarnya.
Gatot menekankan bahwa proses relokasi tidak akan dilakukan sebelum pembangunan tenant selesai dilaksanakan.
Waktu pemindahan para pedagang ini masih menunggu kesiapan fasilitas di lokasi baru tersebut.
“Setelah tenant dibangun, maka teman-teman PKL yang saat ini dipindahkan ke Kolam Retensi,” ujarnya tegas.
Direktur BLUD UPTD Teratai Mas, Yanuar Pratama juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan relokasi ini. Ia meyakini bahwa langkah tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan kawasan secara signifikan.
“Dari sisi kita, kita siap dan manut,” tuturnya dengan optimisme.
Yanuar menjelaskan bahwa saat ini pendapatan harian dari Kolam Retensi berkisar sekitar Rp 1 juta per hari.
Dengan hadirnya UMKM di lokasi baru nantinya, ia memperkirakan angka pendapatan tersebut bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya.
“Mungkin bisa naik dua sampai tiga kali lipat dari sekarang,” paparnya.
Ketua Paguyuban UMKM BST, Ardi Siswanto juga memberikan dukungan terhadap relokasi ini namun dengan beberapa catatan penting agar tidak merugikan pedagang lainnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga keramaian di lokasi baru agar aktivitas perekonomian tetap berjalan lancar pasca-relokasi.
“Monggoh yang penting, pelaku UMKM yang ditrotoar diwongke. Jangan sampai setelah direlokasi sepi pengunjung,” ujarnya.
Ardi meminta agar dilakukan kajian matang serta melibatkan paguyuban dalam proses penentuan lokasi agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak terkait terutama para pedagang kaki lima tersebut.
Ia juga mengingatkan adanya risiko jika relokasi tidak menguntungkan pedagang setempat nantinya.
“Jangan sampai relokasi tidak menguntungkan (pedagang). Kalau tidak ramai, bangunan dari Pemda nanti sia-sia dan mangkrak serta pedagang sepi pembeli,” tegasnya.
Menurut Ardi, keberadaan PKL di Jalan Bung Karno selama ini telah menjadi magnet tersendiri bagi kawasan tersebut dan turut membantu menghidupkan aktivitas ekonomi setempat secara keseluruhan.
“BST menjadi magnet tersendiri,” paparnya membanggakan keberadaan paguyuban mereka.
Relokasi ini bukan sekadar soal memindahkan tempat berdagang tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan suasana baru yang lebih baik bagi UMKM sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam berbelanja serta menikmati waktu bersantai di kawasan baru tersebut.
Dengan adanya rencana relokasi ini oleh Pemkab Banyumas diharapkan dapat memberikan peluang baru bagi para pelaku UMKM untuk berkembang lebih baik lagi sekaligus meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap kawasan Kolam Retensi sebagai destinasi baru. (res/ali/stch/dda)
















