Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pria di Kebumen Tewas Tersengat Listrik Saat Pangkas Pohon Dekat Jaringan Kabel

Senggol Kabel Listrik, Warga Klirong MeninggalSenggol Kabel Listrik, Warga Klirong Meninggal
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi korban tersengat listrik di Desa Pandanlor, Kecamatan Klirong

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebuah insiden tragis menimpa Mukhidin, seorang pria berusia 51 tahun yang merupakan warga Desa Pandanlor, Kecamatan Klirong.

Mukhidin telah kehilangan nyawanya akibat tersengat aliran listrik, sebuah kejadian yang menyedihkan dan mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dalam bekerja di dekat instalasi listrik.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (23/6) saat Mukhidin sedang melakukan pemangkasan ranting pohon rambutan yang berada di depan rumah tetangganya, Suparti.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika Mukhidin sedang asyik memanjat pohon untuk memotong ranting yang mungkin sudah terlalu panjang.

Tiba-tiba, teriakan Mukhidin menggema di area sekitar sebelum tubuhnya terjatuh dengan keras.

Sebelum jatuh ke tanah, tubuh korban sempat tersangkut pada batang pohon mangga di dekat lokasi kejadian.

Situasi ini langsung menarik perhatian warga setempat yang segera berinisiatif untuk memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Klirong.

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan bahwa anggota Polsek Klirong bersama Unit Inafis Polres Kebumen telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil pemeriksaan kami tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan maupun bekas jeratan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sengatan arus listrik saat melakukan pemangkasan ranting pohon yang berada dekat jaringan listrik,” jelas Kapolres pada hari kejadian (23/6).

Di lokasi insiden, petugas menemukan kabel listrik yang menempel pada pohon tempat Mukhidin bekerja.

Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa sengatan listrik menjadi penyebab utama kematian pria tersebut.

Selain itu, petugas menemukan sebuah tangga sepanjang sekitar 5,3 meter yang digunakan oleh korban untuk memanjat pohon selama proses pemangkasan.

Barang-barang milik korban seperti sandal, tali tambang, kain pengikat pinggang, sarung golok serta golok yang digunakan saat bekerja juga ditemukan di lokasi kejadian.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Mukhidin diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Selain itu, petugas menemukan luka bakar dan lecet pada tangan kiri serta betis kiri korban, yang diduga menjadi titik kontak pertama dengan arus listrik penyebab kematian tersebut.

Setelah serangkaian pemeriksaan dan pendataan selesai dilakukan, jenazah Mukhidin diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan.

Kapolres Kebumen juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan saat melakukan pekerjaan di dekat jaringan listrik.

Ia mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan berkoordinasi dengan pihak terkait jika diperlukan pemangkasan pohon yang berdekatan dengan kabel listrik guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

“Keselamatan adalah hal utama yang harus diperhatikan oleh setiap individu saat bekerja di lingkungan yang memiliki risiko tinggi,” tegas Kapolres.

Kejadian tragis ini bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga Mukhidin tetapi juga sebagai peringatan bagi kita semua tentang bahaya kerja di dekat instalasi listrik tanpa prosedur keselamatan yang memadai.

Arus listrik merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita namun juga bisa menjadi ancaman mematikan jika tidak ditangani dengan benar.

Masyarakat perlu lebih memahami risiko-risiko yang ada ketika beraktivitas di sekeliling jaringan listrik.

Keduanya, baik individu maupun komunitas harus menjalani pelatihan tentang keselamatan kerja terutama bagi mereka yang bekerja dalam bidang pertanian atau pekerjaan lain yang sering berhadapan dengan elemen-elemen alam seperti pohon dan tanaman lainnya.

Kehilangan Mukhidin menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang bahwa setiap tindakan perlu dilakukan dengan penuh perhatian dan kesadaran akan potensi bahaya.

Keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan sehari-hari terutama saat menggunakan alat-alat berat atau melakukan pekerjaan fisik lainnya. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Masuk Hutan Nambo Girang, Dilaporkan Hilang

Warga Cilacap Hilang di Hutan Nambo Girang, Tim SAR dan Basarnas Lakukan Pencarian Intensif

Berita Selanjutnya
Kejagung Selamatkan Rp131,5 Triliun

Fantastis! Kejagung Berhasil Pulihkan Kerugian Negara 131,5 Triliun dari Koruptor