BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Cuaca ekstrem yang ditandai dengan perubahan suhu yang drastis, antara panas dan hujan, dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan.
Dalam situasi seperti ini, menjaga kesehatan tubuh menjadi sangat penting agar kita tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit.
Salah satu langkah utama yang dapat dilakukan adalah meningkatkan asupan cairan dengan memperbanyak minum air putih.
Hal ini menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu.
Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kebumen, Tri Tunggal Eko Sapto, menegaskan bahwa menjaga kesehatan pada saat cuaca ekstrem memerlukan pendekatan holistik.
“Menjaga kesehatan saat cuaca ekstrem memerlukan kombinasi hidrasi tinggi, nutrisi seimbang, dan perlindungan tubuh,” ujarnya dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (24/5).
Menurut Eko Sapto, salah satu anjuran utama adalah mengonsumsi minimal delapan gelas air setiap harinya.
Ini tidak hanya membantu menjaga hidrasi tubuh tetapi juga berkontribusi pada fungsi organ-organ vital dalam tubuh.
Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa pola makan kita mencakup makanan bergizi yang seimbang.
“Makanlah makanan bergizi, konsumsi vitamin, istirahat cukup, hindari aktivitas luar ruangan saat terik antara pukul 11.00 sampai 15.00 WIB, serta sediakan payung atau jaket jika keluar rumah,” tambahnya.
Adanya pengaruh cuaca panas perlu diimbangi dengan perhatian terhadap penggunaan alat pendingin seperti kipas angin.
Eko Sapto menyarankan agar penggunaan kipas angin sebaiknya dihindari jika tidak terlalu diperlukan.
“Jika memang sangat diperlukan, jangan arahkan langsung ke tubuh,” ucapnya tegas.
Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat suhu dingin yang langsung diarahkan ke kulit.
Nutrisi seimbang dan asupan vitamin juga menjadi perhatian utama. Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini, sangat penting untuk mengonsumsi sayur dan buah segar serta sumber protein yang baik.
“Kita harus memperkuat sistem imun kita dengan makanan bergizi. Pertimbangkan juga untuk mengonsumsi suplemen vitamin jika diperlukan,” jelasnya lebih lanjut.
Salah satu langkah sederhana namun sering kali diabaikan adalah pemilihan pakaian yang tepat dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Eko Sapto merekomendasikan untuk menggunakan pakaian longgar yang terbuat dari bahan ringan dan berwarna cerah agar dapat memberi kenyamanan lebih selama beraktivitas di luar ruangan.
Setelah terpapar hujan, penting untuk segera mandi atau mengganti pakaian guna mengembalikan suhu tubuh ke tingkat normal dan menghindari risiko infeksi kuman atau bakteri yang bisa menyerang setelah tubuh basah terkena hujan.
“Mandi atau ganti pakaian setelah kehujanan sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kita,” ungkapnya.
Selain itu, aspek istirahat juga tidak kalah penting dalam menjaga kualitas kesehatan selama cuaca ekstrem ini.
Tidur berkualitas selama tujuh hingga delapan jam per malam merupakan hal yang harus diperhatikan agar tubuh memiliki waktu cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri dari aktivitas sehari-hari.
Olahraga ringan pun disarankan sebanyak dua hingga tiga kali seminggu sebagai upaya menjaga kebugaran fisik.
“Olahraga ringan itu penting agar tubuh tetap aktif dan sistem metabolisme berjalan dengan baik,” kata Eko Sapto menekankan betapa vitalnya aktivitas fisik meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah perubahan iklim dan cuaca ekstrem ini, PPNI Kebumen berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi mengenai pola hidup sehat serta cara-cara pencegahan yang tepat agar masyarakat dapat melindungi diri mereka sendiri serta keluarga dari dampak negatif cuaca ekstrem.
Dengan begitu banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan kita saat menghadapi perubahan cuaca yang drastis, kolaborasi antara individu dan komunitas menjadi semakin penting. (mam/stch/dda)
















