Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ular Kobra Jawa Masuk Permukiman Warga, Damkar Purbalingga Lakukan Evakuasi Cepat

Kobra Masuk Permukiman, Damkar Turun TanganKobra Masuk Permukiman, Damkar Turun Tangan
KOBRA: Petugas Damkar Satpol PP Kabupaten Purbalingga usai mengevakuasi ular kobra Jawa, Kamis (25/6/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kejadian menarik terjadi di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga pada Kamis, 25 Juni 2026, ketika petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Satpol PP setempat berhasil mengevakuasi seekor ular kobra Jawa yang memasuki area permukiman warga.

Keberadaan ular berbisa ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, terutama karena lokasi penemuan ular tersebut berada cukup dekat dengan rumah penduduk.

Kepala Satpol PP Kabupaten Purbalingga, Raditya Widayaka, menyatakan bahwa laporan mengenai ular itu diterima melalui pesan WhatsApp dari salah satu warga.

Dalam situasi seperti ini, kecepatan tanggapan sangat penting untuk memastikan keselamatan warga.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penyisiran dan evakuasi,” ucap Raditya.

Warga yang pertama kali melaporkan penemuan ular tersebut adalah Sadiyat, seorang penduduk Desa Sidakangen RT 5 RW 3.

Sadiyat mengetahui adanya ular saat ia melintas di halaman samping rumahnya.

Pada saat itu, ia melihat ular tersebut bergerak dan masuk ke sela-sela tumpukan kayu yang ada di sekitar rumahnya.

“Dia melihat ular melintas masuk ke sela-sela kayu,” jelas Raditya, menambahkan bahwa tindakan cepat Sadiyat dalam melapor merupakan langkah yang sangat tepat.

Karena khawatir akan bahaya yang mungkin ditimbulkan ular berbisa tersebut bagi keselamatan penghuni rumah dan warga sekitar, Sadiyat segera menghubungi petugas Damkar.

“Sehingga warga tersebut menghubungi via WA personel Pos Damkar Purbalingga guna permohonan mengevakuasi ular,” tambah Raditya.

Menanggapi laporan tersebut dengan sigap, petugas Damkar melakukan penyisiran di lokasi menggunakan peralatan khusus yang dirancang untuk menangkap reptil berbahaya.

Proses evakuasi ini sangat penting tidak hanya untuk mengamankan ular tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Setelah melakukan pencarian yang teliti, petugas akhirnya menemukan seekor ular kobra Jawa dengan panjang sekitar satu meter.

Ular kobra Jawa dikenal sebagai salah satu spesies ular berbisa yang dapat menimbulkan risiko bagi manusia jika tidak ditangani dengan tepat.

Oleh karena itu, evakuasi yang dilakukan oleh petugas Damkar menjadi sangat krusial dalam upaya menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Dengan menggunakan alat grabstick, para petugas berhasil menangkap dan mengamankan ular tersebut tanpa menimbulkan korban atau gangguan lain di lingkungan setempat.

“Ular berhasil dievakuasi dan diamankan,” ujar Raditya dengan lega.

Penanganan yang cepat dan efektif oleh petugas Damkar menunjukkan profesionalisme mereka dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Langkah ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat bagi warga tentang perlunya kewaspadaan terhadap keberadaan hewan liar di sekitar permukiman mereka.

Masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam melaporkan kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Edukasi mengenai cara menghadapi hewan liar seperti ular juga perlu disosialisasikan agar warga tidak panik dan tahu langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi berbahaya.

Dalam konteks yang lebih luas, fenomena munculnya hewan liar di area permukiman bukanlah hal baru.

Perubahan iklim dan kerusakan habitat seringkali membuat hewan-hewan seperti ular mencari tempat tinggal baru di area yang lebih aman dari ancaman lingkungan alami mereka.

Hal ini mengharuskan kita untuk berpikir tentang hubungan kita dengan alam dan bagaimana kita dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan makhluk hidup lainnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu mengembangkan program-program edukatif terkait penanganan satwa liar serta meningkatkan fasilitas pemadam kebakaran agar mereka lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat terkait hewan berbisa atau berbahaya lainnya.

Keberhasilan evakuasi ini bukan hanya sekedar operasi menyelamatkan satu ekor ular kobra Jawa saja, namun juga sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya kerjasama antara masyarakat dan lembaga pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

Respons cepat dari petugas Damkar menunjukkan komitmen mereka untuk selalu siap siaga dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan keamanan.

Dengan adanya kejadian seperti ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan serta memperhatikan tanda-tanda keberadaan hewan liar di sekitar mereka. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ratusan Warga Cimrutu Terdampak Kekeringan

BPBD Cilacap Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Dusun Cimrutu

Berita Selanjutnya
30 Persen Jalan Masih Butuh Penanganan

30 Persen Jalan Kabupaten Banyumas Masih Rusak, DPU Targetkan Kondisi Jalan Terus Membaik