Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Inilah Alasan Samsung Banyak Digunakan Dibandingkan Smartphone Lain
Pedagang Serbu Alun-Alun Banjarnegara Sambut Jemaah Haji Kloter 69, Omzet Diprediksi Naik

Pedagang Serbu Alun-Alun Banjarnegara Sambut Jemaah Haji Kloter 69, Omzet Diprediksi Naik

Datang dari Wonosobo hingga SelomertoDatang dari Wonosobo hingga Selomerto
BERBURU REZEKI: Pedagang kaki lima mulai memadati kawasan Alun-Alun Banjarnegara sejak siang hari untuk memanfaatkan momen kepulangan jemaah haji Kloter 69 asal Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Alun-Alun Banjarnegara bertransformasi menjadi pusat aktivitas yang hidup menjelang sore, meskipun jarum jam belum menunjukkan pukul 17.00 WIB.

Di bawah sinar matahari yang terik, berbagai gerobak makanan, lapak aksesoris, serta pedagang mainan mulai mengambil posisi di sudut-sudut strategis kawasan pusat kota.

Momen kepulangan haji Kloter 69 asal Kabupaten Banjarnegara menjadi magnet bagi para pedagang untuk meraih berkah.

Farah Anis Rahmawati melaporkan dari Banjarnegara, bahwa walaupun rombongan jemaah haji masih dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci, para pedagang sudah bersiap menyambut ribuan orang yang diprediksi akan memadati area penyambutan.

Bagi mereka, peristiwa ini bukan hanya sekadar momen keagamaan yang dipenuhi haru dan syukur, tetapi juga kesempatan untuk meraih penghasilan tambahan.

Salah satu pedagang yang sudah siap adalah Rowiyah, seorang penjual makanan asal Selomerto, Wonosobo.

Ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Banjarnegara setelah mendengar kabar mengenai pemulangan jemaah haji.

Biasanya, Rowiyah berjualan di sekitar tempat tinggalnya, tetapi antusiasme terhadap acara penyambutan jemaah haji membuatnya ingin mencoba peruntungannya di kota tetangga.

“Biasanya saya jualan keliling di dekat tempat saya saja. Tapi karena tahu hari ini Alun-Alun Banjarnegara akan ramai, saya sengaja datang ke sini,” ungkap Rowiyah dengan penuh semangat.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Rowiyah telah berada di lokasi untuk mempersiapkan lapaknya.

Pengalaman positif dari pemberangkatan jemaah haji sebelumnya menjadi pendorong utama dirinya untuk kembali hadir dalam momen kali ini.

Ia mencatat bahwa saat pemberangkatan haji beberapa waktu lalu, jumlah pembeli sangat meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Sayang kalau dilewatkan. Harapannya bisa dapat rezeki lebih. Waktu pemberangkatan haji kemarin hasil jualan juga lumayan meningkat dibanding hari biasa,” tambahnya dengan harapan besar.

Tidak jauh dari lokasi Rowiyah berjualan, Abdurahman terlihat sibuk menata dagangan aksesorisnya.

Pedagang asal Wonosobo ini juga menjelaskan bahwa ia mengetahui informasi mengenai kepulangan jemaah haji dari grup komunitas sesama pedagang.

Tanpa ragu-ragu, ia langsung menuju Banjarnegara dengan tekad untuk memanfaatkan momen tersebut.

“Saya memanfaatkan momen kepulangan haji ini untuk berjualan. Informasinya saya dapat dari grup pedagang, jadi tidak mau ketinggalan,” ujarnya penuh semangat.

Abdurrahman tiba di Alun-Alun sekitar pukul 12.00 WIB dan berencana bertahan hingga keesokan hari.

Baginya, setiap even yang mampu menarik keramaian masyarakat merupakan peluang bisnis yang tidak boleh disia-siakan.

“Kalau ada kegiatan seperti ini biasanya pembeli jauh lebih banyak dibanding hari biasa. Semoga ramai dan hasilnya sesuai harapan,” tuturnya optimis.

Menjelang sore tiba, jumlah pedagang terus meningkat dengan semangat serupa: mencari rezeki dari keramaian yang terbentuk saat kepulangan jemaah haji.

Di satu sisi, keluarga jemaah haji menantikan kedatangan orang-orang tercinta setelah mereka melaksanakan ibadah di Tanah Suci dengan penuh rasa syukur dan haru.

Di sisi lain, para pedagang kecil juga memiliki harapan yang sama besar pada momen ini.

Bagi mereka semua, kepulangan jemaah haji bukan sekadar tentang pelukan hangat dan kebersamaan keluarga yang telah lama terpisahkan oleh jarak dan waktu ibadah.

Keramaian yang menyertai momen tersebut turut memberikan denyut nadi bagi perekonomian lokal yang sering kali sepi di hari-hari biasa.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan penyambutan tersebut tersimpan kisah-kisah sederhana tentang individu-individu yang datang dengan membawa dagangan serta harapan untuk mengubah nasib mereka melalui peluang bisnis ini.

Bagi mereka, Alun-Alun Banjarnegara bukan hanya sekadar tempat berkumpulnya orang-orang untuk merayakan kepulangan jemaah haji, tetapi juga ladang rezeki bagi usaha kecil mereka.

Dengan suasana itu semakin mendekati sore hari dan lampu-lampu alun-alun mulai menyala satu per satu, keramaian mulai terasa semakin hidup. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Samsung Lebih Banyak diminati

Inilah Alasan Samsung Banyak Digunakan Dibandingkan Smartphone Lain