Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jemaah Haji Banjarnegara 2026 Tiba di Tanah Air, Ribuan Keluarga Sambut dengan Tangis Haru

Tangis Bahagia Iringi Kepulangan Jemaah HajiTangis Bahagia Iringi Kepulangan Jemaah Haji
Rombongan jemaah haji kloter 70 saat melakukan sujud syukur setelah tiba di Pendopo Dipayudha Kabupaten Banjarnegara, Kamis (25/6/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Pendopo Dipayudha Adigraha di Banjarnegara pada Kamis, 25 Juni 2026.

Ribuan keluarga yang hadir dengan penuh suka cita menyambut kepulangan jemaah haji setelah lebih dari sebulan menjalankan ibadah suci di Tanah Suci.

Pertemuan emosional ini dipenuhi dengan tangisan kebahagiaan, pelukan hangat, hingga sujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur mereka.

Sebanyak 1.042 jemaah haji dipulangkan melalui empat kelompok terbang atau kloter, yaitu Kloter 69 hingga Kloter 72.

Namun, dalam perjalanan tersebut, ada duka yang menyertai karena empat jemaah dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi.

Penata Layanan Operasional Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banjarnegara, Farid Alfarisi mengungkapkan bahwa Kloter 70 membawa 352 jemaah dari total 354 orang yang berangkat, mengingat dua jemaah wafat di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, jemaah yang kembali dalam kondisi sehat, bahagia, dan senang. Rasa syukur itu diwujudkan dengan sujud syukur dan doa bersama sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing,” ujar Farid Alfarisi.

Pernyataan ini menggambarkan betapa besar rasa syukur para jemaah atas kesempatan yang diberikan untuk menunaikan ibadah haji.

Farid juga menjelaskan bahwa dua jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi dipulangkan menggunakan ambulans ke rumah masing-masing di Kalibening dan Pucang.

“Mereka hanya membutuhkan pengawasan dokter. Alhamdulillah tidak sampai dirawat inap dan langsung kami antar ke rumah menggunakan ambulans agar kondisinya tetap terpantau,” tambahnya.

Di tengah suasana bahagia tersebut, Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali juga turut merasakan kebahagiaan atas kepulangan para tamu Allah ini.

Dalam sambutannya saat menyambut kedatangan Kloter 71, ia menyampaikan rasa syukurnya.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Semoga seluruhnya menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya.

Setiap keluarga memiliki kisah perjuangan masing-masing dalam menunaikan ibadah haji ini.

Salah satu warga Kalibening, Rendianto, menceritakan betapa panjangnya perjalanan orang tuanya untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Ia mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya harus menunggu selama 13 tahun sejak mendaftar hingga akhirnya bisa berangkat.

“Perasaannya campur aduk. Orang tua saya daftar waktu saya masih MTs, dan baru bisa berangkat sekarang setelah menunggu sekitar 13 tahun,” tuturnya.

Kisah tersebut mencerminkan dedikasi dan kesabaran dalam menjalani proses panjang untuk mencapai tujuan spiritual yang sangat berarti bagi umat Muslim ini.

Selain itu, Sumanto yang merupakan salah seorang jemaah asal Kecamatan Batur juga tidak kalah berbahagia karena dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah senang sekali bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar. Dari berangkat sampai pulang sehat wal afiat,” ujarnya penuh syukur.

Hal serupa juga dirasakan oleh Zuhrotul Uyun, seorang jemaah asal Desa Kepakisan, yang tampak terharu saat disambut oleh anak dan cucunya di lokasi kepulangan.

“Alhamdulillah senang dan terharu bisa kembali ke tanah air. Disambut anak dan cucu rasanya bahagia sekali,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Momen-momen haru tersebut menjadi saksi bisu dari pengorbanan serta kerinduan yang dirasakan oleh para jemaah terhadap keluarganya selama mereka berada jauh dari rumah demi menjalankan ibadah haji yang khusyuk dan penuh makna.

Kepulangan ini bukan hanya sekadar pertemuan fisik antara jemaah dengan keluarganya tetapi juga merupakan sebuah refleksi dari perjalanan spiritual yang mendalam bagi setiap individu yang telah melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

Ibadah haji memang dikenal sebagai momen paling istimewa dalam kehidupan seorang Muslim, di mana banyak harapan dan doa dipanjatkan selama berada di Tanah Suci.

Masyarakat Banjarnegara pun menunjukkan antusiasme mereka dalam menyambut para jemaah haji dengan berbagai cara, mulai dari penyambutan resmi oleh pemerintah daerah hingga dukungan moral dari lingkungan sekitar.

Hal ini menciptakan ikatan sosial yang kuat antar warga setempat serta menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai kekeluargaan dalam budaya masyarakat Indonesia. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tiga Tim Lolos 32 Besar

Klasemen Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026: Swedia, Ekuador dan Bosnia Lolos ke 32 Besar

Berita Selanjutnya
Pemindahan Halte BRT Tertunda

Pemindahan Halte BRT Trans Jateng di Depan MAN Purbalingga Terkendala Biaya