BANYUMASEKSPRES.ID, TEMANGGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada masyarakat mengenai penyebaran penyakit flu singapura atau yang dikenal dengan istilah Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD), yang memiliki potensi penularan sangat tinggi, terutama di kalangan anak-anak.
Hingga minggu ke-15 tahun 2026, tercatat sebanyak 120 kasus telah dilaporkan di wilayah Temanggung.
“Yang terlaporkan sekitar 120 kasus dalam tiga bulan. Tapi kemungkinan sebenarnya lebih banyak karena tidak semua pasien berobat ke fasilitas kesehatan,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Temanggung, dr Taryumi.
Penyakit flu singapura disebabkan oleh virus Coxsackie, virus ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh seperti tangan, kaki, dan mulut.
Gejala yang umum muncul pada penderita termasuk demam, sariawan di mulut, serta lepuhan yang dapat terlihat jelas di tangan dan kaki.
“Biasanya ditandai dengan demam, sariawan di mulut, serta muncul lepuhan di tangan dan kaki,” jelas dr Taryumi dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis (23/4/2026).
Proses penularan HFMD tergolong sangat cepat dan mudah. Virus ini dapat menyebar melalui droplet atau percikan air liur dari seseorang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin.
Selain itu, kontak langsung dengan cairan dari lepuhan pada kulit penderita juga merupakan salah satu cara penularan penyakit ini.
“Penularannya mirip flu biasa, bisa dari kontak dekat, satu rumah, atau satu lingkungan sekolah,” kata Taryumi menekankan betapa pentingnya kewaspadaan dalam mengatasi penyebaran penyakit ini.
Meskipun angka 120 kasus tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan, dr Taryumi meyakini bahwa angka tersebut belum mencerminkan kondisi sebenarnya.
Hal ini dikarenakan masih banyak kasus yang tidak dilaporkan oleh orang tua atau pengasuh anak-anak yang terinfeksi.
Penting bagi masyarakat untuk memahami ciri-ciri dan tanda-tanda penyakit ini agar dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Dr Taryumi menjelaskan bahwa flu singapura umumnya bukanlah penyakit yang berbahaya.
Dalam banyak kasus, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari.
Namun demikian, kondisi tersebut dapat menjadi serius jika menyerang anak-anak dengan gejala berat seperti demam tinggi dan kehilangan nafsu makan.
“Kalau anak sampai tidak mau makan atau minum karena nyeri di mulut, itu yang perlu diwaspadai dan bisa memerlukan perawatan di rumah sakit,” ujarnya sambil memberikan panduan tentang kapan sebaiknya orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan.
Untuk penanganan flu singapura sendiri, tidak ada obat khusus yang dapat diresepkan untuk menyembuhkan penyakit ini secara langsung.
Mengingat bahwa penyebabnya adalah virus, pengobatan yang diberikan akan lebih bersifat meredakan gejala.
Ini termasuk pemberian obat penurun panas untuk membantu menurunkan demam serta suplemen vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Kebanyakan anak yang terinfeksi akan pulih sepenuhnya tanpa komplikasi serius.
Namun demikian, dr Taryumi tetap mengingatkan agar orang tua tetap mengawasi kondisi anak-anak mereka secara terus-menerus selama masa pemulihan.
Jika gejala semakin memburuk atau jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi akibat kehilangan nafsu makan atau minum, segera cari bantuan medis.
Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan HFMD di lingkungan sekitar.
Orang tua disarankan untuk mengedukasi anak-anak mereka mengenai praktik kebersihan yang baik seperti mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting dalam mencegah penyebaran virus ini.
Pembersihan permukaan benda-benda yang sering disentuh seperti mainan anak dan alat-alat pendidikan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan yang perlu dilakukan secara berkala.
Dalam situasi seperti ini, kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah juga sangat krusial. Sekolah-sekolah harus proaktif dalam memberikan informasi mengenai HFMD kepada ibu bapak siswa serta mengawasi kesehatan murid-murid mereka secara ketat agar tidak ada penyebaran lebih lanjut dalam lingkungan sekolah.
Sebagai tambahan informasi bagi masyarakat Temanggung, meskipun flu singapura umumnya dianggap ringan dan tidak menimbulkan masalah jangka panjang bagi sebagian besar orang dewasa dan remaja sehat lainnya, tetap saja perhatian terhadap kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama kita semua.
Langkah-langkah pencegahan harus terus dijalankan hingga kasus-kasus baru menurun dan pandemi lokal ini dapat dikendalikan sepenuhnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi terkait flu singapura dan menyediakan informasi terkini kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan serta cara menangani gejala jika terinfeksi virus tersebut.
Kesadaran masyarakat sangat penting dalam memerangi penyebaran penyakit menular seperti HFMD ini agar kita semua bisa melindungi generasi penerus kita dari ancaman kesehatan.
Dengan meningkatkan kesadaran akan penyakit flu singapura ini melalui edukasi publik serta kolaborasi antara orang tua dan lembaga pendidikan, kita berharap angka penularan dapat ditekan serendah mungkin sehingga kesehatan masyarakat terutama anak-anak tetap terjaga dengan baik. (*/stch/dda)
















