Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Delapan Tahun Menanti Kunjungan Prabowo, Kisah Ravie Ananda: Menguak Pamoksan Mahapatih Gajah Mada di Kebumen

Ravie ananda, pegiat sejarah kebumenRavie ananda, pegiat sejarah kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebuah kisah yang menggabungkan unsur spiritual dan sejarah datang dari seorang pegiat sejarah asal Kebumen, Ravie Ananda. Selama hampir delapan tahun, Ravie menantikan kunjungan Prabowo Subianto ke sebuah lokasi sakral yang diyakini sebagai tempat Pamoksan Maha Patih Gajah Mada.

Lokasi ini, yang terletak di Kelurahan Panjer, Kebumen, kini termasuk dalam kompleks Hotel Mexolie, dan dipercaya oleh sebagian kalangan sebagai tempat Mahapatih Gajah Mada mengalami moksa.

Kisah ini dimulai pada tahun 2010, tepatnya di bulan Ramadan. Saat itu, sekitar pukul 03.00 WIB, Ravie yang tengah melakukan meditasi mendalam mengaku mendapatkan sasmita atau petunjuk gaib.

Dalam pertemuan metafisik tersebut, Ravie menyatakan bahwa ia bertemu dengan sosok legendaris Gajah Mada.

Dalam pertemuan itu, Gajah Mada memerintahkannya untuk mengungkap lokasi Pamoksan yang sangat penting, yang terletak di Kebumen, dan yang lebih mengejutkan, ia juga diminta untuk menghadirkan Prabowo Subianto ke tempat tersebut.

Bagi banyak orang, kisah seperti ini mungkin terdengar fiksi atau halusinasi, terutama di zaman modern yang sangat mengutamakan logika. Namun, Ravie merasa bahwa pengalaman ini adalah tugas spiritual yang harus dilaksanakan. Ia percaya bahwa menjalankan perintah dari leluhur merupakan kewajiban yang tak bisa diabaikan.

“Bagaimana aku akan menyampaikan pada khalayak ramai? Sementara sangat minim data dan literatur yang menerangkan jika Maha Patih Gajah Mada moksa di tempat tersebut,” ujar Ravie, menceritakan tantangan yang dihadapinya.

Meskipun tidak memiliki akses langsung ke tokoh besar seperti Prabowo, Ravie memutuskan untuk mencoba menyampaikan pesan tersebut melalui saluran media sosial.

Ia mengirimkan pesan kepada Partai Gerindra lewat Facebook, serta menulis tentang Pamoksan Mahapatih Gajah Mada di blog pribadinya. Seperti yang ia duga, tanggapan yang diterima justru berisi hujatan, sanggahan, bahkan cibiran.

Namun, Ravie tidak gentar. “Saya sendiri pesimis dengan hasilnya. Namun hanya itu yang dapat saya lakukan. Ini semata-mata untuk mengugurkan kewajiban saya,” ujarnya mengenang masa-masa itu.

Tahun demi tahun berlalu tanpa ada kabar atau tanggapan dari Partai Gerindra. Ravie merasa semakin pesimis, namun tekadnya tetap kuat.

“Tahun 2018, saya mulai pasrah. Semua usaha sudah saya lakukan, namun saya menyerahkan semuanya kepada titah Sang Pencipta.” Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi pada suatu hari yang mengubah perjalanan panjangnya.

Tiba-tiba, telepon Ravie berdering dengan nomor yang tidak dikenal. Penelpon itu mengaku sebagai Paranormal Permadi SH, yang memberitahunya bahwa Prabowo Subianto akan datang ke Kebumen dan salah satu tujuan utamanya adalah untuk berziarah ke makam leluhurnya di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, serta mengunjungi lokasi Pamoksan Gajah Mada yang selama ini dia perjuangkan.

“Tiba-tiba telpon berbunyi dari nomor baru tanpa identitas. Sang penelpon mengaku Paranormal Permadi SH dan menyampaikan Prabowo akan ke Kebumen, ziarah di makam leluhurnya di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor. Serta mendatangi Pamoksan Gajah Mada,” paparnya dengan semangat yang masih teringat jelas.

Kabar ini sungguh menggembirakan dan sekaligus mengejutkan bagi Ravie. Ia pun segera mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Prabowo.

Namun, kunjungan itu tak hanya sekadar ziarah. Ravie merasa penting untuk menyampaikan informasi bahwa Pamoksan Patih Gajah Mada yang ia perjuangkan bukan hanya tempat sakral, tetapi juga berada di sekitar tempat kelahiran Sumitro Djojohadikusumo, ayah dari Prabowo.

Informasi ini ia peroleh dari catatan harian Margono Djojohadikoesoemo, yang juga dicetak menjadi buku berjudul Tiga Zaman.

“Saat itu saya ditanya oleh Bapak Prabowo dari mana saya tahu. Saya jawab dari buku catatan harian atau diary Margono Djojohadikoesoemo yang merupakan ayah dari Sumitro Djojohadikusumo. Catatan itu juga dicetak menjadi buku dengan judul ‘Tiga Zaman‘,” ucap Ravie dengan bangga.

Pertemuan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan spiritual dan sejarah Ravie. Bukan hanya berhasil menghadirkan Prabowo Subianto ke tempat yang selama ini ia perjuangkan, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa Pamoksan Gajah Mada memang berada di Kebumen, tepatnya di Kelurahan Panjer.

Selain itu, Ravie juga menerima banyak data yang mendukung klaim ini, salah satunya adalah data dari Belanda yang ia terima melalui email. Data tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa lokasi tersebut memang penting dalam sejarah Indonesia.

Pada tahun 2025, kisah mengenai Sumitro Djojohadikusumo, yang lahir di Kebumen, juga ditulis oleh Dandim 0709/Kebumen Letkol Czi Ardianta dalam bukunya yang berjudul Kebumen Kota yang Kehilangan Pahlawannya: Sumitro Djojohadikusumo, Begawan Ekonomi Pejuang Bangsa.

Buku ini semakin mengukuhkan bahwa Kebumen bukan hanya kota bersejarah, tetapi juga menyimpan kisah tentang tokoh-tokoh besar yang berperan dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Semua merupakan penggalan dari sejarah yang musti disusun dengan baik,” kata Ravie menutup ceritanya.

Bagi Ravie, menggali sejarah bukan hanya tentang mencari prasasti dan artefak, tetapi juga tentang membuka lapisan spiritual dan metafisik yang menyatu dengan sejarah itu sendiri.

“Semua merupakan penggalan dari sejarah yang musti disusun dengan baik,” ujarnya lagi, seolah menegaskan bahwa sejarah yang utuh harus melibatkan pemahaman yang lebih luas, termasuk aspek spiritual yang kerap terabaikan.

Kisah Ravie ini mengajarkan kita bahwa sejarah dan spiritualitas bisa menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi, dan Kebumen, dengan segala kisah dan warisannya, kini menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia. (mam/*stch)

Berita Sebelumnya
Sekda serahkan 74 set implant removal

Perkuat Layanan KB Faskes, Sekda Banyumas Serahkan 74 Set Implant Removal Kit dan 80 IUD Kit

Berita Selanjutnya
Pdam kebumen raih peringkat satu di kelasnya

PDAM Kebumen Raih Peringkat Satu Nasional di Kelasnya, Catat Sejarah Baru