BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kawasan Taman Kota (Tamkot) Banjarnegara, yang dulunya merupakan lahan bekas terminal kota, kini telah bertransformasi menjadi pusat kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat.
Dalam beberapa bulan terakhir, banyak lapak-lapak yang sebelumnya kosong kini terisi dengan berbagai jenis usaha kuliner.
Kebangkitan Tamkot ini ditandai dengan tasyakuran yang diselenggarakan oleh Paguyuban Kuliner Tamkot, menandakan semangat kebersamaan para pedagang dan komunitas setempat.
Keberhasilan revitalisasi Tamkot tidak lepas dari meningkatnya minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan tersebut.
Banyak pelaku usaha baru yang tertarik untuk membuka lapak di Tamkot, salah satunya adalah Titi, seorang pedagang rawon asal Semampir, Banjarnegara.
Dia mengungkapkan bahwa keputusannya untuk membuka usaha di sana didorong oleh keramaian pengunjung yang semakin meningkat.
“Sebelumnya saya jualan di rumah. Setelah melihat tempat ini ramai, saya tertarik mencoba membuka usaha di sini,” ungkapnya.
Tidak hanya Titi, Ragil, seorang warga Madukara yang juga membuka usaha ayam goreng, merasakan hal serupa.
Dia menilai bahwa keberadaan Tamkot memberikan peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Tempatnya strategis dan sewanya murah. Kalau tidak berjualan juga tidak ditarik biaya,” imbuh Ragil.
Harapannya agar fasilitas pendukung seperti area parkir terus ditingkatkan sejalan dengan bertambahnya jumlah pengunjung.
Seiring dengan perkembangan positif ini, Haris Fatah Yasin atau Gus Haris selaku Pembina Kuliner Tamkot menekankan pentingnya kolaborasi antara pedagang, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait untuk menjaga keberlangsungan kawasan tersebut.
“Para pedagang harus terus berinovasi dan menjaga konsistensi. Kalau kawasan ini semakin hidup, bukan tidak mungkin kegiatan hiburan bisa digelar rutin untuk menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Tamkot.
Menurutnya, hampir seluruh lapak dan kios yang ada kini telah terisi dengan berbagai jenis usaha kuliner yang menarik.
“Tamkot perlu memiliki identitas baru agar semakin dikenal masyarakat. Kalau perlu dibuat branding baru seperti New Tamkot atau Tamkot Kekinian. Yang terpenting masyarakat melihat kawasan ini sudah hidup kembali,” katanya.
Dalam konteks ini, peningkatan fasilitas pendukung menjadi salah satu aspek yang sangat penting.
Area parkir yang memadai akan memudahkan pengunjung dalam mengakses kawasan kuliner ini.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung setiap harinya, pemenuhan kebutuhan akan kantong parkir harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah serta pengelola kawasan tersebut. (jud/stch/dda)
















